![]() |
| Perekonomian Masyarakat Bosnia Masa Kepemimpinan Sultan Muhammad II (1453-1481), staticflickr.com |
ABSTRAK
Kehebatan Dinasti Turki Utsmani dalam usaha perluasan wilayah kekuasaan imperium Islam sudah diakui secara umum. Dinasti yang didirikan oleh Utsman Ibn Ertoghril Ibn Sulaiman pada 1280 dan menjadi negara terbesar di abad pertengahan. Menggunakan sistem militer yang kuat, jumlah pasukan yang besar, serta kebijakan yang luar biasa menjadikan Dinasti turki Ustmani dengan cepat menguasai wilayah-wilayah di luar Asia-Tengah, yaitu Eropa timur hingga barat. Salah satunya negaranya yaitu Balkan, pada wiayah Bosnia-Herzegovina.
Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan atau mendeskripsikan pemerintahan Dinasti Turki Utsmani terutama dalam proses pengambilan kebijakan ekonomi di negara Bosnia. Dalam kajian ini secara keseluruhan penulis akan membahas kebijakan pemerintah Dinasti Turki Utsmani dalam upaya pengembangan ekonomi.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan sosio-ekonomi dan teori kebijakan fiskal oleh Haryadi. Pelaksanaan penelitian ini juga dilakukan beberapa tahap, yakni heuristik, verifikasi sumber, interpretasi dan historiografi.
Kata kunci : Kebijakan ekonomi islam, Bosnia, Turki Utsmani masa Muhammad II
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dinasti Turki Utsmani atau disebut Kekaisaran Ottoman ini, merupakan kekaisaran lintas benua yang didirikan oleh Utsman Ibn Ertoghril Ibn Sulaiman pada 1280 dan menjadi negara terbesar di abad pertengahan. Pada awalnya bangsa Turki berhasil mendirikan dua dinasti, yaitu Dinasti Saljuq dan Dinasti Turki Utsmani. Dinasti Islam Salajiqah (Turki Saljuq) didirikan oleh Saljuq Ibn Tuqaq kurang lebih selama 150 tahun (1055-1300 M) dan mengalami kehancuran saat diserang oleh pasukan Mongol (1300 M). Dinasti Saljuq terpecah belah menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang semakin melemah. Titik kehancuran inilah yang merupakan saat-saat pembentukan dinasti Turki Utsmani. Usman mengklaim kemerdekaannya atas wilayah yang dikuasainya, yaitu sebidang wilayah di perbatasan Bizantine (Bizantium) sekaligus memproklamirkan beradaan Turki Utsmani.
Kehebatan di bidang militernya menjadikan Dinasti Turki Utsmani gencar dan berhasil melakukan ekspansi ke berbagai daerah Barat. Puncak kejayaan Turki Utsmani ditandai dengan ditaklukannnya Konstatinopel, ibukota Romawi Timur pada 1453 yang merupakan mimpi kaum muslim sejak zaman Rasulullah SAW. Adapun masa-masa keemasan dari Kesultanan Usmani yaitu penaklukan wilayah-wilayah hingga tiga benua pada kisaran waktu 1514-1574. Antara lain benua Asia, Afrika, dan Eropa. Dengan bantuan Janissary yang kuat, angkatan laut yang besar, serta pengelolaan administrasi yang baik, menjadikan Kesultanan Utsmani menjadi semakin baik dan berkembang.
Ekspansi yang dilakukan Turki Utsmani tidak hanya bergerak ke timur, namun juga bergerak ke bagian barat. Pada masa Sultan Orhan (Sultan Turki Utsmani ke-2), ia berhasil menaklukan beberapa wilayah Yunani ; Nicea, Nicomedia, dan daerah di sekitarnya. Kemudian ekspansi terus dilakukan oleh anakny, yaitu Murad bin Orkhan (Murad I) dengan berhasil menaklukan wilayah Adrian Opel pada tahun 1365 M. Ekspansi yang dilakukan oleh Turki Utsmani tidak semuanya mengalami keberhasilan, sering kali setelah ditaklukan, berhasil direbut lagi hingga pada 1389 orang-orang Turki Utsmani yang dipimpin oleh Murad bin Orkhan ini berhasil mengalahkan tentara Serbia dalam perang Kosovo. Namun penyerangan oleh Eropa kuno semakin menguat hingga membentuk Pasukan Salib. Berkali-kali serangan dilancarkan oleh Paus dan gabungan raja-raja Eropa, tetap saja tidak bisa menghalangi penaklukan Konstantinopel pada 1453.
Dari Konstantinopel, Turki Utsmani dibawah pimpinan Mehmed II masih melanjutkan ekspansinya atas wilayah Balkan (wilayah sekitar Eropa Tenggara) hingga Danube dan Aeguean. Sekitar tahun 1539, Dinasti Turki Utsmani berhasil menguasai Yunani , dan beberapa wilayah Balkan seperti Bosnia, Herzegovina, dan Albania.
Memang Bosnia dan Herzegovina dahulunya ditaklukan tidak dalam waktu yang bersamaan, namun akhirnya disepakati bahwa kedua negara yang berdekatan itu menggunakan istilah negara gabungan, Bosnia-Herzegovina atau bisa juga disebut Bosnia saja. Bosnia merupakan salah satu negara dengan populasi muslim terbanyak di Balkan dengan kurang lebih 45% pengikutnya. Meskipun mayoritas Islam, masyarakat Balkan masih melakukan praktek Pagan yaitu mempertahankan aspek-aspek Kristen. Seperti pembaptisan, pemujaan terhadap wali, perayaan Easter, dan keyakinan mujarab pennyembuhan oleh gereja.
Meskipun wilayahnya dikuasai oleh Dinasti yang beragama Islam, Turki Utsmani membebaskan penduduknya menganut kepercayaan masing-masing. oleh karena menghindari konflik-konflik terdahulu dan merasa tidak dirugikan Turki Utsmani, penduduk Bosnia berkenan di pimpin oleh Kesultanan Islam ini dengan berbagai kebijakannya.
Penduduk Bosnia pada saat itu merasa dianggap keberadaannya oleh Dinasti Turki Utsmani meskipun bukan dari golongan mereka. Hak mereka dianggap sama atau setara dengan orang Turki. Keadaan ekonomi masyarakat Bosnia bisa dikatakan makmur, karena dari pemerintahan Turki Utsmani sendiri ingin menjadikan negara taklukannya tetap makmur dibawah kebijakan Turki Usmani yang ada.
Sejak dahulu, negara-negara Balkan ini sering terjadi konflik. Karena faktor dari nenek moyang mereka yang gemar berperang, menjadikan negara-negara Balkan seperti bersahabat dengan peperangan. Karena dilihat dari lokasinya yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah, menjadikan negara Bosnia diperebutkan. Apalagi ditambah dengan ambisi Serbia untuk menaklukannya, mendorong Bosnia untuk memerdekakan diri.
B. Batasan dan Rumusan Masalah
Permasalahan pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah penulis ingin membahas kondisi ekonomi penduduk Bosnia pada masa Muhammad II (1453-1481) karena pada masa tersebut merupakan masa kejayaan Turki Utsmani. Sehingga Turki Utsmani dengan mudah melancarkan perluasan wilayah dari Timur-Barat, yaitu Eropa yang salah satunya negara Bosnia, wilayah Balkan.
Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
1. Apakah kebijakan Turki Utsmani pasca penaklukan Bosnia berdampak bagi perekonomian?
2. Siapakah yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian penduduk Bosnia masa pemerintahan Muhammad II?
3. Mengapa terjadi peningkatan ekonomi pada masyarakat Bosnia masa Muhamad II?
C. Tujuan dan kegunaan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Tujuan Penelitian :
a. Mengetahui kebijakan Turki Utsmani yang berdampak pada perekonomian.
b. Menjelaskan tokoh Dinasti Turki Utsmani masa Muhammad II yang berkonstribusi pada perekonomian.
c. Memaparkan alasan terjadinya peningkatan ekonomi pasca penaklukan Konstantinopel atau Muhammad II.
2. Kegunaan Penelitian :
Penulis sangat mengharapkan bahwa penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun para pembaca. Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
a. Bermanfaat bagi pengembangan penulisan sejarah Islam, khususnya pada topik mengenai perkembangan ekonomi penduduk Bosnia di era pemerintahan Dinasti Turki Utsmani.
b. Menambah referensi literasi mengenai imperium Dinasti Turki Utsmani di wilayah Balkan khususnya Bosnia dengan berbagai kebijakannya.
c. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan penelitian berikutnya.
D. Kajian Pustaka
Untuk menjadi bahan pertimbangan yang bertujuan memperkuat penelitian bersifat asli, maka penulis menggunakan beberapa karya penelitian-penelitian terdahulu yang relevan, diantaranya:
Pertama, berupa skripsi yang ditulis oleh Reyhan Biadillah mahasiswa Sejarah Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan judul “Kebijakan Ekonomi Turki Utsmani (1514-1574)”. Membahas mengenai kebijakan yang dilakukan oleh Turki Utsmani khususnya di bidang ekonomi pada pengertian umum yaitu selurh waktu imperiumnya. Penelitian ini berbeda dengan penulis karena penulis mengambil fokus kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh imperium Turki Utsmani masa Muhammad II di negara Balkan, khusunya Bosnia.
Kedua, berupa skripsi yang ditulis oleh Ajeng Ardinal Febriana mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta dengan judul “Islamisasi Balkan Pasca Penaklukan Konstantinopel oleh Turki Utsmani 1453-1526)”. Menjelaskan proses islamisasi oleh Turki Utsmani yang didalamnya terdapat bahasan menggunakan cara ekonomi, namun secara keseluruhan membahas prosesi penyebaran agama islam di daerah Balkan.
Ketiga, jurnal yang ditulis oleh Shofwan Abdul Aziz dengan judul “Sejarah Peradaban Ekonomi pada Masa 3 Kerajaan Besar”. Jurnal ini membahas mengenai perkembangan ekonomi dari waktu ke waktu oleh 3 kerajaan besar Islam yaitu Dinasti Safawi, Dinasti Mughal, dan Dinasti Turki Utsmani. Oleh karena itu penulis memilih pustaka ini guna menjadi acuan ataupun penmbahan sumber mengenai kebijakan ekonomi oleh Turki Utsmani pada negara Balkan, khusunya Bosnia.
E. Landasan Teori
Penelitian ini akan membahas mengenai kebijakan dan perkembangan ekonomi dinasti Turki Utsmani pada masa Muhammad II. Untuk mengkajinya, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi dan ekonomi. Pendektan sosiologi digunakan untuk menggambarkan interaksi sosial antar manusia. Titik fokus pada umumnya terletak pada hubungan-hubungan dan pola interaksi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan sosiologis untuk menggambarkan peran para pemimpin Dinasti turki Utsmani pada masa Muhammad II dalam memajukan ekonomi rakyat Bosnia.
Selain menggunakan pendekatan sosiologi, peneliti juga menggunakan pendekatan ekonomi. Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui bagaimana perilaku sejarah yang mempengaruhi kegiatan ekonomi, juga mengetahui bagaimana ekonomi mempengaruhi masyarakat yang didalamnya terdapat proses dan pola interaksi sosial berhubungan dengan ekonomi.
Teori yang digunakan penulis untuk menganalisis penelitian ini adalah Teori kebijakan fiskal menurut Haryadi (2014:82) bahwa kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengarahkan perekonomiansuatu negara ke arah yang lebih baik atau sesuai dengan yang diinginkan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah .
F. Metode Penelitian
Penelitian agar menjadi penelitian yang baik dan terpercaya, penulis menggunakan metode penelitian sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka. Adapun metode penelitian yang digunakan antara lain :
1.Heuristik ( Pengumpulan sumber)
Heuristik merupakan tahapan dimana peneliti mengumpulkan sumber-sumber sejarah atau jejak-jejak masa lalu. Sumber sejarah dapat dikategorikan menjadi dua yaitu, sumber primer dan sekunder. Dalam mengumpulkan sumber seperti bukti-bukti, berkas-berkas, peninggalan-peninggalan dan kesaksian-kesaksian akan dipilah mana yang menjadi sumber primer dan sekunder. Namun pada penelitian ini, penulis sebagian besar menggunakan sumber sekunder dengan mencari data dari tulisan-tulisan yang mendukung.
Adapun sumber yang digunakan penulis antara lain :
1. Prof. K. Ali, Sejarah Islam ( Tarikh Pramodern) diterbitkan oleh PT Raja Grafindo Persada pada 1997.
2. Dr. Badri Yatim, M.A , Sejarah Peradaban Islam diterbitkan oleh Rajawali PERS pada 2015.
3. Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam bagian kesatu dan dua, diterbitkan oleh PT Raja Grafindo Persada pada 1999.
2. Metode Verifikasi (Kritik Sumber)
Dalam metode ini, setelah data yang dicari terkumpul, dilakukan kritik sumber, baik kritik intern maupun ekstern yang berguna untuk menguji secara keseluruhan bagian dari tulisan yang menjadi bahan kajian.
a. Kritik Intern
Kritik intern digunakan untuk menguji kesahihan sumber degan cara menelaah isi teks dan membandingkannya dengan teks lain untuk memperoleh data yang akurat. Kritik ini berguna sebagai uji validitas sumber.
b. Kritik Ekstern
Kritik ekstren digunakan untuk mencari keantentikan sumber dari segi fisiknya baik berupa buku maupun dokumen yang meliputi berbagai aspek yaitu gaya tulisan, bahasa, kalimat, ungkapan dan semua aspek lainnya.
3. Interpretasi (Analisis Fakta Sejarah)
Interpretasi merupakan tahapan menghubungkan dan mengaitkan fakta sejarah untuk menghasilkan suatu kesatuan yang bermakna. Dalam proses ini tidak semua fakta sejarah dapat dimasukkan. Dalam langkah ini, penulis mengolah dara yang telah dikumpulkan, dipilah untuk dibagi menjadi fokus bagian dari isi tulisan dan bagian yang tidak diperlukan. Dalam prakteknya, penulis akan melakukan sintesis data baik berupa data tertulis ataupun hasil wawancara dan mengurutkannya secara kronologis dan tematis.
4. Historiografi
Historiograi adalah penulisan cerita sejarah, pemaparan atau pelaporan dari hasil penelitian dan interpretasi dengan memperhatikan cara membuat urutan peristiwa, kronologi atau urutan waktu, serta memberikan gambaran yang jelas mulai dari awal sampai kesimpulan.
Penelitian ini akan ditulis dengan metode analisis-deskriptif, menurut Sugiyono (2009) analisis-deskriptif adalah suatu metode yang befungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang terlah terkumpul sebagaimana adanya, kemudian hasil penelitian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya.
G. Sistematika Pembahasan
Untuk mepermudah pembahasan penelitian, maka hasil penelitian ini akan disusun secara sistematis dan kronologis. Pembaca diharapkan dapat memahami penelitian ini secara runtut dan komprehensif. Adapun sistematika pembahasan dalam penelitian ini adalah:
Bab I Pendahuluan merupakn gambran umum seluruh isi pembahasan dari penelitian, berisi latar belakang, batasan dan rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan. Bab ini dimaksudkan penulis sebagai gambaran umum dan landasan untuk memahami bab-bab selanjutnya.
Bab II membahas tentang kebijakan pasca penaklukan Bosnia oleh Turki Utsmani.
Bab III membahas tokoh Dinasti Turki Utsmani masa Muhammad II yang berkonstribusi pada perekonomian.
Bab IV membahas alasan mengapa terjadi peningkatan ekonomi pada masyarakat Bosnia masa Muhamad II.
Bab V adalah penutup yang berisi kesimpulan penelitian serta saran.
DAFTAR PUSTAKA
BUKU :
Ali, Prof. K, 1997 Sejarah Islam ( Tarikh Pramodern), Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Yatim, M.A, Dr. Badri,2015, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Rajawali PERS.
Ira M. Lapidus, 1999, Sejarah Sosial Ummat Islam bagian kesatu dan dua, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Abdurrahman, Dudung. 2011, Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
SKRIPSI:
Reyhan Biadillah, “Kebijakan Ekonomi Turki Utsmani (1514-1574), mahasiswa Sejarah Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Ajeng Ardinal Febriana Islamisasi Balkan Pasca Penaklukan Konstantinopel oleh Turki Utsmani 1453-1526) mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta.
ARTIKEL/JURNAL :
Shofwan Abdul Aziz “Sejarah Peradaban Ekonomi pada Masa 3 Kerajaan Besar.
https://www.maxmanroe.com/vid/finansial/pengertian-kebijakan-fiskal.html diakses pada 9 Mei 2019 pukul 12.00 WIB.

Comments
Post a Comment