Skip to main content

Perkembangan Ekonomi Martim Kerajaan Giri di Gresik Pada Tahun 1487-1660 M

Perkembangan Ekonomi Martim Kerajaan Giri di Gresik Pada Tahun 1487-1660 M, http://2.bp.blogspot.com

Pada masa pra kerajaan Giri, Jawa Kuno sudah mengenal sistem perdagangan yang terintegrasi dengan munculnya tingkat kelas dalam memproduksi makanan juga kebutuhan sehari-hari. Sejak kemunduran majapahit yang berhaluan hindu, peranan kerajaan Giri mulai berkembang sejak 1487 M. Gresik sebagai kota dagang berkembang pesat dengan munculnya dua pelabuhan utama saat itu. Dua pelabuhan ini sangat berperan penting dalam kemajuan kerajaan Giri terutama dalam bidang ekonomi. Dengan banyaknya pihak asing yang berlabuh di pelabuhan Gresik menjadikan kerajaan Giri memiliki potensi yang sangat besar dalam perekonomiannya.
Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitan ini adalah mengenai potensi perekonomian kerajaan Giri dan faktor kemajuan kerajaan Giri. Dalam peneltian ini akan digunakan pendekatan sosologis-ekonomi, adapaun teori yang akan digunakan adalah teori struktural fungsional yang dikemukakan oleh Talcottt Parsons.
Penelitian ini mengikuti metode penelitan sejarah pada umumnya, meliputi tahap-tahap sebagai berikut: Tahap Pengumpulan Sumber (Heuristik), Kritik Sumber (Verfikasi), Penafsiran (Interpretasi) dan Penulisan Sejarah (Historiografi).
Kata kunci: Ekonomi maritim, kerajaan Giri

A. Latar Belakang

Jawa Timur sebelumnya telah dikuasa Majapahit yang berhaluan Hindu, kemudian digantikan kerajaan Islam setelah meredupnya kekuasaan Majapahit. Kerajaan islam muncul di Gresik didirikan oleh Raden Paku atau sering dikenal dengan Sunan Giri, sehingga kerajaan yang didirikan Sunan Giri tersebut diberi nama Kerajaan Giri. Sunan Giri merupakan salah satu walisongo yang turut berperan dalam menyebarkan Islam di Jawa. Awal mula Sunan Giri menyebarkan islam di Jawa Timur karena pesan yang diberikan ayahnya, yakni Maulana Ishaq. Sunan Giri yang semula mendirikan pesantren untuk dakwah islamyah, dalam perkembangannya beralih fungsi menjadi pusat kekuasaan politik. Semakin banyaknya pengikut Islam di Jawa Timur terutama daerah pantai utara, maka berdirilah Kerajaan Giri menggantikan kekuasaan Majapahit. Keyakinan untuk mendirikan kekuasaan sendiri terlepas dari campur tangan Majapahit karena dukungan ekonomi dan politik.

Pada masa kerajaan ini terdapat dua fase kepemimpinan, yaitu fase pertama, pemimpinnya bergelar sunan dan fase kedua bergelar panembahan. Gelar sunan dimulai sejak Raden Paku (1487-1506 M), Sunan Dalem ( 1506-1545 M), Sunan Sedamargi (1545-1548 M) sampai Sunan Prapen (1548-1605 M). Gelar panembahan yang sebenarnya berada satu tingkat lebih rendah dibandingkan dengan sunan. Adanya perubahan gelar tersebut dipengaruhi atas campur tangan Sultan Pajang. Sedangkan kerajaan Giri masa panembahan dimulai sejak Panembahan Kaulis Guwa (1605-1616 M), Panembahan Agung (1616-1636 M) sampai Panembahan Mas Witono (1638-1660 M).
Wilayah Gresik yang berada di daerah pesisir utara Jawa, yang menggantungkan kehidupan seharai-hari sebagai nelayan maupun sebagai pedagang di pelabuhan internasional. Pertumbuhan kota dagang di Gresik tidak bisa lepas dari peran dua pelabuhan utama yang berkembang saat itu. Dua pelabuhan utama yang dimaksud adalah Pelabuhan Gresik dan Pelabuhan Jaratan.  Perkembangan yang pesat pada masa itu didukung dengan munculnya Gresik sebagai kota perdagangan laut yang paling kaya dan paling penting di seluruh Jawa abad ke-15. Dengan adanya transaksi yang diadakan oleh kapal-kapal dari Gujarat, Calicut, Bengalen, Siam, Cina dan Liu-Kiu dengan Gresik, dan perdagangan antar Gresik dan Maluku serta Banda.
Gresik sebagai kota dagang dan pelabuhan utama yang pada masanya pernah mencapai kemajuan yang pesat, sehingga peneliti ingin melakukan peneletian dengan judul “Perkembangan Ekonomi Maritim Kerajaan Giri di Gresik Pada Tahun 1487-1660 M”

B. Rumusan Masalah

Pada penelitian ini, akan diuraikan tentang perekonomian maritim pada masa Kerajaan Giri di Gresik, yang mana masa kejayaan kerajaan ini ada pada masa kepemimpinan Sunan Prapen.
Peneliti memilih lingkup antara tahun 1487-1660 M, dengan adanya permulaan awal kerajaan Giri yaitu tahun 1487 yang dipimpin Sunan Giri. Kemudian pada tahun 1660 M merupakan tahun terakhir kepemimpinan Penembahan Mas Witono.
Merujuk pada peristiwa tersebut, maka rumusan penelitian yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana keadaan ekonomi maritim kerajaan Giri tahun 1487-1660 M?
2. Siapa yang paling berperan dalam kemajuan perekonomian maritim di Gresik pada pemerintahan Kerajaan Giri?
3. Mengapa pada masa kerajaan Giri Gresik mengalami peningkatan perekonomian maritim?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan ekonomi maritime di Gresik pada masa kerajaan Giri, selain itu peneliti juga memiliki tujuan yang lainnya yaitu:
1. Untuk mendeskripsikan bagaimana kondisi perekonomian di Gresik ada masa kerajaan Giri
2. Untuk memaparkan faktor apa saja yang mempengaruhi perekonomian maritime di Gresik bias mencapai kemajuan yang pesat
3. Untuk mengenal siapakah tokoh yang paling berjasa dalam meningkatkan perekomian di Gresik masa kerajaan Giri
Selain itu, hasil dari penelitian ini juga memiliki kegunaan diantaranya:
1. Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi penelitian di bidang yang sama.
2. Memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai kondisi ekonomi maritime Gresik pada masa kerajaan Giri.

D. Tinjauan Pustaka

Dalam kajian pustaka terdahulu ditemukan beberapa hasil penelitian yang dapat dijadikan rujukan dan tinjauan untuk melengkapi sumber pembahasan terkait dengan perekonomian maritime kerajaan Giri, beberapa diantaranya adalah:

Buku yang berjudul “Kerajaan-kerajaan Islam Pertama di Jawa, Kajian Sejarah Politik abad ke-15 dan ke-16”. Yang disusun oleh Graaf H J de san Th G Pigeud. Membahas mengenai kerajaan-kerajaan pertama yang ada di Nusantara pada abad ke-15 sampai ke-16. Pada salah satu bab di buku tersebut dibahas sejarah kerajaan-kerajaan di daerah-daerah pantai utara Jawa Timur pada abad ke-16: Gresik Giri. Pada bab tersebut menjelaskan mengenai sejarah terbentuknya kerajaan Giri juga pemimpin-pemimpinnya

Skripsi yang berjudul “Pelabuhan Gresik Sebagai Proses Perdagangan dan islamsasi abad XV-XVI M” yang disusun oleh Dewi Roihanatul Hilmiyyah. Membahas mengenai gambaran umum kota Gresik, sejarah dan perkembangan pelabuhan Gresik serta proses perdagangan dan Islamisasi.

Artikel yang berjudul “Perkembangan Kerajaan Maritim Giri Kedaton Tahun 1487-1671 M” yang disusun oleh Zaenal Arifin. Membahas mengenai kerajaan Maritim Giri Kedaton juga perkembangannya. Adapun hasil penelitian tersebut adalah perkembangan kerajaan maritim Giri kedaton pada masa kesunanan dan pasca kesunanan. Sementara fokus penelitian ini adalah pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan perekonomian maritim kerajaan Giri.

Penelitian ini memiliki target pembahasan yang berbeda dengan penelitian sebelumnya, karena fokus dari penelitian ini tertuju pada posisi perekonomian maritim selama masa kerajaan Giri mulai tahun 1487 sampai akhr masa kepemimpinan pada tahun 1660 M.

E. Landasan Teori 

Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang akan berdasarkan pendekatan sosiologis dan ekonomi. Pendekatan sosiologi digunakan untuk menggambarkan interaksi sosial antar manusia.  Titik fokusnya biasa terletak pada hubungan-hubungan dan pola interaksi, bagaimana pola-pola tersebut dapat berkembang, bagaimana mereka dipertahankan dan juga bagaimana mereka berubah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan sosiologis untuk menggambarkan hubungan para pemimpin kerajaan Giri dengan rakyatnya dalam memajukan ekonomi.
Selain menggunakan pendekatan sosiologi, peneliti juga menggunakan pendekatan ekonomi. Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui bagaimana perilaku pelaku sejarah yang mempengaruhi kegiatan ekonomi, juga mengetahui bagaimana ekonomi mempengaruhi masyarakat yang didalamnya terdapat proses dan pola interaksi sosial dalam hubungannya dengan ekonomi.
Penelitian ini menggunakan teori fungsional struktural. Teori ini memandang masyarakat sebagai sebuah keseluruhan sistem yang bekerja untuk menciptakan tatanan dan stabilitas sosial. Masyarakat yang merupakan kumpulan dari individu yang tersusun dalam beberapa komponen untuk memainkan perannya masing-masing. Dalam kacamata fungsionalisme, suatu kelompok akan mencapai keberhasilan apabila mampu menjalankan perannya sebagaimana mestinya. Dalam sosiologi, beberapa institusi sosial yang dimaksud antara lain termasuk pemerintahan, masyarakat dan ekonomi. Sehingga masyarakat dan pemerintahan yang menjalankan fungsinya.
Asumsi dasar dari Teori struktural fungsionalisme ini pada dasarnya masyarakat terintegrasi atas kesepakatan anggotanya akan nilai-nilai kemasyarakatan tertentu yang memiliki daya mengatasi perbedaan pendapat dan kepentingan diantara para anggotanya, sehingga teori ini berasumsi bahwa masyarakat yang merupakan kumpulan dari sistem-sistem sosial yang atu sama lain saling berhubungan dan saling ketergantungan.  Dengan toeri ini akan memperlihatkan bagaimana hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya yang menjalankan perannya masing-masing dengan baik sehingga mampu menciptakan kelangsungan hidup yang seimbang.

F. Metode Penelitian 

1. Heuristik
Heuristik adalah sebuah kegiatan pencarian sumber untuk mendapatkan data-data sumber primer ataupun sumber sekunder.
Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan sumber-sumber yang terkait dengan ekonomi maritime Gresik pada masa kerajaan Giri:
a. Sumber primer
1. Babad Gresik
2. Serat Babad Tanah Jawi
b. Sumber Sekunder

1. Kerajaan-kerajaan Islam Pertama di Jawa, Kajian Sejarah Politik Abad ke-15 dan Ke-16, yang ditulis oleh Graaf H J de dan Th G Pigeaud.
2. Sejarah Nasional Indonesia, M. D. Poesponegoro. N. Notosusanto.
3. Sejarah Asia Tenggara, D. G. E Hall, Terj, I. P. Soewarsha dan M. Habib Mustopo.
4. Jelajah Gresik Kota Tua: Kesaksian Kota Gresik di Masa Lampau, ditulis oleh Tim Penelitih Sejarah Gresik.

2. Verifikasi
Keseluruhan sumber-sumber yang telah berhasil dikumpulkan, langkah selanjutnya harus  disaring secara kritis. Dengan melakukan penyaringan tersebut bertujuan untuk menyelaksi data, sehingga akan diperoleh fakta. Setiap data yang telah didapatkan akan dicatat dalam lembaran yang terpisah untuk memudahkan klasifikasinya berdasarkan kerangka penulisan. Dalam kritik sumber juga dilakukan dengan cara membandingkan beberapa sumber yang kemudian ditelusuri rujukan dari sumber tersebut.

3. Interpretasi
Interpretasi atau penafsiran sejarah seringkali disebut juga dengan analisis sejarah. Analisis yang berarti menguraikan dengan tujuan untuk melakukan interpretasi secara objektif. Kebanyakan analisis masih terpengaruhi oleh penulis. Maka kali ini, peneliti akan menafsirkan secara objektif terhadap peristiwa yang ada. Dengan menguraikan kembali tentang kerajaan Giri secara kronologis dan menggambarkannya secara sederhana agar mudah dipahami.

4. Historiografi
Fase terakhir dalam metode sejarah ini merupakan historiografi yaitu cara penulisan, pemaparan, atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Dalam menuliskan hasil penelitian, peneliti akan menuliskan secara objektif dan mudah dipahami oleh pembaca, dengan tetap memperhatikan kadah penulisan karya tulis ilmiah. Peneliti akan mejelaskan mulai awal pembahasan sampai bagian akhir kesimpulan. Penelitian ini akan membahas tentang “Perkembangan Ekonomi Maritim Kerajaan Giri di Gresik tahun 1487-1660 M”.

G. Sistematika Pembahasan

Pembahasan dalam penelitian ini, peneliti akan membagi atas beberapa bab, untuk sistematika pembahasan lebih lanjut sebagai berikut:
Bab I, merupakan pendahuluan yang berisi tentang garis besar penelitian, termasuk didalamnya mencakup latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, landasan teori, metode penelitian dan sistematika pembahasan. Melalui bab ini, akan diungkapkan gambaran umum tentang seluruh rangkaian penulisan penelitian.
Bab II, membahas mengenai keadaan ekonomi maritim kerajaan Giri di Gresik tahun 1487-1660 M. Peneliti akan mulai memaparkan dari sejarah singkat kerajaan Giri, kemudian menjelaskan bagaimana perkembangan perekonomian di Gresik pada saat itu.
Bab III, membahas peran Sunan Prapen yang pada masa kepemimpinannya ini Gresik telah mencapai kemajuan yang sangat pesat dalam bidang ekonomi..
Bab IV, pada bab ini akan memaparkan factor apa saja yang telah menjadi pendorong kemajuan ekonomi di Gresik.
Bab V, bab penutup yang berisikan kesimpulan dan penegasan dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya. Kemudian kritik dan saran, baik kepada obyek penelitian maupun kepada penulis sendiri. Pada bab ini juga akan dipaparkan kekurangan-kekurangan dan kesulitan penelitian. Sehingga apabila ada penelitian lebih lanjut akan memperbaiki kekurangan tersebut.


Daftar Pustaka

A. Artikel

Arifin, Zaenal. “Perkembangan Kerajaan Maritim Giri Kedaton tahun 1487-1681 M”. Jurnal Widyaloka IKIP Widya Darma. Volume. 4. Nomor. 2. 2017: 150-159.

B. Buku

Damsar. 2015. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Prenadamedia Group.

Graaf, H. J. de dan Th. G. Th. Pigeaud. 1986. Kerajaan-kerajaan Islam Pertama di Jawa, Kajian Sejarah Politik abad ke-15 dan ke-16. Jakarta: PT Pustaka Grafitipers.

Wagiyo, dkk. 2012.  Teori Sosiologi Modern.  Tanggerang Selatan: Universitas Terbuka.

C. Skripsi

______, Sejarah Giri-Gresik saat Kepemimpinan Sunan Giri. Surabaya: Universitas Negeri Sunan Ampel.

______, Sejarah Kerajaan Giri Kedaton dan Kabupaten Tandes. Surabaya: Universitas Negeri Islam Sunan Ampel.


Baca Juga:  Organisasi Al-Amin di Yogyakarta

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Pembacaan Barzanji ( Mabbarsanji) di Kalangan Masyarakat Bugis Kelurahan Unjung Kabupaten Soppeng (Studi Living Hadis)

Tradisi Pembacaan Barzanji ( Mabbarsanji) di Kalangan Masyarakat Bugis Kelurahan Unjung Kabupaten Soppeng (Studi Living Hadis), blogspot.com A. LatarBelakang   Agama yang merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat, yang menjadi kercayaan dan juga menjadi bagian dari kebudayaan yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Aspek religious pada pola keberagaman setiap pemeluk agama akan menimbulkan respon untuk melakukan ajaran itu dan   sebisa mungkin membumikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam agama Islam al-Qur’an memiliki kedudukan tertinggi sebagai pedoman hidup, yang mengatur seluruh aspek kehidupan baik hubungan sosial maupun antara hamba dengan TuhanNya. Umat Islam meyakini bahwa Muhammad saw sebagai Rasul terakhir yang dijadiakan pedoman dalam kehidupan sehari-hari (perbuatan, perkataan, maupun penetapan Nabi sebagai pedoman kedua setelah al-Qur’an) yang di sebut Hadis. Namun, adanya pergeseran pand...

Penyerangan Pasukan Sultan Agung ke Batavia 1628-1629

Penyerangan Pasukan Sultan Agung ke Batavia 1628-1629, https://www.an-najah.ne ABSTRAK PENYERANGAN PASUKAN SULTAN AGUNG KE BATAVIA TAHUN 1628-1629 Sultan Agung atau yang mempunyai nama asli yaitu Raden Mas Jatmika, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Mas Rangsang adalah Raja ketiga Mataram, pengganti  Panembahan Hanyakrawati atau yang masyhur dengan nama Panembahan Seda Ing Krapyak yang meninggal pada saat berburu kijang di hutan Krapyak.Pada saat berkuasa di Mataram, Sultan Agung mempunyai beberapa keinginan diantaranya yaitu menyatukan seluruh Jawa dibawah kekuasaan mataram dan mengusir Kompeni (VOC). Pada tahun 1614 menyerang Surabaya,Setelah ditaklukannya Surabaya, Sultan Agung Memutuskan penyerangan ke Batavia. Dalam penyerangan ke Batavia Sultan Agung selalu gagal dalam menaklukan batavia walaupun sudah menyerang dua kali yaitu tahun 1628 dan 1629. Dalam penelitian ini tercantum rumusan masalah yaitu Bagaimana latar belakang penyerangan pasukan...

Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Turki (Sulaimaniyah) di Sleman Yogyakarta (2007-2018 M)

Ponpes Sulaimaniyah, uiccijogja.org SEJARAH PERKEMBANGANPONDOK PESANTREN TURKI (PONDOK PESANTREN SULAIMANIYAH) DI SLEMAN YOGYAKARTA(2007-2018) M Abstrak Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam nonformal dan tertua yang lahir di Indonesia. Terdapat ribuan pondok pesantren yang ada di Indonesia, baik pondok modern ataupun tradisonal. Salah satu pondok modern yaitu Pondok Pesantren Sulaimaiyah di Sleman Yogyakarta. Pondok Pesantren Sulaimaiyah merupakan cabang dari IFA ( Internasional Fraternity Asosiation ) atau Yayasan Persaudaraan Internasional di Turki. Hal ini menarik untuk diteliti mengingat pondok pesantren merupakan lembaga yang lahir di Indonesia, sedangkan pondok pesantren Sulaimaniyah berasal dari Turki. Karena merupakan cabang dari pondok pesantren Turki maka memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari pondok-pondok yang ada di Indonesia pada umumnya. Adapun perbedaannya terletak pada sistem pengajaran yamg mendapat kontrol dari pusat di ...