Skip to main content

Organisasi Al-Amin di Yogyakarta Tahun 1988-2018

Al-Amin Yogyakarta, http://www.rabithah-alawiyah.org
A. Latar Belakang Masalah 
Hampir di seluruh penjuru Indonesia bisa ditemukan komunitas-komunitas yang mempunyai ciri khas dan eksistensinya masing-masing. Komunitas tersebut bersatu atas adanya motif dan latar belakang yang melatar belakangi mereka untuk bersatu, baik iku karena tujuan, dan keturunan,yang sama atau pun tujuan lainya. Seperti halnya komunitas Arab yang ada dan berkembang di Indonesia sampai saat ini. 
Orang Arab yang ada di Indonesia sebagian besar berasal dari Hadramaut atau biasanya dikenal dengan sebutan Hadrami yang merupakan salah satu provinsi di Yaman bagian selatan. Keadatangan kaum Arab Hadrami ke Nusantara yaitu pada akhir abad XVIII. Pemberhentian mereka yang pertama adalah Aceh, kemudian  mereka lebih memilih pergi ke Palembang dan Pontianak.   
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam proses kedatangan kaum Arab Hadrami ke Indonesia, yaitu adanya konflik internal di dalam masyarakat Yaman sendiri. Dan tidak adanya sumber daya alam yang memadai di daerah asalnya.  Sumber lain juga mengatakan bahwa masyarakat Hadramaut memiliki tradisi berpetualang guna memperbaiki hidupnya disamping juga berdakwah.  
Salah satu pendapat yang menguatkan bahwa motivasi hijrah dan berdakwah lebih dominan berasal dari Muhammmad Hassan al-Aydrus seorang pengajar sejarah di Universitas Emirat Arab. Ia mengatakan bahwa tujuan hijarah syarif Hadramaut adalah menyebarkan dakwah Islamiyah.  Sedangkan menurut Berg bahwa tidak mungkin kedatangan mereka itu ke Nusantara untuk menyebarkan Islam semata-mata, karena berdagang merupakan tujuan mereka lainya. Hal ini didukung oleh Mobini Kesheh yang mengatakan bahwa gelombang utama awal migrasi kaum Hadrami ke Asia Tenggara terjadi pada paruh akhir abad 18.  Komunitas Arab awalnya menetap di kota-kota pesisir pantai Indonesia. 
Mereka mula-mula membuat perkampungan di sekitar wilayah kota pantai. seperti di Batavia, Cirebon, Tegal, Pekalongan Semarang, Surabaya, Bangil, Banyuwangi, Palembang, Siak, Pontianak dan Banjarmasin.  Daerah-daerah tersebut merupakan perkampungan awal yang mereka tempati. 
Kota-kota yang mereka tempati di atas merupakan kota-kota penting pada masa Hindia Belanda. Kebanyakan mereka yang menetap mencari mata pencahariannya dengan cara berdagang dan lain-lain. Di samping itu mereka yang berdagang juga berdakwah menyebarkan agama Islam, fakta sejarah menyebutkan bahwa orang Arab yang datang ke Indonesia mayoritas merupakan keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Maka tidak heran jika mereka berdagang sambil menyebarkan agama Islam, karena mereka merupakan keturunan dari Nabi atau biasa di panggil dengan sebutan sayyid,  Habib (Laki-laik) dan Syarifah (Perempuan). Pada masa awal mereka juga mendirikan organisasi seperti Jamiah Khair dan AL-Irsyad, komunitas ini sekarang bisa kita jumpai di kota Yogyakrta. 
Komunitas Arab di Yogyakarta sudah melalui proses sejarah kedatangan yang panjang. Sejarah menyebutkan bahwa komunitas Arab masuk ke Yogyakarta sekitar akhir abad ke-18. Yang di dominasi oleh pedagang dan cendikiawan muslim, bisa dikatakan bahwa komunitas Arab yang ada di Yogyakarta sedikit lebih muda dari komunitas yang ada di kota-kota pesisir yang ada di Indonesia, karena kebanyakan mereka yang masuk ke Yogyakarta berasal dari kota-kota seperti solo, pekalongan, tegal, semarang dan lain-lain. Komunitas keturunan Arab di Yogyakarta berbeda dengan kota-kota lainya, karena mereka tidak tinggal dalam satu perkampungan seperti di Solo, Surabaya dan kota-kota di Indonesia lainya, bahkan bisa dikatakan komunitas Arab di Yogyakarta mempunyai ciri khas yang membedakan mereka dengan lainnya. Kini eksistensi sosial budaya mereka bisa di lihat dari aktifitas sehari-hari. 
Salah satu eksistensi mereka bisa dilihat dari kegiatan sosisal keagamaan di Yogyakarta dengan adanya organisasi-organisasi yang menjadi wadah mereka untuk bersilaturahim. Menurut S.P. Hasibuan organisasi merupakan alat atau wadah tempat melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.  secara tidak langsung memperlihatkan eksistesi mereka, salah satunya adalah organisasi Al-Amin. 
Al-Amin berdiri di Yogyakarta pada tahun 1988 M, didirikan oleh Syarifah Nur Wulan Ba’abud dan sahabat-sahabatnya, merupakan organisasi sosial keagamaan para keturunan komunitas Arab muda  yang ada di Yogyakarta, al-amin sendiri merupakan singkatan dari (Angkatan Muda Islam Nusantara), oleh karena itu anggota dari organisasi tersebut hanya yang berusia muda atau masih menempuh pendidikan di Yogyakarta dari SMA, Perguruan Tinggi baik itu laki-laki maupun perempuan atau biasa disebut dengan organisasi Sayyid, habaib dan Syarifah muda. Sekarang organisasi Al-Amin mempunyai visi misi, dan program kerja yang jelas.  Mempunyai bermacam-macam program kerja mulai dari mingguan, bulanan, dan tahunan. Sebelum tahun 1988 perkumpulan para keturunan komunitas Arab muda di Yogyakarta ini sudah ada namun belum resmi menjadi organisasi, Baru pada tahun 1988 resmi menjadi organisasi. Awalnya organisasi ini hanya menjadi wadah silaturahmi antar keturunan Arab yang ada di Yogyakarta saja. Seiring berjalanya waktu dan pergantian kepemimpinan organisasi ini mengalami priode-  priode sejarah dan sempat mengalami pasang surut hingga akhirnya bangkit lagi.  
Sebelum bangkit lagi seperti yang bisa dilihat sekarang, organisasi Al-Amin mengalami perkembangan dan perubahan, seperti bentuk organisasi, visi, misi, kegiatan dan lain-lain. Tidak hanya itu, organisasi al-amin juga sempat mengalami priode kevakuman. Tercatat pada akhir tahun dekade 90.an Al-Amin mengalami priode kevakum, ada beberapa faktor yang melatatar belakangi kevakuman tersebut seperti para pemimpin Organisasi Al-Amin telah lulus dan kembali ke kampung halaman serta para anggota yang tidak melakukan regenerasi ke-organisasian (pengkaderan), priode kevakuman ini berlangsung sekitar 5 tahunan baru pada awal 2000.an tepatnya pada tahun 2006 Al-Amin bangkit lagi dan berbenah diri menuju organisasi yang lebih baik. 
Organisasi keturunan Arab muda (Al-Amin) di Yogyakarta mempunyai ciri khas tersendiri yang membedakan antara keturunan Arab muda yang ada di kota lainya. Kebanyakan organisasi keturunan Arab muda yang ada di kota-kota lainya seperti; Cirebon, Solo, Medan dan sebagainya, pendiri dan anggotanya merupakan putra asli daerah tersebut bukan pendatang. Sedangkan keturunan Arab muda yang ada di Yogyakarta didirikan oleh pendatang dan kebanyakan anggotanya pun pendatang dari seluruh penjuru Indonesia. Oleh karena itu, merupakan salah satu keunikan dari organisai keturunan Arab muda di Yogyakarta. Yang membuat penelitian ini layak dan menarik untuk di kaji lebih lanjut. 
Berdasarkan uraian-uraian diatas maka pokok permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah untuk melihat sejarah latar belakang dan motif berdirinya organisasi Al-Amin? serta perkembangan organisasi Al-Amin di Yogyakarta tahun 1988-2018?. Dengan mencoba melihat lebih jauh, Organisasi keturunan Arab muda  (Al-Amin) dalam hal kegiatan, apa yang dilakukan dari tahun ke tahun dan perubahan apa yang di lakukan dalam menghadapi transisi perubahan zaman. 

B. Batasan dan Rumusan Masalah  
Fokus penelitian ini adalah motif berdiri dan perkembangan Organisasi Keturunan Arab Muda (Al-Amin) di Yogyakarta Tahun 1988-2018. tahun 1988 sebagai batasan awal dari penelitian ini karena Organisasi Al-Amin awal didirikan pada tahun tersebut. tahun 2018 menjadi batasan terakhir sebab  pada tahun tersebut Organisasi Al-Amin berusia 30 tahun serta mengalami dinamika perkembangan yang cukup pesat maka peneliti merasa perlu untuk melihat perkembangan yang terjadi.  
Berdasarkan batasan tersebut, maka peneliti mengambil rumusan masalah sebagai berikut: 
1. Bagaimana latar belakang berdirinya Organisasi Al-Amin di Yogyakarta? 
2. Bagaimana perkembangan Organisasi Al-Amin di Yogyakarta? 
3. Bagaimana kontribusi Organisasi Al-Amin di Yogyakarta? 

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 
Penelitian terhadap permasalahn ini dilakukan dengan tujuan: 
1. Mendeskripsikan latar belakang berdirinya Organisasi Al-Amin di Yogyakrta.
2. Menjelaskan sejarah dan perkembangan Organisasi Al-Amin di Yogyakrta.
3. Menjelaskan kontribusi Organisasi Al-Amin di Yogyakarta 
Adapun Kegunaan dari penelitian ini sebagai berikut:
1. Memotivasi para sejarawan muslim yang akan meneliti sejarah Islam, terutama sejarah sosial mengenai organisasi keturunan Arab di Yogyakarta.
2. Diharapkan penelitian ini dapat berguna sebagai acuan penelitian selanjutnya maupun rujukan penulisan yang lain  dan dalam bidang ilmu kesejarahan dan kebudayaan Islam maupun umum pada khususnya.
3. Memberikan informasi dan data historis bagi para pembaca serta sebagai bahan kajian atau rujukan untuk penelitian selanjutnya.

D. Tinjauan Pustaka 
Menurut pengamatan peneliti sejauh ini belum ada tulisan yang mengangkat dalam bentuk buku atau penelitian lainnya baik skripisi, tesis ataupun disertasi yang membahas khusus tentang sejarah berdirinya Organisasi Al-Amin Yogyakrta serta dinamika yang terjadi dalam perkembangannya. Adapun tulisan yang di temukan hanya ulasan-ulasan singkat. Sehingga untuk mendukung tulisan ini peneliti menggunakan beberapa literature yang terkait tentang sejarah komunitas keturunan Arab di Yogyakarta. Agar dapat mengetahui letak perbedaan dari penelitian yang dilakukan saat ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya, diantaranya: 
 Pertama, buku Sejarah Komunitas Bangsa Arab di Yogyakarta Abad ke XX karya Fatiyah, MA diterbitkan di Yogyakarta pada tahun 2016. Buku tersebut mengupas tentang sejarah datangnya keturunan Arab di Yogyakarta abad ke-20. Keturunan Arab sebagai pendatang tetap berusaha mempertahankan identitas kelompoknya. Secara sosial mereka dapat melebur dan mengkombinasikan berbagai unsur budaya ke dalam kehidupan mereka. Karya ini memiliki kesamaan  dengan tema yang akan diteliti oleh peniliti yakni terkait dengan komunitas keturunan Arab di Yogyakarta. Perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah pada objek penelitiannya. Buku Fatiyah objek kajiannya terkait keseluruhan komunitas Arab yang ada di Yogyakarta, meliputi identitas, sosial, dan budaya sedangkan penelitian ini pada sejarah dan perkembangan organisasi Keturunan Arab Muda yaitu; Al-Amin. 
Kedua, tesis, yang ditulis oleh Dewi Ulya Rifqiyati, “Dinamika Perkawinan Endogami Pada Keturunan Arab di Yogyakarta”. Tesis ini membahas tentang pernikahan endogami di Antara keturunan Arab di Yogyakarta. Hasil penelitianya disebutkan bahwa perkawinan keturunan Arab di Yogyakarta yang endogami mulai mengarah ke eksogami. Kesamaan dari penelitian tersebut adalah terletak di objek pnelitianya yang sama-sama meneliti komunitas keturunan Arab di Yogyakarta. Perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu pada objek kajian berupa sejarah perkembangan Organisasi Al-Amin Yogyakarta.  
 Ketiga, skripsi yang berjudul “Manajemen Organisasi Rabithah Alawiyah Yogyakrta 2016. Skripsi tersebut ditulis oleh M, Fadlil Adhim, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Jurusan Manajemen Dakwah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2017. Karya ini memiliki kesamaan dalam pembahasan tentang Organisai keturunan Arab di Yogyakarta. Namun perbedaanya terletak dalam objek pembahasannya serta latar belakangnya. Dalam karya tersebut lebih berfokus pada manajemen organisasianya. Sedangkan penilitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah cenderung pada kajian historis, organisasi (Al-Amin) keturunan Arab di Yogyakarta. 
Keempat, jurnal yang ditulis Pipit Widiatmaka, Agus Pramusinto, dan Kodiran berjudul “Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Membangun Karakter Pemuda dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Pemuda (Studi Pada Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah)” diterbitkan oleh jurnal.ugm.ac.id pada tahun 2015. Jurnal ini berisi tentang peran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo dalam membangun karakter pemuda dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi pemuda. Kesamaanya terletak pada kaum pemuda yang menjadi objek pembahasan, sedangkan perbedaanya terletak dalam tempat penelitian dan pemuda yang berbeda. 
Kelima, Tesis yang ditulis oleh Muhammad Choirul “Metode Pembentukan Karakter Pemuda Islam di Kabupaten Blitar Jawa Timur melalui Ja’far Mania Community” diterbitkan oleh uinsby.ac.id pada tahun 2017. Tesis ini berisi tentang pembentukan karakter pemuda Islam di Kabupaten Blitar dengan mengunakan metode pembiasaan,nasehat,metode musik rebana dan metode penokohan.
Keenam, Jurnal yang ditulis oleh Nunung Nuryanto dan Pataporn Sukontamarn “Islamic Women’s Organization in Indonesia: Characteristics, Activites, and Geoverment Fuding” diterbitkan oleh web.ipb.ac.id pada tahun 2010. Jurnal ini berisi tentang karakteristik, aktifitas dan pendanaan pemerintah organisasi perempuan yang ada di Indonesia, hasil penelitian menjelaskan bahwa setiap organisasi mempunyai karakteristik, aktifitas dan pengolaan dana. Dana dari pemerintah tidak pasti terkadang ada dan tidak ada, aktifitas mereka di tuangkan dalam kegiatan organisasi.
Dari uraian diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa penulisan tentang sejarah dari Organisasi Al-Amin Yogyakrta masih belum ada. Peneliti mengakui meski ada  beberapa kesamaan terutama tentang Organisasi keturunan Arab di Yogyakrta. Akan tetapi, keterangan yang dibahas sangatlah berbeda terakit fokus dan tema penilitian, sehingga memberi peluang bagi peneliti untuk dapat menuliskan sejarah Organisasi Al-Amin Yogyakrta. 

E. Landasan Teori 
Teori adalah penjelasan dari beberapa gejela dan berisis tentang prinsipprinsip yang menggambarkan hubungan yang teramati antar gejala tersebut. Dengan kata lain, teori berusaha menggambarkan kenyataan-kenyataan. Teori merupakan simplifikasi dan generalisasi dari gejala-gejala atau kenyataankenyataan.   
Guna mengkaji perkembangan organisasi keturunan Arab muda Al-Amin Yogyakarta, peneliti menggunakan pendeketan sosiologis, yaitu melihat sebuah gejala dari segi aspek sosial yang mencakup hubungan sosial, interaksi, jaringan hubungan sosial, yang keseluruhannya mencakup ranah dimensi sosial kelakuan manusia. Segala macam bentuk tindakan yang mencakup relasi antar individu diungkapkan secara tepat dengan melihat dimensi sosial perlakuan orang seperti yang terwujud sebagai gejala.  Melalui pendekatan sosiologis penulis berusaha untuk mengungkapkan permasalahan penelitian terkait perkembangan Organisasi Keturunan Arab Muda Al-Amin Yogyakarta. 
  Teori yang diganakan dalam penelitian ini adalah teori kesadaran kolektif. Masyarakat terintegrasi karena adanya kesepakatan di anatara anggota masyarakat terhadap nilai-nilai kemasyarakatan tertentu. Nilai-nilai kemasyarakatan oleh Durkheim disebut dengan kesadaran kolektif (Collective Conciousness). Kesadaran kolektif ini berada di luar individu (exterior), namun memiliki daya pemaksa terhadap individu-individu sebagai anggota masyarakat.  Dengan kata lain, kesadaran kolektif adalah suatu konsesus masyarakat yang mengatur hubungan sosial di antara anggota masyarakat yang bersangkutan.  Kesadaran kolektif tersebut bisa berwujud aturan-aturan moral, aturan-aturan agama, aturan-aturan tentang baik dan buruk, luhur dan muliah, dan sebagaimana. Kesadaran kolektif  juga merupakan salah satu wujud dari fakta sosial yang berkaitan dengan moralitas bersama   
Dalam pandangan Islam, organisasi merupakan suatu kebutuhan. Organisasi berarti kerjasama, organisasi tidak diartikan semata-mata sebagai wadah. Pengertian organisasi sebagai proses yang dilakukan bersama, dengan landasan yang sama, tujuan yang sama, dan juga dengan cara yang bersama-sama.   
Menurut Hodge dan Anthony, teori organisasi adalah sekelompok konsep, prinsip-prinsip, dan hipotesis yang digunakan untuk menjelaskan komponenkomponen organisasi dan bagaimana komponen-komponen tersebut berprilaku.  
Menurut Jones menyatakan bahwa teori organisasi adalah studi tentang bagaimana organisasi dan bagaimana organisasi memengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan sekelilingnya. TO akan membantu praktisi dan teoritis organisasi dalam menganalisis kegiatan organisasi, bagaimana organisasi harus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Pengetahuan tentang TO akan membantu dalam dalam menganalisis struktur dan budaya organisas, mendiagnosis masalah, memanfaatkan proses desain organisasi dan membuat penyesuaianpenyesuain yang akan membentuk organisasi dalam mencapai tujuannya. Lebih lanjut Jones menyatakan bahwa bahasan TO, meliputi tiga bahasan besar, yaitu struktur organisasi, desain organisasi, dan budaya organisasi.  
Berdasarkan penjelasan di atas peneliti beranggapan bahwa kedua teori tersebut dirasa mampu untuk membantu peneliti dalam penelitian ini. Karena kedua teori tersebut mengidentifikasikan atas beberapa fakta yang ditemukan di lapangan sejauh ini. Teori kesadaran kolektif mengarah kepada motif atau latar berdirinya Organisai Keturunan Arab Muda Al-Amin Yogyakarta, sedangkan pengunaan teori organisasi mengarah kepada organisasi keturunan Arab muda Al-Amin Yogyakarta yang sekarang sudah mencirikan ciri-ciri sebagai suatu organisasi. Penerapan kedua teori tersebut peneliti telah memilah dan memilih serta mempertimbangkan dengan matang bahwa kedua teori tersebut dipilih untuk membantu penelitian ini.  

F. Metode Penelitian 
Penulisan sejarah adalah suatu rekonstruksi masa lalu yang terikat pada prosedur ilmiah.  Suatu penelitian dilakukan karena ingin mengetahui suatu permasalahan yang melatar belakanginya. Permasalahan itu sendiri adalah suatu kesenjangan antara apa yang seharusnya (das sollen) dengan yang senyatanya (das sain).  Sejarah sebagai ilmu mempunyai metode dalam menghimpun data sampai menjadikan dalam bentuk cerita ilmiah, karena bentuk studi dan bentuk penelitian ini bersifat sejarah, maka metode yang digunakan adalah metode sejarah yaitu proses pengumpulan data kemudian menafsirkan suatu gejala peristiwa atau gagasan yang timbul di masa lampau.  Adapun langkah-langkah dalam metode penelitian sejarah adalah sebagai berikut: 
1. Heuristik (pengumpulan sumber) 
Heuristik adalah  cara untuk mengumpulkan data sebagai sumber sejarah. Dalam hal ini peneliti akan mengumpulkan sumber-sumber baik lisan maupun tulisan. Sumber lisan diperoleh dari serangkaian wawancara (interview) yakni mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden atau informan. Wawancara dilakukan dengan menggunakan dua cara yakni wawancara bebas dan terstruktur. Wawancara bebas adalah wawancara yang dilaksanakan tanpa aturan atau kerangka-kerangka tertentu yang telah dipersiapkan sebelumnya. Wawancara dilakukan dengan cara spontan dengan tanpa disadari oleh informan sehingga hampir sama dengan free talk (pembicaraan biasa).  Untuk menambah informasi wawancara juga dilakukan dengan perangkat desa serta tokoh tetua desa untuk mewakili masyarakat yang tinggal disekitar kantor sekertariat oraganisasi al-amin. Sedangkan sumber tertulis yang dikumpulkan berupa arsip yang tidak ditertbitkan untuk umum dan hanya untuk organisasi 
2. Verifikasi. 
Setelah tahapan heuristik, penulis melakukan kritik terhadap sumber untuk mandapatkan keabsahan suatu sumber.  Dalam proses ini penulis menyeleksi apakah data tersebut akurat atau tidak baik dalam segi bentuk                                       maupun isinya, sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Bila sumber itu merupakan sumber tertulis, maka perlu diteliti dari segi fisik dan isinya. Apabila sumber itu dari sumber lisan, maka peneliti mencari informasi yang tidak hanya pada satu saksi, artinya sumber lisan harus didukung oleh saksi berantai . Dengan langkah ini diharapkan dapat diperoleh data yang falid dan kredibel, yaitu penelusuran yang berdasarkan proses-proses dalam kesaksian 
3. Interpretasi 
Penafsiran sejarah atau disebut juga dengan analisis sejarah adalah tahap yang dilakukan setelah semua data yang terkumpul kemudian diverifikasi. Analisis sejarah dilakukan untuk mensintesiskan atas sejumlah fakta atau data informasi yang diperoleh dari sumber-sumber sejarah.  Untuk memudahkan pemahaman maka dari itu penulis menggunakan pendekatan sosiologi dan teori kesadaran kolektif serta teori organisasi untuk dapat menganalisis terkait dengan dinamika yang terjadi di Organisasi AlAmin Yogyakrta, serta pengaruhnya terhadap lingkungan disekitarnya dengan menafsirkan data-data yang telah didapat yang berkaitan dengan tema penelitian ini. 
4. Historiografi 
Historiografi merupakan tahapan paling akhir dari seluruh proses penelitian sejarah. Data yang telah dikumpulkan, diverifikasi, ditafsirkan dan mencapai tahap kesimpulan, kemudian disusun secara kronologis dan sistematis dalam bentuk laporan hasil penelitian.  

G. Sistematika Pembahasan 
Bagian ini adalah bentuk kerangka isi dan alur logis penulisan karya tulis yang disertai dengan pemaparan penulis mengenai susunan tat urutan bagian-bagian skripsi. Berikut ini adalah penjelasan singktan mengenai isi karya tulis ini, yang dibentuk menjadi lima bab.  
  Bab pertama, berisi pendahuluan yang meliputi: (1) Latar Belakang Msalah, (2) Rumusan masalah digunakan untuk memepertegas pokok-pokok masalah, (3) Tujuan dan Kegunaan menejelaskan letak pentingnya penelitian ini, (5) Landasan Teori sebagai acuan teori yang selanjutnya digunakan untuk menjawab rumusan masalah usulan penelitian yang menjadi fokus pembahasan kajian. Bab ini berisi latar belakang masalah, (6) Metode Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui cara, pendekatan, dan langkah-langkah penelitian yang dilakukan, dan (7) Sistematika Pembahasan untuk memberikan gambaran umum mengenai substansi penelitian secara istematis, logis, dan korelatif. 
  Bab kedua berisi tentang latar belakang berdirinya Organisasi Al-Amin Yogyakarta. Bab ini mempunya fungsi memberikan gambaran umum tentang  Organisasi Al-Amin Yogyakrta. 
 Bab ketiga merupakan inti tentang objek penelitian ini. Bab ini berisikan tentang sejarah perkembangan Organisasi Al-Amin Yogyakarta, pada waktu itu, dan biografi pendirinya serta peran beliau. 
  Bab keempat merupakan lanjutan dari bab sebelumnya yakni terkait peran dan kontribusi Organisasi Al-Amin Yogyakrta. Bab ini berisikan tentang Kontribusi Al-Amin dalam Bidang sosial keagamaan.  
  Bab kelima merupakan penutup dari penelitan ini yang berisi tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan ini berfungsi sebahgai jawaban atas permasalahan dalam penelitian ini. Sedangkan saran berisi saran-saran sebagai bagian akhir dari skripsi. 



DAFTAR PUSTAKA
Buku-buku:
Abdurahman, Dudung .Metode Penelitian Sejarah Jakarta: Logos. 1999
________ Pengantar Metode Penelitian Sejarah Yogyakarta: Kurnia Alam Semesta. 2003.

________, Metode Penelitian Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta. 2003.
Melayu, Hasibuan. Manajemen: Dasar, Pengertian dan Masalahan. Jakarta; Bumi Aksara, 2001
Fatiyah. Sejarah Keturunan Arab di Yogyakarta Abad XX Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama. 2016

Van den Berg. LWC. Hadramaut dan Koloni Arab di Nusantara. Jakarta: INIS. 1989.
Gotschalk, Louis. Mengerti Sejarah, terj. Nugroho Notosusanto.Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press). 1985.

Hafidhuddin Didin, Manajemen Syari’ah dalam Prakti, Yogyakarta: LKis. 2018.
Kartodirdjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum. 1992.

Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya. 1995.
Purwanto, Agus Joko. Teori Organisasi. Banten: Universitas Terbuka, 2014.

Yatim, Badri. Historiografi Islam Jakarta: Logos. 1995

Arsip:
Arsip Program Kerja Al-Amin Yogyakarta. Priode 2018-2019. Tidak diterbitkan.
Wawancara:
-Hasil wawancara dengan Habib Hafid Al-Attas dan Kawan-kawan tanggal 16 bulan Maret 2019.
Internet:
Pipit Widiatmaka. Agus Pramusinto. Kodiran. “Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Membangun Karakter Pemuda dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Pemuda (Studi Pada Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah). http://www.jurnal .ugm.ac.id. diakses pada 29 April 2019.
“Sayyid”. http//www.wikipedia.org. diakses pada 19 Mei 2019.
Nunung Nuryanto. Pataporn Sukontamarn. “Isamic Women’s Organization in Indonesia: Characteristic, Activities, and Geoverment Funding” http://www. web.ipb.ac.id diakses pada 20 Mei 2019.
   
DAFTAR ISI 
HALAMAN JUDUL ...............................................................................................  
ABSTRAK .............................................................................................................. i 
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang masalah 1
B. Batasan dan Rumusan Masalah 5
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 6
D. Tinjauan Pustaka 6
E. Landasan Teori 9
F. Metode Penelitian 11
G. Sistematika Pembahasan 13

BAB II ORGANISASI KETURUNAN ARAB MUDA AL AMIN ...............  
A. Sejarah Berdirinya Organisasi Al-Amin ..................................................  
B. Tokoh Pendiri Organisasi Al-Amin .........................................................
C. Tujuan dan Visi-Misi Organisasi Organisasi Al-Amin ...........................

BAB III PERKEMBANGAN ORGANISASI KETURUNAN ARAB 
MUDA AL-AMIN ..............................................................................................  
A. Priode Rintisan (1988-1991) ....................................................................  
B. Priode Kevakuman (1991)-(2000) ............................................................ 
C. Priode Kebangkitan (Sekarang) (2000-2018) ..........................................

BAB IV KONTRIBUSI ORGANISASI KETURUNAN ARAB MUDA AL-
AMIN  ..................................................................................................................  
A. Internal Organisasi.................................................................................... 
B. Eksternal Masyarakat................................................................................  

BAB V PENUTUP ..............................................................................................  
A. Kesimpulan  ..............................................................................................  
B. Saran  ........................................................................................................  


Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Pembacaan Barzanji ( Mabbarsanji) di Kalangan Masyarakat Bugis Kelurahan Unjung Kabupaten Soppeng (Studi Living Hadis)

Tradisi Pembacaan Barzanji ( Mabbarsanji) di Kalangan Masyarakat Bugis Kelurahan Unjung Kabupaten Soppeng (Studi Living Hadis), blogspot.com A. LatarBelakang   Agama yang merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat, yang menjadi kercayaan dan juga menjadi bagian dari kebudayaan yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Aspek religious pada pola keberagaman setiap pemeluk agama akan menimbulkan respon untuk melakukan ajaran itu dan   sebisa mungkin membumikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam agama Islam al-Qur’an memiliki kedudukan tertinggi sebagai pedoman hidup, yang mengatur seluruh aspek kehidupan baik hubungan sosial maupun antara hamba dengan TuhanNya. Umat Islam meyakini bahwa Muhammad saw sebagai Rasul terakhir yang dijadiakan pedoman dalam kehidupan sehari-hari (perbuatan, perkataan, maupun penetapan Nabi sebagai pedoman kedua setelah al-Qur’an) yang di sebut Hadis. Namun, adanya pergeseran pand...

Penyerangan Pasukan Sultan Agung ke Batavia 1628-1629

Penyerangan Pasukan Sultan Agung ke Batavia 1628-1629, https://www.an-najah.ne ABSTRAK PENYERANGAN PASUKAN SULTAN AGUNG KE BATAVIA TAHUN 1628-1629 Sultan Agung atau yang mempunyai nama asli yaitu Raden Mas Jatmika, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Mas Rangsang adalah Raja ketiga Mataram, pengganti  Panembahan Hanyakrawati atau yang masyhur dengan nama Panembahan Seda Ing Krapyak yang meninggal pada saat berburu kijang di hutan Krapyak.Pada saat berkuasa di Mataram, Sultan Agung mempunyai beberapa keinginan diantaranya yaitu menyatukan seluruh Jawa dibawah kekuasaan mataram dan mengusir Kompeni (VOC). Pada tahun 1614 menyerang Surabaya,Setelah ditaklukannya Surabaya, Sultan Agung Memutuskan penyerangan ke Batavia. Dalam penyerangan ke Batavia Sultan Agung selalu gagal dalam menaklukan batavia walaupun sudah menyerang dua kali yaitu tahun 1628 dan 1629. Dalam penelitian ini tercantum rumusan masalah yaitu Bagaimana latar belakang penyerangan pasukan...

Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Turki (Sulaimaniyah) di Sleman Yogyakarta (2007-2018 M)

Ponpes Sulaimaniyah, uiccijogja.org SEJARAH PERKEMBANGANPONDOK PESANTREN TURKI (PONDOK PESANTREN SULAIMANIYAH) DI SLEMAN YOGYAKARTA(2007-2018) M Abstrak Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam nonformal dan tertua yang lahir di Indonesia. Terdapat ribuan pondok pesantren yang ada di Indonesia, baik pondok modern ataupun tradisonal. Salah satu pondok modern yaitu Pondok Pesantren Sulaimaiyah di Sleman Yogyakarta. Pondok Pesantren Sulaimaiyah merupakan cabang dari IFA ( Internasional Fraternity Asosiation ) atau Yayasan Persaudaraan Internasional di Turki. Hal ini menarik untuk diteliti mengingat pondok pesantren merupakan lembaga yang lahir di Indonesia, sedangkan pondok pesantren Sulaimaniyah berasal dari Turki. Karena merupakan cabang dari pondok pesantren Turki maka memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari pondok-pondok yang ada di Indonesia pada umumnya. Adapun perbedaannya terletak pada sistem pengajaran yamg mendapat kontrol dari pusat di ...