| Tradisi Pentas Seni Bulan Rajab Di Desa Mangunsari Magelang, Perspektif Hadis, i1.wp.com |
A.
Latar
belakang
Agama
merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, dengan beragama
kehidupan yang kita jalani menjadi terarah dan seimbang. Agama merupakan
kepercayaan dan kebudayaan yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Karena
dengan adanya kepercayaan itu akan menimbulkan sebuah kebudayaan. Dengan
beragama apa yang kita lakukan ini mempunyai tujuan dan alasan. Sehingga apa
yang kita lakukan ada dasae dan ladasan yang mengiringi kita dalam berkehidupan
atau bermasyarakat.
Dalam
agama Islam Al-quran merupakan sumber ajaran agama islam yang pertama atau
mempunyai kedudukan yang tertinggi, yang menjadi pedoman seluruh umat Islam
yang ada dimuka bumi ini. Al-Quran bersumber dari Allah SWT yang diturunkan
lewat malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian sumber ajaran yang
kedua adalah Hadis. Dalam hidup bermasyarakat kita tidak bisa jauh dengan kata
silaturahim atau silaturahmi. Karena kita manusia merupakan makhluk sosial yang
mana manusia satu tidak bisa hidup tanpa manusia yang lain atau manusia membutuhkan
orang lain dalam bermasyarakat. Dengan landasan manusia bukan makhluk individu
atau manusia merupakan makhluk sosial. Maka, dibutuhkannya silaturahmi.
Silaturahim
adalah menyambung atau menyatukan hubungan kekeluargaan, baik dari kerabat
dekat maupun jauh, dan kepada yang berbuat baik ataupun jahat. Adapun cara
melakukan silaturahim bersifat fleksibel. Artiya dapat dilaksanakan dengan
berbagai cara, yamg pentimg dapat ,encapai maksud dan tujuan dari silatrahmi
itu sendiri. Jadi, segala aspek baik berupa perkataan sikap, maupun perbuatan
yang dapat menyatukan dan menghubungkan antar keluarga disebut silaturahmi.
Dalam
hadis riwayat Bukhari Rasulullah mendefinisikan silaturahmi sebagai berikut:
Yang artinya:
“ dari Abdullah
bin Amr bin Ash r.a, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “ tidaklah disebut
wasil(orang yang bersilaturahmi) orang yang mebalas kunjungan atau pemberian,
tetapi yang disebut wasil adalah orang yang menyambung hubungan yang pernah
putus.”
Dari
hadis ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud bersilaturahmi adlah orang yang
memiliki inisiatif untuk menyambung hubungan kekeluargaan dengan kaum
kerabatnya yang sebelumnya pernah putus. Adapun mereka yang hanya membalas
kunjungan seseorang yang pernah mengunjunginya atau membalas pemberian
seseorang yang pernah memberinya sesuatu kepadanya, tidaklah disebut
silaturahmi.
Dalam
kehidupan bermasyarakat bahkan keseharian kita tidak pernah jauh dari kata
hiburan. Baik hiburan yang secara langsung (tatap muka) atau hiburan yang
secara tidak langsung (melalui perantara: hp, televisi, radio, internet, dll).
Hiburan memiliki berbagai macam bentuk dan jenisnya. Misalnya seni, dalam seni
pun masih terbagi menjeadi beberapa macam atau jenis seni yang ada di dunia
ini. Akan tetapi, yang akan saya bahas dalam proposal ini adalah seni tari.
Seni
tari adalah sebuah gerakkan yang berirama yang diringi dengan musik kemudian
gerakkan itu akan menjadi hiburan bagi penonton yang membuat mereka senang
untuk melihatnya. Seni tari dapat dibedakan dalam beberapa macam atau golongan.
Salah satunya yaitu seni tari yang diiringi dengan nyanyian. Dalam hal ini
berbagai macam bentuk dan jenisnya seni tari, dan berkembang secara bertahap
misalnya seni tari ini berkembang di sebuah Desa Mangunsari Windusari Magelang.
Ada beberapa jenis seni tari yang berkembang di sebuah desa tersebut.
Kegiatan
atau acara seni tari atau pentas seni tari ini dilakukan oleh masyarakat Desa
Mangunsari Windusari Magelang ini pada setiap bulan Rajab yaitu bulan ke tujuh
penggalan Hijriah atau penanggalan jawa.
Bulan ini biasa disebut dengan bulan Allah. Tradisi rutin pentas seni
ini hanya dilakukan satu kali dalam setahun. Biasanya dilakukan setiap hari
Kamis Wage pada bulan Rajab penggalan Jawa atau penanggalan Hijriah. Ketika
acara tersebut berlangsung setiap rumah pasti membuat hidangan yang banyak
untuk menyambut orang yang datang kerumah tersebut entah saudara sendara jauh
maupun saudara dekat. Dengan adanya pentas seni ini akan menyambung yang
namanya silaturahmi antar sesama, karena yang datang untuk melihat acara
tersebut bukan hanya dari desa yang mengadakan acara tersebut. Akan tetapi,
dari berbagai penjuru desa yang dekat dengan desa yang sedang melakukan acara
atau tradisi tersebut. Yang datang untuk mengahdiri atau melihat cara tersebut
dari berbagai kalangan, entah tua muda dari berbagai kalangan.
B.
Rumusan
masalah
Berdasarkan
latar belakang yang dipaparkan diatas penulis dapat menyimpulkan beberapa
rumusan masalah, yaitu:
1.
Mengapa
tradisi tersebut dilaksanakan pada bulan Rajab?
2.
Apa
pengaruh tradisi tersebut bagi masyarakat disana?
3.
Apa
maksud pentas seni pada tradisi tersebut?
C.
Tujuan
dan kegunaan penelitian
1.
Tujuan
Penelitian ini
bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai arti dari seni
tari yang tujuannya bukan hanya sekedar hiburan semata. Tetapi juga dapat
diartikan ajang untuk mempererat atau menambah tali silaturahim antar saudara
sesama maupun non muslim.
2.
Kegunaan
-
Kegunaan
penelitian ini peneliti berharap dari hasil penelitian ini dapat memnerikan
arahan kepada masyarakat untuk lebih mempererat tali silaturahim dengan adanya
acara tersebut.
D.
Telaah
pustaka
Telaah pustaka ini memiliki tujuan untuk menjadikan satu
keseluruhan ilmiah iini berguna sebagai sumber sebuah pembelajaran dengan
memberikan batasan tentang informasi yang digunakan dalam kajian ini serta
menghindari dari kesamaan judul dan karangan sebelumnya.
Living hadis ini merupakan sebuah ilmu baru yang muncul di
Indonesia. Di Indonesia frasa living hadis
pada dasarnya adlah frasa yang dipopulerkan oleh para dosen Tafsir Hadis
Uin Sunan Kalijaga dalam buku Metodologi Penelitian Living Al-Qur’an dan
Hadis (2007). Sehingga data yang ada untuk mengembangkan ilmu ini sangatlah
minim. Akan tetapi, penulis tidak akan berhenti dalam menulis karya ini
walaupun data yang dimilikinya sangatlah minim. Dalam hal ini penulis akan
memaparkan beberapa karya yang kajiannya tentang kajian livig hadis dengan
melihat beberapa aspek teori yang dipakai, sebagai berikut:
E.
Metode
penelitian
Dalam sebuah karya apabila karya tersebut akan dinilai sebagai
karya yang seutuhnya apabila karya itu menggunakan metode atau cara yang tepat
untuk meneliti sebuah kejadian. Seperti halnya dalam penelitian tradisi Pentas
seni Bulan Rajab penelitian ini memerlukan sebuah penelitian yang banyak
menggunakan analitik dan deskriptik. Sehingga karya ini akan akan digunakan
metode living hadis yang akan memudahkan penulis dalam menyusun karya ini.
Dalam penelitian ini jenis penelitian ini adalah dengan studi lapangan.
Kemudian dalam pemgambilan data dengan menggunakan metode wawancara,
dokumentasi, serta observasi atau datang langsung ke tempat yang akan penulis
teliti.
1.
Sistematika
pembahasan
Dalam sistematika pembahasan ini merupakan cara penyusunan karya yang
terdiri dari bab per bab. Kemudian akan di bagi secara garis besar menjadi lima
bab yaitu:
Bab pertama adalah
pendahuluan yang berisi latar belakang masalah yang akan diteliti, rumusan
masalah yang berisi tentang pertanyaan-pertanyan yang menyangkut latar
belakang, tujuan penelitian untuk mengetahui pentingnya sebuah penelitian,
telaah pustaka yang berhubungan dengan keaslian dari karya, kemudian metodologi
penelitian dan berlanjut dengan sistematika pembahasan.
Bab kedua adalah pada bab kedua akan dibahas apa pengaruh dari tradisi tersebut
bagi masyarakat yang melakukan tradisi tersebut maupun mayarakat yag hanya ikut
berpartisipasi dalam tradisi tersebut.
Bab ketiga adalah pada bab
ketiga ini akan dibahas mengenai hubungan antara tradisi dengan silaturahmi.
Bab ke empat adalah pada bab ke empat ini akan dibahas mengenai
hadis-hadis yang berhubungan dengan silaturahim
Bab kelima merupakan bab
terakhir yang berisi kesimpulan, saran-saran dan penutup
DAFTAR PUSTAKA
-
Fatih
Masrur, M dan Miftahul Asror 2008. “Adab Silaturahmi”. Jakarta: Arta
rivera.
-
Zuhri
Qudry, Saifuddin. 2016 “Living Hadis: Geneologi, teori, dan Aplikasi, 1(1),
179
Baca Juga: Hadis Nyayian Menurut Pemikiran Muhammad Al-Ghazali (Kajian Tematik Atas Kitab As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh wa Ahl Al-Hadits)
Comments
Post a Comment