Pemikiran Hadis Nuruddin Marbu al- Banjari al- Makki (Kontribusi Ulama Banjar dalam Kajian Hadis di Nusantara)
![]() |
| Pemikiran Hadis Nuruddin Marbu al- Banjari al- Makki (Kontribusi Ulama Banjar dalam Kajian Hadis di Nusantara), data:image |
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ranah hadis bukan hanya milik Timur Tengah
saja. Semenjak gerakan pembaruan Islam, fenomena keilmuan hadis di Nusantara mulai bertumbuh kembang.[1] Namun,
berdasarkan
catatan historis, ada sebuah “keterlambatan”
dalam kehadiran kajian hadis di Nusantara jika dugaan Islam telah sampai ke Nusantara
pada abad ke-13 M.[2]
“Keterlambatan” munculnya intelektual hadis tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah karena disiplin keilmuwan yang
hadir di tanah Nusantara terlebih dahulu
diwarnai dengan maraknya corak pembelajaran
tasawuf dan fiqih. Hal ini memang disebabkan bahwa secara historis,
Islam Nusantara pada awalnya memiliki paham yang nyufi.[3]
Sedangkan hadis
yang merupakan pemegang otoritas sumber hukum kedua setelah al-Qur’an, kehadirannya tidak seintens kajian keilmuwan
lainnya. Faktor yang kedua adalah karena relatif lambatnya
kajian hadis untuk berkembang. Hal tersebut dibuktikan
dengan baru ditemukannya literatur kajian hadis pada abad ke-17 M. Setelah itu, juga terjadi kemandekan dalam
kajian hadis selama hampir satu abad lamanya.[4]
Hadirnya
kajian hadis di Nusantara tersebut tidak lepas
perannya dengan adanya para ulama yang berdakwah mengajarkan agama. Hal tersebut didukung lagi dengan faktor banyaknya ulama yang menjadikan Timur Tengah sebagai destinasi untuk rihlat ‘ilmiyyah (menuntut ilmu) sejak abad ke-16.[5]
Aktivitas mereka menuntut ilmu ke Timur Tengah tersebut pada
akhirnya membentuk
jaringan ulama Timur Tengah.
Pengaruh keilmuwan Timur Tengah tersebut juga terjadi pada
ulama asal Kalimantan Selatan, yang selanjutnya akan
disebut dengan ulama Banjar. Masa pendidikan mereka banyak yang
dihabiskan dengan menuntut ilmu di Timur Tengah, terutama
Haramain. Pengaruh Haramain menjadi pengaruh utama
yang membentuk formasi intelektualisme Islam di Kalimantan
Selatan. Pengaruh Haramain tersebut juga sekaligus menjadi faktor
yang mendorong berkembangnya dinamisasi intelektual di
kalangan elit muslim Banjar. Oleh karena itu, literatur atau referensi keIslaman dan
corak pemikiran abad ke-18 hingga ke-20 ulama Banjar
dihiasi oleh pengaruh besar Haramain.
Hampir semua keilmuwan ulama Banjar memiliki silsilah (genealogi) atau sanad
dan juga ijazah yang bersambung dengan
ulama-ulama Haramain.[6]
Salah satu ulama kelahiran Kalimantan Selatan tersebut adalah Muhammad
Nuruddin Marbu. Dia memiliki gelar al-Banjari
dan al-Makki. Gelar al-Banjari adalah sebutan untuk ulama berdarah Banjar.
Hal ini merujuk kepada kebiasaan
orang-orang di Timur Tengah dengan membuhuhi nama seseorang dengan nama yang
diambil dari nama tempat kelahiran atau tempat
tinggalnya. Sedangkan gelar al-Makki
didapatkannya karena semenjak kecil dia telah berhijrah ke
Mekkah bersama orangtuanya yang memboyongnya serta.
Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki adalah ulama Banjar kontemporer
kelahiran 1 September 1960. Dia adalah ulama yang aktif berdakwah bukan hanya
dengan lisan, namun juga produktif menghasilkan banyak karya. Ulama satu ini,
menuntut ilmu di dua negara yang menjadi pusat kajian keIslaman, yaitu Mekkah
dan Mesir. Hingga tahun 2008, terhitung ada sekitar 65 karya tulis sendiri, 40
kitab tahqiq, dan 20 kitab terjemahan yang mayoritas berbahasa Melayu.
Dari sekian banyak karya Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki
tersebut, terdapat dua puluh satu karyanya yang berfokus pada kajian hadis.
Kitab-kitab tersebut adalah al-Walimah, Rahasia Keutamaan Shalat Subuh, Adab
al-Mushafahah, Majal al-Shadaqah fi al-Islam, Makanah al-‘Ilm wa al-‘Ulama wa
Adab al-Thalib, Ha’ula fi Shuhbah al-Mala’ikah al-Kiram ‘Alayhim al-Salam,
Ha’ula fi Sabil Allah, Ha’ula La Tamassuhum al-Nar Yawm al-Qiyamah, Ha’ula
Hallat Lahum al-Syafa’ah, Ha’ula Lahum Buyut wa Qushur fi Jannah, al-‘Ibar fi
Badh’ Mu’jizat Khayr al-Basyar, Isra Mi’raj; Permasalahan, Tantangan, dan
Dakwaan serta Jawabannya, al-Tamassuk bi al-Kitab wa al-Sunnnah, al-Yaqin, al-Awa’il
wa al-Awakhir wa al-Asanid, Asma’ al-Thalib bi Ba’dh Ahadits Sayyidina ‘Ali bin
Abi Thalib, al-Kawakib al-Duri min Hadits Abi Sa’id al-Khudri, Faydh al-Ilah
min Ahadits al-Jabir bin ‘Abd Allah, al-Jawahir al-Hisan min Ahadits Sayyidina
‘Utsman bin ‘Affan, Arba’un Haditsan min Arba’in Kitaban fi al-Hadits, dan
al-Haditsah al-Musalsalah.[7]
Melihat banyaknya karya dan kompetensi keilmuwannya dalam kajian hadis,
maka dalam penelitian ini akan dibahas pemikiran hadis Muhammad Nuruddin Marbu
al-Banjari al-Makki. Hal ini juga sebagai upaya untuk memperkenalkan sosok
ulama lokal agar lebih dikenal di kalangan luas, khususnya di kalangan sesama
akedimisi UIN Sunan Kalijaga dan di kalangan masyarakat pada umumnya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka
fokus rumusan masalah yang akan diungkap pada penelitian ini
adalah:
1.
Bagaimana
biografi dan kontribusi Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki terhadap kajian
hadis di Nusantara?
2.
Bagaimana pemikiran hadis Muhammad
Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Berdasarkan pada rumusan masalah, maka secara garis besar tujuan dari penelitian
ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
mengetahui biografi dan kontribusi Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki
terhadap kajian hadis di Nusantara
2.
Untuk mengetahui
pemikiran hadis Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki
Adapun kegunaan dari
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
memperkenalkan ulama lokal serta karya dan kontribusinya di kancah nasional
2.
Memberi
sumbangsih khazanah keilmuan hadis dan ilmu hadis, baik di lingkungan UIN maupun
umat Islam di Indonesia
3.
Untuk menambah
cakrawala dan pengembangan intelektual keIslaman, khususnya dalam bidang hadis.
D. Telaah Pustaka
Telaah pustaka adalah suatu hal yang penting dalam suatu penelitian. Dengan
adanya telaah pustaka, maka diketahui penelitian-penelitian sebelumnya yang membahas
masalah terkait dan akan mengetahui segi perbedaannya dengan penelitian sebelumnya.
Selain itu, tujuan telaah pustaka lainnya adalah unuk mengetahui secara jelas
posisi dan kontribusi peneliti dalam wacana yang diteliti.[8]
Sebelum masuk ke kajian tokoh yang akan diteliti, akan dijelaskan juga
mengenai prospek perkembangan kajian hadis di Kalimantan Selatan. Dalam kajian
ini, telah ada penelitian sebelumnya yang berjudul Peranan Ulama Banjar Abad
ke-20 dalam Tradisi Penulisan Hadis Arba’in di Banjar dan Malaysia. Penelitian
ini berbentuk paper yang dipublikasikan oleh Jurnal al-Banjari vol. 15,
no. 2, edisi Juli-Desember 2016. Tulisan ini adalah sebuah karya kelompok dari Muhammad
Hasan Said Iderus, Latifah Abdul Majid, dan Ahmad Asmadi Sakat.[9]
Selain itu, juga terdapat penelitian dari Dzikri Nirwana, Saifuddin, dan
Noor ‘Ainah yang berjudul Kecenderungan Kajian Syarah Hadis Ulama Banjar
(Telaah Literatur Syarah Hadis Terpublikasi Karya Ulama Banjar). Tulisan
ini berupa laporan penelitian oleh Tim Peneliti Fakultas Ushuluddin dan
Humaniora UIN Antasari Banjarmasin. Tulisan ini berisikan penelusuran kajian
syarah hadis terpublikasi oleh ulama Banjar. Dari sekian banyak kajian syarah
hadis yang ditemukan tersebut, kemudian didapatkan hasil kecenderungan kitab
syarah hadis yang ada di Kalimantan Selatan.[10]
Dalam kajian yang hanya berfokus pada satu tokoh muhaddits Indonesia, penelitian seperti ini telah dilakukan oleh Muhajirin. Muhajirin menulis
sebuah buku yang berjudul Muhammad Mahfudz at-Tarmasi (1868-1919 M); Ulama
Hadits Nusantara Pertama. Dalam kajian ini, Muhajirin menyajikan biografi
sekaligus menjabarkan karya-karya sang tokoh. Karya-karya yang dijabarkan
tersebut berupa empat kitab dalam bidang keilmuwan hadis dan dua kitab lagi
dalam bidang keilmuwan akidah tasawuf.[11]
Dalam penelian yang dilakukan oleh Munirah, juga hanya berfokus pada satu tokoh muhaddits saja. Tokoh yang menjadi
fokusnya adalah Kasyful Anwar, salah satu tokoh muhaddits Banjar.
Penelitiannya tersebut berjudul Kasyful Anwar dalam Dinamika Syarah Hadis
Banjar (Studi Kitab al-Tabyin al-Rawi Syarah Arba’in Nawawi).
Dalam tulisannya yang lain, Munirah juga meneliti tentang Metodologi
Syarah Hadis Indonesia Awal Abad ke-20 (Studi Kitab al-Khil’ah al-Fikriyyah
Syarh al-Minhah al-Khairiyyah Karya Muhammad Mahfuz al-Tirmasi dan Kitab
al-Tabyin al-Rawi Syarh Arba’in Nawawi Karya Kasyful Anwar al-Banjari). Penelitiannya ini berupa tesis dari Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
2015. Pada tulisannya kali ini, Munirah berfokus pada dua muhaddits lokal Indonesia. Satu tokoh
adalah muhaddits asal Jawa dengan menggunakan kitab al-Khil’ah al-Fikriyyah
Syarh al-Minhah al-Khairiyyah. Sedangan tokoh yang lain adalah muhaddits asal tanah Banjar yang bernama Kasyful Anwar dengan kitabnya al-Tabyin al-Rawi Syarh
Arba’in Nawawi. Munirah mengkomparasikan dua kitab syarah tersebut untuk menyimpulkan bagaimana metodologi syarah hadis Indonesia awal abad ke-20.[12]
Dalam penelitian terdahulu yang telah membahas keilmuwan Muhammad Nuruddin
Marbu terdapat sebuah laporan penelitian kelompok yang beranggotakan Siti
Faridah, Nor Ainah, dan Ahmad Zamani. Penelitian kelompok tersebut berjudul K.H.
Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjary al-Makky dan Karya-karyanya. Lapoan
penelitian kelompok ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian IAIN Antasari
Banjarmasin pada tahun 2008.
Selain itu, juga terdapat buku yang berjudul Peta Kajian Hadis Ulama
Banjar yang ditulis oleh Saifuddin, Dzikri Nirwana, dan Bashori. Buku ini berisikan
peta perkembangan kajian hadits oleh ulama Banjar, dan salah satu pembahasannya
memuat tentang Muhammad Nuruddin Marbu. Namun, dalam buku ini hanya membahas
profil singkat dan tinjauan umum karya-karya Muhammad Nuruddin Marbu. Tulisan
ini juga merujuk kepada laporan penelitian Siti Faridah dkk.[13]
Sebuah tulisan yang juga yang mencantumkan sedikit biografi dan kitab hadis
karya Muhammad Nuruddin Marbu adalah Genealogi Kajian Hadis Ulama al-Banjari.
Tulisan tersebut ditulis oleh Hanafi, seorang mahasiswa Pascasarjana UIN Syarif
Hidayatullah. Tulisannya tersebut dimuat dalam jurnal Millati pada vol.2 no.2,
edisi Desember 2017.[14]
Penelitian lainnya adalah skripsi yang berjudul Metode Penyusunan Kitab
al-Awa’il wa al-Awakhir wa al-Asanid Karya Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari
al-Makki. Skripsi tersebut merupakan penelitian oleh Mubarak dari Fakultas
Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari Banjarmasin. Skripsi ini berisi tentang manhaj
atau metodologi penulisan dari salah satu kitab karya Muhammad Nuruddin Marbu
al-Banjari al-Makki. Kitab yang diteliti adalah kitabnya yang berjudul al-Awa’il
wa al-Awakhir wa al-Asanid .[15]
Sedangkan penelusuran kajian terdahulu yang berkaitan dengan pemikiran
Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki, penulis menemukan adanya kajian terdahulu
yang berjudul Pemikiran Fikih KH. Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari
al-Makki. Kajian tersebut berupa tesis hasil penelitian dari Muhammad Norhadi
dari Program Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin. Tesis ini membahas
mengenai pemikiran dan metodologi pengambilan istinbath dari Muhammad
Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki dengan meneliti kitab-kitab fiqih karyanya.[16]
Itulah kajian terdahulu hasil dari pencarian penulis terkait dengan tema
yang dibahas. Namun, dari keseluruhan kajian-kajian tersebut, belum ada yang
membahas pemikiran Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki terhadap hadis.
Kajian terdahulu tersebut hanya membahas kajian secara umum berupa pengenalan
dari kitab-kitab hadits karya Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki. Sedangkan
dalam hal pemikiran tokoh, kajian terdahulu berfokus pada pemikiran fiqih,
bukan pada pemikiran hadits tokoh.
E. Kerangka Teori
Salah satu pentingnya kerangka teori dalam sebuah penelitian adalah untuk memperlihatkan
ukuran-ukuran atau kriteria yang dijadikan dasar untuk membuktikan sesuatu.[17]
Dalam penelitian ini, kerangka teori yang akan diaplikasikan adalah sebuah
teori sosiologi pengetahuan yang digagas Karl Mannheim. Teori ini mengatakan
bahwa sebuah pemikiran dipengaruhi oleh banyak sudut. Pemikiran seseorang tidak
muncul semata-mata dari proses individu, akan tetapi muncul dari tujuan
kolektif dari suatu kelompok. Oleh karena itu, pemikiran seseorang tidak bisa
benar-benar diketahui tanpa melihat dan meneliti sosial kehidupannya.[18]
F. Metode Penelitian
1.
Jenis
Penelitian
Jenis penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian perpustakaan (library
research). Objek dari penelitian ini adalah bahan pustaka berupa
kitab-kitab hadis karya Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki dan semua
tulisan yang berkaitan dengan penelitian.
2.
Sumber Data
Sumber data dalam
penelitian ini dibagi menjadi ke dalam dua bagian:
a. Sumber data primer, yaitu kitab-kitab hadis karya Muhammad Nuruddin Marbu
al-Banjari al-Makki
b. Sumber data sekunder, yaitu buku-buku yang membahas tentang tema yang
terkait dengan penelitian ini. Seperti buku-buku yang membahas mengenai profil
biografi Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki dan contoh pemikiran
hadits dari tokoh-tokoh lainnya. Selain itu, penelitian ini juga mengambil
sumber data mengenai kajian hadits ulama Banjar lainnya.
3.
Analisis data
Metode yang digunakan
untuk menganalisis data adalah metode deskriptik analitik, yaitu data-data yang
terkumpul dan tersusun kemudian diinterpretasikan sehingga memperoleh pemahaman
data yang jelas. Penggunaan metode analisis data deskriptik analitik ini mencoba untuk
mendskripsikan bagaiamana kitab-kitab hadis karya Muhammad Nuruddin Marbu, yang
kemudian akan ditarik kesimpulna bagaiamana konstruksi pemikirannya terhadap
hadis.
4.
Pendekatan
Dalam penelitian ini akan
menggunakan pendekatan sosiologi. Sosiologi selain sebagai sebuah teori, juga
bisa digunakan untuk pendekatan meneliti pemikiran seseorang. Pendekatan
sosiologi berfungsi untuk mengetahui keterkaitan pemikiran seseorang dengan
lingkungan sosial yang mengitarinya. Dengan begitu, akan ditemukan makna pemahaman
Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki terhadap hadits-hadis Nabi.
G. Sistematika Pembahasan
Penulisan penelitian ini terbagi kepada lima bahasan yang ditulis dalam bentuk
bab. Sistematika dari penelitian ini adalah
sebagai berikut:
Bab pertama yang berisi pendahuluan. Pada bab ini, memuat seluk-beluk dari
penelitian ini. Pembahasannya mencakup problem akademik yang menjadi latar belakang
penulisan, rumusan masalah yang dibahas dengan bentuk pertanyaan, tujuan dan
signifikansi penelitian. Adanya telaah pustaka untuk menunjukkan perbedaan
penlitian ini dengan kajian-kajian terdahulu. Adanya kerangka teori dan metode
penelitian yang berfungsi untuk menjadikan penelitian lebih terarah. Dan yang
terakhir adalah sitematika pembahasan dalam penelitian.
Bab kedua berisi tentang perkembangan kajian hadits di Kalimantan Selatan. Dalam
bab ini, akan dibahas beberapa ulama Banjar yang memiliki karya berupa kitab
hadits. Hal ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana transmisi hadis bisa sampai
kepada ulama Banjar dan kecenderungan kajian hadits yang berkembang di
Kalimantan Selatan.
Bab ketiga membahas mengenai profil biografi dan karya-karya Muhammad
Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki. Karya-karya tersebut akan diulas dengan pengenalan
secara umum.
Bab keempat akan adalah bagian inti dari penelitian ini. Pada bagian ini akan membahas mengenai pemikiran hadis Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari
al-Makki yang dilihat dari karya tulis hadisnya.
Bab kelima adalah bab terakhir. Bab ini berisi penutup yang berupa kesimpulan
dari pembahasan yang telah disebutkan di dalam bab-bab sebelumnya. Selain itu,
juga terdapat rekomendasi dari penulis.
DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA
Azra, Azyumardi. 2004. Jaringan Ulama Timur Tengah dan
Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Bandung: Mizan,
2004.
Iderus, Muhammad Hasan Said, dkk. 2016. “Peranan Ulama Banjar
Abad ke-20 dalam Tradisi Penulisan Hadis Arba’in di Banjar dan Malaysia”, dalam
Jurnal al-Banjari, vol. XV no. 2, Juli-Desember.
Hanafi. 2017. “Genealogi Kajian Hadis
Ulama al-Banjari”, dalam Jurnal Millati
vol. II no. II, Desember.
Mubarak.
2015. “Metode Penyusunan Kitab al-Awa’il wa al-Awakhir wa
al-Asanid Karya Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki”, Skripsi
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari Banjarmasin.
Muhajirin. 2016. Kebangkitan Hadits di
Nusantara. Yogyakarta: Idea Press.
_________. 2016. Muhammad Mahfudz
at-Tarmasi (1868-1919 M); Ulama Hadits Nusantara Pertama. Yogyakarta: Idea Press.
Munirah.
2015. “Metodologi Syarah Hadis Indonesia Awal Abad ke-20 (Studi
Kitab al-Khil’ah al-Fikriyyah Syarh al-Minhah al-Khairiyyah Karya
Muhammad Mahfuz al-Tirmasi dan Kitab al-Tabyin al-Rawi Syarh Arba’in Nawawi
Karya Kasyful Anwar al-Banjari)”, Tesis Pascasarjana
UIN Sunan kalijaga Yogyakarta.
Mustaqim, Abdul. 2012. Epistmologi
Tafsir Kontemporer. Yogyakarta:
LKiS.
Nirwana, Dzikri, dkk. 2015. Kecenderungan Kajian Syarah Hadis Ulama
Banjar (Telaah Literatur Syarah Hadis Terpublikasi Karya Ulama Banjar), Banjarmasin: Pusat Penelitian dan Penerbitan IAIN Antasari.
Norhadi, Muhammad. 2015. “Pemikiran Fikih KH.
Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki”, Tesis Program
Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin.
Pedoman Penulisan Proposal
dan Skripsi. 2013. Yogyakarta:
Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam.
Rahmadi. 2012. “Dinamika Intelektual Islam di
Kalimantan Selatan; Studi Genealogi, Referensi, dan Produk Pemikiran”, dalam Jurnal
Ushuluddin, vol. XI, no. I, Januari 2012.
Saifuddin,
dkk. 2011. Peta
Kajian Hadis Ulama Banjar. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Baca Juga: Penistaan Agama Prespektif Hadis
[2] Terdapat
banyak pendapat dan teori
mengenai kapan masuknya Islam ke
Indonesia. Namun, menuurt
Azyumardi Azra, pendapat dan teori
yang lebih bisa dipertanggungjawabkan keabasahannya
adalah yang menyatakan bahwa Islam masuk pada abad k-13 M. Untuk
lebih lanjut, lihat Azyumardi Azra, Jaringan
Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII, (Bandung: Mizan, 2004).
[3] Hanafi, “Genealogi Kajian Hadis Ulama al-Banjari”, dalam Jurnal
Millati vol. II no. II, Desember 2017, hlm. 171.
[6] Rahmadi, “Dinamika Intelektual
Islam di Kalimantan Selatan; Studi Genealogi,
Referensi, dan Produk
Pemikiran” dalam Jurnal
Ushuluddin, vol. XI, no. I, Januari 2012, hlm. 4.
[8] Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi (Yogyakarta: Fakultas
Ushuluddin dan Pemikiran Islam, 2013), hlm. 12.
[9] Muhammad Hasan Said Iderus,
dkk, “Peranan Ulama Banjar Abad ke-20 dalam Tradisi Penulisan Hadis Arba’in di
Banjar dan Malaysia”, dalam Jurnal al-Banjari, vol. XV no. 2,
Juli-Desember 2016.
[10] Dzikri Nirwana, dkk, Kecenderungan
Kajian Syarah Hadis Ulama Banjar (Telaah Literatur Syarah Hadis Terpublikasi
Karya Ulama Banjar), (Banjarmasin: Pusat Penelitian dan Penerbitan IAIN
Antasari, 2015).
[11] Muhajirin, Muhammad Mahfudz at-Tarmasi (1868-1919 M); Ulama Hadits
Nusantara Pertama, (Yogyakarta: Idea
Press, 2016).
[12] Munirah, “Metodologi Syarah Hadis Indonesia Awal Abad ke-20 (Studi
Kitab al-Khil’ah al-Fikriyyah Syarh al-Minhah al-Khairiyyah Karya
Muhammad Mahfuz al-Tirmasi dan Kitab al-Tabyin al-Rawi Syarh Arba’in Nawawi
Karya Kasyful Anwar al-Banjari)”, Tesis Pascasarjana UIN Sunan kalijaga Yogyakarta,
2015.
[15] Mubarak, “Metode Penyusunan Kitab al-Awa’il wa al-Awakhir wa
al-Asanid Karya Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki”, Skripsi
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari Banjarmasin, 2015.
[16] Muhammad Norhadi, “Pemikiran Fikih KH. Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari
al-Makki”, Tesis
Program Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin, 2015.
[18] Dikutip dari Munirah, “Metodologi Syarah Hadis Indonesia Awal Abad ke-20 (Studi
Kitab al-Khil’ah al-Fikriyyah Syarh al-Minhah al-Khairiyyah Karya
Muhammad Mahfuz al-Tirmasi dan Kitab al-Tabyin al-Rawi Syarh Arba’in Nawawi
Karya Kasyful Anwar al-Banjari)”, Tesis Pascasarjana UIN Sunan kalijaga Yogyakarta,
2015, hlm. 15.

Comments
Post a Comment