Skip to main content

Pelestarian Tibbun Nabawi di Era Milenial dan Efektivitas Bekam Basah Sebagai Cleaner of Heart

Pelestarian Tibbun Nabawi di Era Milenial dan Efektivitas Bekam Basah Sebagai Cleaner of Heart, data:image

A. Latar Belakang

Bekam merupakan suatu tindakan pencegahan (mencegah). Dalam istilah modernnya yaitu suatu cara untuk mengeluarkan darah yang mengandung sisa toxid (racun) dalam tubuh melalui permukaan kulit dengan cara dihisap memakai berbagai macam alat seterti tanduk kerbau, gelas vacum, atau yang lainnya. Kemudian pada bekas hisapan tersebut disayat atau ditusuk dengan pisau atau jarum, kemudian dihisap kembali dengan  dengan alat diatas.[1]
Dalam agama Islam, khususnya pada masa Rasulullah, pengobatan ini beliau praktekkan, namun hanya beberapa titik bagian bekam yang beliau terapkan. Berbeda dengan perkembangan pada masa kini. Tentunya banyak sekali pengembangan-pengembangan titik bagian bekam yang diterapkan oleh ahli bekam, khususnya di Indonesia ini. Walaupun tibbunnabawwi sudah berkembang namun tidak sedikit masyarakat mengetahui perihal tersebut dan manfaatnya. Kalau pun ada beberapa yang sudah mengetahui pengobatan tersebut, namun  pada realitanya belum banyak yang melestarikan tibbun nabawwi. Dan kenyataannya  banyak negara-negara lain yang mempraktekkan pengobatan tersebut dengan istilah cupping atau yang lainnya.  Dengan situasi dan kondisi yang sepeti itu, bisa dikatakan cagar budaya atau warisan pengobatan nabi mulai terkikis, bahkan  hilang. Mengapa semua itu bisa terjadi, karena semangat dan sikap ingin tahu pada generasi Islam dalam mempelajari Islam  kurang. Padahal bekam di sini sudah dikenal ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Musa a.s., pengobatan bekam sudah pernah ada hingga berkembang seluruh penjuru dunia, termasuk ke masyarakat Indonesia. Pengobatan bekam ini memiliki variasi nama seperti :kop, cupping, canduk, canthuk, atau membekam.[2] 
Pengobatan bekam ini mempunyai manfaat sebagai pengobatan yang sangat mujarab yang berlandaskan hadis-hadis Nabi diantaranya: “Sebaik-baik pengobatan yang kamu lakukan adalah Al-Hijamah.” (HR Ahmad), “Pengobatan yang paling ideal yang dilakukan manusia adalah Al-Hijamah.” (HR muslim). Inilah sebagian riwayat yang memaparkan bekam, dan masih banyak lagi riwayat yang membahas tentang pengobatan bekam yang telah nyatadicontohkan dan diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Seperti yang telah dibahas pada bagiandi atas , bekam sudah ada sejak dahulu, bahkan sejak Nabi Musa a.s. Tentunya, dari waktu ke waktu, pemgobatan ini mengalami perubahan dan perbaikan ke tingkat yang llebih maju dan canggih. Pada zaman dahulu, alat yang digunakan untuk bekam hanya terbuat dari tanduk sapi, alat yang berongga dan berlubang. Proses pembekaman pun terbilang masih sangat sederhana bahkan bisa dikatakan ekstrim. Seperti, lubang yang besar pada tanduk sapi diletakkan pada bagian yang mau dibekam atau tempat pembekaman. Kemudian juru bekam akan menyedot darah melalui lubang kecil dengan menggunakan mulutnya. Lalu darah akan keluar dari urat yang lembut dan bekasnya akan terlihat memar. Proses mengeluarkan darah kotor dari bagian tubuh dilakukan dengan menyayat atau menusuk kecil di bagian luar kulit ; menggunakan pisau atau benda tajam.
 Sementara di zaman yang modern ini terbuat dari gelas dan penyedot udara atau mesin vakum. Caranya pun sama dengan bekam zaman dahulu. Dilihat dari sepintas tampaknya pengobatan bekam ini terkesan kuno, irasional, dan mengada-ada. Bahkan sering dianggap tidak memberikan manfaat apa-ap. Padahal, pengobatan ini sungguh praktis tanpa efek samping dan cenderung murah  (tetapi bukan murahan) jika dibandingkan dengan pengobatan modern yang cenderung lebih mahal. Walaupun cara pengobatan bekam ini terbilang praktis, murah, khasiat dan manfaatnya benar-benar ada. Pengobatan ini diakui oleh generasi salafusalih (zaman Nabi saw dan para sahabat), dan juga para pakar ilmu-ilmu kedokteran di penjuru dunia. Maka penulis berani mengatakan pengobatan yang terbilang murah, namun bukan murahan. Pandangan Rasulullah sendiri mengenai pengobatan bekam ini mengakui, menganjurkan, dan secara langsung mempraktikkan sendiri pengobatan ini. Beliau diketahui sangat mumpuni dalam bidang pengobatan masyarakat ini. Beliau memiliki kemampuan untuk meneliti, menimbang, dan menganalisis tentang jenis-jenis pengobatan saat itu. Meskipun dengan alat yang sederhana, namun pengobatan tersebut sangat bermanfaat khususnya bagi umat Islam. 
Dalam riwayat lain Rasulullah saw. menyebutkan tiga pokok penyembuhan,
“kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara yaitu sayatan pisau atau jarum bekam, tegukan madu dan sundutan api, namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api. “ (HR Bukhari & Muslim). (melihat pada buku Muhammad salahuddin, 2006, hlm. 87-88). Istilah bekam mempunyai banyak nama, bekam basah, bekam kering, bekam api, namun yang dianjurkan oleh baginda Rasul yaitu dengan pengobatan bekam basah. Karena dengan pengobatan basah mampu mengangkat dan mengeluarkan darah kotor yang ada pada tubuh. Bekam basah ini sangat efektif digunakan pada titik jantung sabagai cleaner of heart daripada menggunakan bekam kering. Melalui bekam basah mampu mengeluarkan, mengalirkan darah kotor dan membersihkan jantung dari sia toxid (racun) dalam tubuh. Pengobatan mujarab lainnya adalah khasiat lem lebah (madu). Madu mampu mengobati bisul, borok, luka bakar, dan penyakit kulit lainnya. Caranya yaitu dengan mengambil satu bagian dari madu yang dicairkan dengan cara dipanaskan hingga bahan tersebut menjadi adonan yang lunak. Kemudian balut dengan kain tipis, tempelkan pada bagian yang sakit. Urich menegaskan bahwa lem lebah telah mencapai keberhasilan yang luar biasa dalam mengobati luka para korban selama Perang Rusia. Hanya saja, penggunaan obat ini belum merata karena kesulitan untuk mendapatkan jumlah yang cukup dari jenis bahan yang baik dan bernilai tinggi.[3] Penemuan mutakir seputar madu, minuman yang telah Allah SWT berikan untuk kita sebagai manusia. Di antara penemuan itu adalah apa yang dilakukan Dr. Molan yang menemukan bahwa salah satu keistimewaan madu adalah dengan adanya anti oksidan yang kadarnya cukup tinggi. Menurutnya, tidak ada benda apapun di alam semesta ini yang menyerupai madu dalam hal kemampuannya. Dr. Molan juga menemukan bahwa madu memiliki kemampuan mengobati penyakit sembelit akut dan tidak memiliki efek samping. Ia mengatakan, “ Obat-obatan yang senantiasa aku bawa dalam kotak obat-obatanku adalah madu dan kain perban!”. Ia juga menambahkan “madu memiliki efek yang menajubkan dalam mengobati penyakit terbakar dan bernanah.4

B. Rumusan masalah

Dengan adanya latar belakang masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut :
1.      Apa pengertian, manfaat Tibbun Nabawi ?
2.      Bagaimana cara mengubah tibbun nabawi ini menjadi cagar budaya Islam yang sangat disenangi umat, terutama pada generasi Islam ?
3.      Bagaimana keefektivitasan bekam basah ini teruji sebagai cleaner of heart ?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan penelitian

Dengan hadirnya rumusan masalah sebelumnya, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk :
a. Mengungkap sejarah dan manfaat secara luas thibbun nabawi bagi umat muslim khususnya di Indonesia.
                                                          
44 Ensklop, vol. 6. Hal 68 
b. Mengetahui manfaat atau keefektivitasan bekam basah daripada bekam  selainnya sebagai cleaner of heart.

2. Kegunaan penelitian

Penyusunan skripsi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi atau sumbangsih kepada khasanah keilmuan Islam terutama dalam keilmuan Livinghadis pada hal mempraktekkan pengobatan Nabi.
a. Untuk mengetahui betapa pentingnya mencagar-budayakan thibbun nabawi sebagai salah satu pengobatan mujarab yang pernah diterapkan oleh rasul bagi umatIslam di era milenial ini.

D. Telaah atau Tinjauan Pustaka


Telaah pustaka ini berguna untuk menjadikan satuan kebutuhan ilmiah yang berguna  dalam mendapatkan sebuah kerangka berpikir, sebagai batasan tentang informasi yang digunakan melalui kajian pustaka dan sebagai sumber penjelasan.
Jurnal yang berjudul “Pengobatan Ala Rasulullah Saw Seabagai Pendekatan 
Antropologis Dalam Dakwah Islamiah Di Desa Rensing Kecamatan Sakra Barat”  merupakan sebuah karya yang ditulis oleh Muhammad Ihsan. Di dalamnya beliau memaparkan dan menjelaskan tentang berbagai macam pengobatan yang telah  menjadi sebuah culture, budaya , tradisi turun temurun dari nenek moyang hingga  anak cucu mereka. Pengobatan ala Rasulullah di sini berperan sebagai pembangkit  positif dan keimanan dalam kehidupan masyarakat Rensing.
Jurnal yang berjudul “KLINIK PENGOBATAN THIBBUN NABAWI DI 
KOTA PONTIANAK” merupakan karya dari Muhammad Fatahillah. Di dalamnya  telah dijelaskan bahwa klinik pengobatan thibbun nabawi ini ditempatkan dan  dibangun berdasarkan minat masyarakat yang dibuktikan dengan ramainya peserta seminar pengobatan nabi yang berlandaskan hadis shahih.
Skripsi yang berjudul “Hadis-hadis Tentang bekam Sebagai Pengobatan Yang
Mujarab (Studi Ma’anil Al-Hadis)” merupakan karya Mohammad Farah Ubaidillah. 
Dalam karya tersebut dicantumkan hadis-hadis tentang bekam yang dilakukan oleh  Nabi dan dijelaskan pengertian juga manfaat dari pengobatan tersebut.
Skripsi yang berjudul “Fenomena Pengobatan Dengan Cara Bekam Di Rumah
Sehat Alami ISMEC Karangbendo banguntapan Bantul (Studi Pemahaman Terhadap 
Hadis Tentang Bekam)” merupakan karya Indra Sukma Yazid.  Dalam karya tesebut  dijelaskan bagaimana pemahaman hadis dan pemaparan dampak fenomena  pengobatan bekam terhadap masyarakat.  
Jurnal yang berjudul ”Efektifitas Terapi Bekam/Hijamah Dalam Menurunkan Nyeri Kepala (Cephalgia) (Effectiveness of Bekam/Hijamah Therapy In Reduce Cephalgia) “karya dari Nurhikmah. Di dalamnya dijelaskan dan dipaparkan mengenai hal-hal yang menyebabkan seseorang mengalami nyeri di kepala dan uji efektifitas bekam tehadap nyeri tersebut.
Jurnal yang berjudul “Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa penyakit Dalam Pada Manusia Dengan Terapi ath Thibbun Nabawi Berbasis Web” karya Beti Kurniasih. Di dalamnya dijelaskan dan dipaparkan berbagai macam komponen sistem pakar serta manfaat mengenai pemakaian sistem pakar. Kemudian penulis juga memaparkan berbagai macam jenis penyakit dalam pada manusia beserta cara mengatasinya.
Jurnal yang berjudul “Pengobatan Alternatif Supranatural Menurut HukumIslam (Studi Di Klinik Yang Penting Sembuh Serang) “ karya Syamsuddin. Di dalamnya membahas mengenai pengobatan alternatif, supranatural yang sering dikaitkan dengan paranormal dan okultisme. Berobat dengan cara supranatural biasanya berkaitan dengan hal ghoib dan biasanya mudah menyeret masyarakat awam kepada hal yang berbau mistik. 
Buku yang berjudul “Sistem Kedokteran Nabi (Kesehatan Dan Pengobatan Menurut Petunnjuk Nabi Muhammad SAW)” karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang diterjemahkan oleh  Agil Husin Al Munawar dan Abd Rahman Umar yang di dalamnya dipaparkan dan dijelaskan mengenai pengobatan-pengobatan dokter juga dalam pengobatan nabi. Dan mereka berkesimpulan bahwa pengobatan Nabi jika dibandingkan dengan ilmu para ahli kedokteran sangat jauh selisihnya.[4]
 Dalam buku yang berjudul “Bekam Sunnah Nabi & Mukjizat Medis” karya Yasin Syihab Al-Badri yang diterjemahkan oleh  Abu Umar Basyir yang di dalamnya memaparkan metode pengobatan dengan bekam, keutamaan, hari-hari pelaksanaan dan sebagainya adalah bersifat tetap tidak berubah.[5] 
Buku yang berjudul “Keajaiban Thibbun Nabawi (Bukti Ilmiah dan Rahasia Kesembuhan dalam Pengobatan Nabi) karya Aiman bin ‘Abdul Fattah yang ditrjemahkan oleh Hawin Murtadlo. Penulis dalam buku tersebut memberikan pengantar seluk-beluk pengobatan Nabi dan membahas berbagai macam metode pengobatan Nabawi juga aneka ragam khasiat atau mukjizat dari pengobatan Nabawi tersebut. Dan banyak ungkapan para masyayikh mengatakan bahwa dalam buku tersebut penulis melakukan upaya-upaya yang patut dipuji dan dikuatkan dengan berbagai hasil riset ilmiah yang telah dibuktikan dalam kasus-kasus yang ditangani oleh penulis di mana hasilnya sangat mencengangkan.[6] Buku yang berjudul “Halal-
Haram Ruqyah” karyanya beliau Musdar Bustamam Tambusai yang diedit oleh Fedrian Hasmand. Dalam buku tersebut telah dipaparkan dan dijelaskan panjang lebar mengenai Ruqyah Syar’iyyah, ayat-ayat Ruqyah Syar’iyyah, thibbun nabawi dan seluk-beluknya dan sebagainya. Seperti : hubungan antara thibbun nabawi dan kedokteran modern, efektifitas thibbun nabawi, kedokteran barat dan sebagainya.[7]
E. Kerangka Teori

F. Metode Penelitian

Untuk mengkaji data-data yang akan ditampilkan dan menjelaskan perkara yang  menjadi bahan pokok pembahasan serta agar dapat dipertanggungjawabkan secara  ilmiah maka, penulis menggunakan metode-metode sebagai berikut :
1.      Jenis Penelitian
Penelitian ini bersifat kualitatif serta field research, artinya yaitu penelitian ini dilakukan dengan cara meneliti secara langsung di sebuah desa dan menggunakan berbagai macam kajian kepustakaan.
2.      Sumber Data
Sumber data untuk sebuah penelitian ini yaitu objek material yang di dalamnya peneliti mempraktekkan thibbun nabawi. Sumber data formalnya yaitu pemahaman serta pemaknaan dengan landasan hadis Nabi sebagai pengobatan serta mengungkap keefektifitasan dari metode bekam basah.
3.      Teknik Pengolahan Data
a.       Interview (wawancara)
Merupakan sebuah dialog sebagai teknik pokok dalam penelitian kualitatif. Interview atau wawancara dilakukan peneliti terhadap ahli bekam dengan mendapat informasi yang dicari. Dalam wawancara ini peneliti harus membuat rumusan-rumusan pertanyaan atau bisa juga bertanya langsung sesuai kebutuhan baik kepada ahli bekam maupun pasien bekam.
b.      Observasi
Sebuah metode dimana digunakan untuk mendapatkan data hasil dari sebuah pengamatan. Pengamatan disini bisa berupa kondisi,  keadaan, proses atau tingkah laku seseorang. Peneliti menggunakan teknik observasi partisipan yaitu peneliti melakukan pengamatan dan terlibat langsung dalam praktek bekam basah.
c.       Dokumentasi 
Merupakan sumber data berupa catatan atau dokumentasi, dan ini sebagi pelengkap dari metode wawancara dan observasi. Bahkan bisa dikatakan sebagai penyempurna sumber data yang meliputi rekaman kegiatan, catatan sejarah, dan tulisan-tulisan dalam buku yang dijadikan rujukan dan memperkaya data temuan.

G. Sistematika Pembahasan

Supaya pemaparan, pembahasan sebuah penilitian ini bisa dipahami, juga tidak membingungkan khalayak , maka penulis akan merumuskan sistematika pembahasan,
yaitu :
Bab pertama, merupakan  bab yang berisi latar belakang dan rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian beserta kegunaannya, dan pengertian dari thibbun nabawi tersebut.
Bab kedua, penjelasan secara umum tentang thibbun nabawi dan jenisjenisnya. Seperti pengobatan dengan tenggukan madu, bekam, dan sundutan api. Proses pembekaman terhadap pasien, ciri-ciri pasien diperbolehkan untuk berbekam.
Menjelaskaan pengertian bekam basah maupun kering dan lainnya. 
Bab ketiga, pada bab ini akan memuat atau berisi tentang resepsi pasien sebelum dan sesudah berbekam. Gambaran pengobatan di tempat ahli bekam, mengapa pembekam mencagar-budayakan pengobatan bekam Nabi. 
Bab keempat, berisi tentang makna pengobatan Nabi yang berlandaskan hadishadis Nabi serta menerapkannya thibbun nabawi secara sosiologis.
Bab kelima, berisikan penutup yang meliputi kesimpulan sekaligus memaparkan jawaban atas rumusan masalah,  saran-saran, dan kata penutup.

                         DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA

Ihsan, Muhammad. “Pengobatan Ala Rasulullah Saw Sebagai Pendekatan
Antropologis Dalam Dakwah Islamiah Di Desa Rensing Kecamatan Sakra
Barat” dalam Palapa : Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan, Vol. 4, No.
02, 2016.
Fatahillah, Muhammad. “Klinik Pengobatan Thibbun Nabawi Di Kota Pontianak dalam Jurnal Online Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura, Vol. 4,
No. 02, 2016. Salahuddin, Muhammad. Mystic Healing Panduan Praktis Menjadi Penyembuh dengan Pendekatan Spiritual dan Bekam. Jakarta: PT.
Mizan Publika, 2006.
Farah Ubaidillah Mohammad dalam skripsi yang berjudul, Hadis-hadis Tentang bekam Sebagai Pengobatan Yang Mujarab (Studi Ma’anil Al-Hadis). Yogyakarta: Fakultas Ushuluddin, jurusan  Tafsir dan Hadis UIN Sunan
Kalijaga, 2011.
Indra Sukma Yazid dalam skripsi yang berjudul, Fenomena Pengobatan Dengan Cara
Bekam Di Rumah Sehat Alami ISMEC Karangbendo Banguntapan Bantul (Studi Pemahaman Terhadap Hadis Tentang Bekam). Yogyakarta: Fakultas
Ushuluddin, jurusan  Tafsir dan Hadis UIN Sunan Kalijaga, 2006. Hikmah, Nur.
“Efektifitas Terapi Bekam/Hijamah Dalam Menurunkan Nyeri Kepala
(Cephalgia) (Effectiveness Of Bekam/Hijamah Therapy In reduce Cephalgia)” dalam jurnal Umbjm.ac.id/index.php/caring-nursing, Vol. 1, No. 1 April 2017. Kurniasih, Beti. “Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa penyakit Dalam Pada Manusia
Dengan Terapi ath Thibbun Nabawi Berbasis Web” dalam Jurnal Telematika, Vol. 2, No. 1 Februari 2009.
Syamsuddin. “Pengobatan Alternatif Supranatural Menurut Hukum Islam ( Studi Di Klinik Yang Penting Sembuh Serang ) “ dalam Jurnal AlQalam, Vol. 33, No. 2,
2016.
Al Jauziyah, Ibnu Qayyim. Sistem Kedokteran Nabi (Kesehatan Dan Pengobatan Menurut Petunjuk Nabi Muhammad Saw). Terj. Agil Husin Munawar dan Umar
Rahman. Semarang: Cv. Toha Putra, 1994. 
Salahuddin, Muhammad. Mystic Healing Panduan Praktis menjadi Penyembuh dengan  Pendekatan Spiritual dan Bekam. Jakarta Selatan :PT Mizan Publika, 2006. 
Yasin, Syihab Al-Badri. Al-Hijamah Sunnatun Nabawiyyah wa Mu’jizatun Thibbiyyah terj.
Hawin Murtadlo. Solo: Al-Qowam.2005.
 Albani, Muhammad (ed.). Asy-Syifa’ min Wahyi Khotami ‘l-Anbiya’ terj. Hawin Murtadlo. Solo: Al-Qowam.2004. Hasmand, Fedrian (ed.). Halal-Haram Ruqyah. Jakarta: Pustaka
Al-Kautsar, 2013.


[1] Sugiyo, Titik Bekam Hubungannya dengan Meridian Dan Herba, hlm 1
[2] Muhammad Salahuddin, Mystic Healing Panduan Praktis menjadi Penyembuh dengan Pendekatan Spiritual dan Bekam, (Jakarta Selatan :PT Mizan Publika, 2006, hal.87-88
[3] Ensiklop hal 179, Vol. 5
[4] Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah, Ath Thibbun Nabawiy terj. Agil Husin Al Munawar dan Rahman Umar (Semarang:
Cv Thoha Putra, 1994), hlm. 192.
[5] Syihab Al-Badri Yasin, Al-Hijamah Sunnatun Nabawiyyah wa Mu’jizatun Thibbiyyah terj. Harwin Murtadlo (Solo: Al-Qowam, 2005), hlm. 2.
[6] Aiman bin ‘Abdul Fattah, Asy-Syifa’ min Wahyi Khotami ‘l-Anbiya’  terj. Harwin Murtadlo (Solo: Al-Qowam, 2004), hlm.29.
[7] Musdar Bustaman Tambusai, Halal-Haram Ruqyah Fedrian Hasmand (ed.),(Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2013), hlm. 2-3.

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Pembacaan Barzanji ( Mabbarsanji) di Kalangan Masyarakat Bugis Kelurahan Unjung Kabupaten Soppeng (Studi Living Hadis)

Tradisi Pembacaan Barzanji ( Mabbarsanji) di Kalangan Masyarakat Bugis Kelurahan Unjung Kabupaten Soppeng (Studi Living Hadis), blogspot.com A. LatarBelakang   Agama yang merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat, yang menjadi kercayaan dan juga menjadi bagian dari kebudayaan yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Aspek religious pada pola keberagaman setiap pemeluk agama akan menimbulkan respon untuk melakukan ajaran itu dan   sebisa mungkin membumikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam agama Islam al-Qur’an memiliki kedudukan tertinggi sebagai pedoman hidup, yang mengatur seluruh aspek kehidupan baik hubungan sosial maupun antara hamba dengan TuhanNya. Umat Islam meyakini bahwa Muhammad saw sebagai Rasul terakhir yang dijadiakan pedoman dalam kehidupan sehari-hari (perbuatan, perkataan, maupun penetapan Nabi sebagai pedoman kedua setelah al-Qur’an) yang di sebut Hadis. Namun, adanya pergeseran pand...

Penyerangan Pasukan Sultan Agung ke Batavia 1628-1629

Penyerangan Pasukan Sultan Agung ke Batavia 1628-1629, https://www.an-najah.ne ABSTRAK PENYERANGAN PASUKAN SULTAN AGUNG KE BATAVIA TAHUN 1628-1629 Sultan Agung atau yang mempunyai nama asli yaitu Raden Mas Jatmika, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Mas Rangsang adalah Raja ketiga Mataram, pengganti  Panembahan Hanyakrawati atau yang masyhur dengan nama Panembahan Seda Ing Krapyak yang meninggal pada saat berburu kijang di hutan Krapyak.Pada saat berkuasa di Mataram, Sultan Agung mempunyai beberapa keinginan diantaranya yaitu menyatukan seluruh Jawa dibawah kekuasaan mataram dan mengusir Kompeni (VOC). Pada tahun 1614 menyerang Surabaya,Setelah ditaklukannya Surabaya, Sultan Agung Memutuskan penyerangan ke Batavia. Dalam penyerangan ke Batavia Sultan Agung selalu gagal dalam menaklukan batavia walaupun sudah menyerang dua kali yaitu tahun 1628 dan 1629. Dalam penelitian ini tercantum rumusan masalah yaitu Bagaimana latar belakang penyerangan pasukan...

Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Turki (Sulaimaniyah) di Sleman Yogyakarta (2007-2018 M)

Ponpes Sulaimaniyah, uiccijogja.org SEJARAH PERKEMBANGANPONDOK PESANTREN TURKI (PONDOK PESANTREN SULAIMANIYAH) DI SLEMAN YOGYAKARTA(2007-2018) M Abstrak Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam nonformal dan tertua yang lahir di Indonesia. Terdapat ribuan pondok pesantren yang ada di Indonesia, baik pondok modern ataupun tradisonal. Salah satu pondok modern yaitu Pondok Pesantren Sulaimaiyah di Sleman Yogyakarta. Pondok Pesantren Sulaimaiyah merupakan cabang dari IFA ( Internasional Fraternity Asosiation ) atau Yayasan Persaudaraan Internasional di Turki. Hal ini menarik untuk diteliti mengingat pondok pesantren merupakan lembaga yang lahir di Indonesia, sedangkan pondok pesantren Sulaimaniyah berasal dari Turki. Karena merupakan cabang dari pondok pesantren Turki maka memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari pondok-pondok yang ada di Indonesia pada umumnya. Adapun perbedaannya terletak pada sistem pengajaran yamg mendapat kontrol dari pusat di ...