Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Film Perempuan Berkalung Surban Karya Hanung Bramantyo menurut Perspektif Hadis (Studi Maanil Hadis)
![]() |
| Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Film Perempuan Berkalung Surban Karya Hanung Bramantyo menurut Perspektif Hadis (Studi Maanil Hadis), statik.tempo.c |
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Perkembangan
seni film di Indonesia sudah mencapai pada titik puncaknya. Terutama dunia
perfilman. Tak jarang dari sebagian dari kita yang tidak mau tertinggal
informasi seputar dunia perfilman baik dari kalangan muda, menengah maupun dari
kalangan yang telah lanjut usia. Bisa kita amati bersama bahwa film telah
berhasil merebut perhatian masyarakat. Meskipun masih banyak komunikasi massa
yang lain, akan tetapi dunia perfilman mampu mencuri perhatian masyarakat dari
berbagai kalangan.
Untuk
saat ini, perfilman Indonesia sudah mampu menunjukkan keberhasilannya dalam
menampilkan film yang lebih berkualitas sehingga bisa dinikmati oleh
penontonnya di layar lebar. Dari
sini sebenarnya kita bisa ikut andil dalam menyebarkan dakwah maupun
pesan-pesan religi melalui media massa. Film yang bertemakan religi ataupun
film yang mengangkat pesan dakwah lebih terasa dekat dihati para penonton
sesuai dengan fenomena yang dialami oleh sebagian masyarakat saat ini. Film
yang mampu memberikan edukasi sangat layak untuk disebarluaskan kepada
masyarakat karena bisa memberikan pelajaran yang berguna.
Dunia
perfilman Indonesia banyak menawarkan film-film yang memiliki pesan dakwah
begitu membangun dan sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya dimasyarakat.
Film perempuan berkalung surban adalah salah satu dari sekian banyak film yang
distutradai oleh Hanung Bramantyo yang mampu merebut perhatian penonton.
Melalui cuplikan demi cuplikan film tersebut penonton dihadapkan dengan
fenomena yang sering terjadi yaitu kekerasan dalam rumah tangga (kdrt).
Sehingga film ini membuka pandangan masyarakat namun tidak terlepas dari misi
dakwah yang dengan menggunakan film sebagai media penyebaran dakwah.
Film
perempuan berkalung surban adalah sebuah adaptasi dari novel karya Abidah El
Khaliqiey. Film ini menceritakan tentang pengorbanan seorang perempuan, yakni seorang
anak kyai salafiyah sekaligus seorang ibu dan istri. Annisa (Revalina S. Temat) seorang perempuan yang
cantik, cerdas dan memiliki pendirian yang sangat kuat. Cita-citanya terhalang
oleh orangtuanya yang menikahkan ia terlalu dini dengan seorang laki-laki yang
sama sekali tidak ia cintai. Alasan ayahnya menikahkan putrinya dengan Samsul
(Reza Rahardian) adalah karena pondok pesantren salafiyah putri Al-Huda memilki
kekerabatan yang sangat dekat dengan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, disamping itu
Pondok Al-Ikhlas sering memberikan bantuan material maupun non material untuk
kemajuan pondok pesantren Al-Huda, sehingga ayah Annisa sangat berhutang budi
kepada keluarga Samsul dan bersikeras menikahkan Putrinya yang bernama Annisa
tersebut dengan Samsul. Hingga akhirnya Annisa dengan Samsul pun menikah.
Namun, prahara rumah tangga pun terjadi. Didalam film tersebut terlihat jelas
bahwa Samsul melakukan Kekerasan kepada istrinya.
Sangat
keliru dan fatal bila seorang anak perempuan dinikahkan dengan pria yang
berakhlak buruk terlebih jika tidak disukai oleh wanita itu sendiri. Masalah
keturuan boleh saja dijadikan salah satu pertimbangan dan penilaian, tetapi
hendaknya ada persesuaian dengan lingkungan yang bersangkutan.[1]
Sehubungan
dengan hal diatas Rasulullah Saw telah mengingatkan keapada kita semua mealui
hadisnya sebagai berikut:
Ų§ŁŁŁŲ§Ų Ų±Ł ŁŁŁŁŲøŲ± Ų§ŲŲÆŁŁ
Ų§ŁŁ ŁŲ¶Ų¹ ŁŲ±ŁŁ
ŲŖŁ (ŲŲÆŁŲ« Ų“Ų±ŁŁ)
“Pernikahan itu rawan. Oleh karena itu tiap
orang dari kalian hendaknya melihat-lihat dulu dimana anak perempuannya hendak
diletakkan.”
Harus diakui bahwa problematika
kekerasan terhadap perempuan lebih
menimbulkan aspek-apek negatif daripada positifnya bagai masyarakat. Juga lebih
jauh menimbulkan permasalahan-permasalahan dengan perumusan pidananya, agar
memberikan gambaran yang jelas tentang hak-hak seorang perempuan dan agar
pandangan masyarakat tentang kekerasan terhadap istri bisa berubah dan
menganggap itu sebagai sebuah criminal bukan kejadian biasa atau paling tidak
laki-laki menyadari bahwa menyakiti perempuan adalah perbuatan tercela dengan
berbagai alsan apapun.
Film Perempuan
Berkalung Surban ini sangatlah menarik untuk dibahas, karena banyaknya penonton yang
melihat film ini, Chand Parwez Servia , Produser film Perempuan Berkalung
Surban mengatakan, “Film Perempuan Berkalung Surban mengumpulkan jumlah
penonton 750 lebih.”[2]
Ada beberapa persepsi yang
menyebutkan bahwa film Perempuan Berkalung Surban adalah sbuah fil gagal yang
menjelek-jelekan agama Islam. Terlebih dengan adanya adegan kekerasan dalam
rumah tangga dalam cuplikan film tersebut.
Hal
ini yang melatar belakangi penulis untuk mengangkat judul “Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Film Perempuan Berkalung
Surban Karya Hanung Bramantyo menurut Perspektif Hadis (Studi Ma’anil Hadis)”.
B.
Pembatasan dan Perumusan Masalah
Untuk lebih memfokuskan penulisan dan
memberi arah yang tepat dalam pembatasan proposal skripsi ini, maka masalah
yang akan dibatasi adalah Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) pada film Perempuan
Berkalung Surban dalam Perspektif Hadis.
Untuk
memudahkan mecari solusi dalam perumusan masalah dari penelitian ini, maka perumusan masalah dibagi
dalam sub-sub pokok masalah sebagai berikut:
- Bagaimana menanggapi kekerasan
dalam rumah tangga berdasarkan hadis nabi?
- Pesan dakwah apa yang bisa
diambil untuk kemudian diterapkan menanggapi seputar kasus kekerasan dalam
rumah tangga yang marak terjadi di zaman sekarang?
C.
Tujuan Penulisan
Berdasarkan pokok masalah diatas,
maka ada beberapa tujuan yang hendak dicapai, yaitu:
- Untuk mengetahui kedudukan
hadis Nabi yang menjelaskan seputar kasus kekerasan dalam rumah tangga.
- Untuk mengetahui pesan dakwah
yang bisa diambil dari film Perempuan berkalung Surban yang merujuk pada
kekerasan dalam rumah tangga.
D.
Manfaat Penelitian
Adapun
manfaat dari penelitian ini adalah:
- Manfaat Akademis
Memberikan
kontribusi bagi pengembangan penelitian ilmu hadis sebagai ilmu alat bantu
utama pada Fakultas Ushuluddin khususnya prodi Ilmu Hadis.
- Manfaat Praktis
Untuk
menambah wawasan bagi teoritis, praktisi dan pemikir ilmu hadis dalam mengams
niali-niali Islam menjadi kajian yang menarik khususnya maanil hadis.
Selanjutnya memberikan motivasi bagi para pelaksana dakwah untuk lebih
memanfaatkan media sebagai saluran dakwah khususnya media perfilman.
E.
Telaah Pustaka
Penulis mendapati banyak sekali
pembahasan mengenai kekerasan dalam rumah tangga, baik dalam bentuk buku,
jurnal, artikel baik dalam bentuk Koran maupun internet. Seperti Representasi
KDRT dalam film 7 Hati 7Cinta 7 wanita yang disusun oleh Arif Suharmanto tahun
2013 Fakultas Dakwah. Penelitian ini membahas tentang representasi kekerasan
dalam rumah tangga dengan UU penghapusan kekerasan dalam rumah tangga sebagi
acuannya.
Lalu
terdapat skripsi yang berjudul Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Film Perempuan
Berkalung Surban tahun 2010 Fakultas Dakwah Uin Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penelitian ini membahsa tentang isu gender yang mengangkat perempuan sebagai
obyeknya berdasarkan film perempuan berkalung surban.
Dari skripsi diatas maka penulis
mengambil kesimpulan bahwa belum ada yang meneliti tentang Kekerasan dalam
Rumah Tangga dalam Film perempuan Berkalung Surban. Oleh karena itu, penulis
menggunakan analisis KDRT berdasarkan perspektif Hadis dalam film tersebut.
F.
Kerangka Teoritik
Metode merupakan cara sekaligus alat
untuk memahami sesuatu dengan kelebihan dan kekurangannya., semakin kecil
kekurangannya semakin tepay memahaminya. Dan sebaliknya semakin banyak
kekurangannya semakin jauh pula pemahamannya.[3]
Adapun
metode yang dijadikan patokan dalam penelitian ini meliputi tiga langkah utama
yaitu menetukan tema dan menulusuri hadis Nabi, mengumpulkan hadis dan
mengkritisi hadis-hadis tersebut, dan terakhir menyusun dan menyimpulkan data
yang telah dikumpulkan dan dikritisi.
G.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kepustakaan (library research) dan metode dokumentasi. Dalam hal ini ada
beberapa aspek yang digunakan, antara lain:
- Sumber
data
Penelitian
ini adalah kajian kepustakaan yang bersifat kualitatif,. Dengan denikian sumber
data yang digunakan adalah sumber data sukender. Dalam hal ini yang digunakan
adalah hadis-hadis yang membahsa tentang larangan adanya KDRT dalam kitab hadis
yang enam (kutubus sittah).
- Teknik
Pengunpulan Data
Penulis
akan mengumpulkan cuplikan-cuplikan KDRT dalam film perempuan berkalung surban
kemudian mengumpulkan hadis-hadis yang mebahsa tentang larangan adanya KDRT terutama yang disebutkan dalam kitab hadis
yang enam (kutubut tis’ah).
- Metode Analisis data
Metode
analisis data berarti menjelaskan data-data yang diperoleh melalui data
pustaka. Dalam melakukan analisis pustaka dilakukan sebuah analisis terhadap
sanadd dan mantan hadis yang membahas tentang larangan adanya KDRT.
Baca Juga: Tradisi Puasa Dalail Khairat di PP Darul Falah Jekulo Kudus Jawa Tengah (Living Hadis)
[1] Muhammad Labib Al Buhiy, Hidup
Berkeluarga Secara Islami, (Bandung: Alma’arif, 1983), cet. Ke-1, hal. 70
[2] Eddy D. Iskandar, Saat Film Berebut
Penonton, artikel diakses pada tanggal 15 April 2018 dari
http:www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=63527, pada
pukul 09.16 wib
[3]
Hasan Asy’ari Ulama’I, Metode Tematik Memahami Hadis Nabi Saw, (Semarang:
Wali songo Press, 2010), h.59

Comments
Post a Comment