![]() |
| Eksistensi Komunitas Arab di Yogyakarta Tahun 1988-2018, data:image |
Abstrak
Al-Amin
merupakan organisasi perkumpulan pemuda-pemuda yang menpunyai darah keturunan
dari Nabi Muhammad SAW. tepatnya dari bani Alawiyyin. Organisasi Al-Amin
berdiri di Yogyakarta pada tahun 1988, didirikan oleh Syarifah Nur Wulan
Ba’abud dan sahabat-sahabatnya. Al-Amin adalah singkatan dari Angkatan Muda
Islam Nusantara. Pada awalnya organisasi Al-Amin hanya wadah silaturahmi antar
para keturunan Bani Alawiyyin yang berdomisili di Yogyakarta. Namun seiring
berjalanya waktu bentuk oraganisasi,dan visi-misi, mengalami perkembangan dan
perubahan menjadi organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan keagamaan,
terstruktur dan mempunyai program kerja yang jelas seperti adanya kegiatan
bakti sosial dan kegiatan rutin. Pokok permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian
ini adalah untuk melihat sejarah latar belakang
atau motif dari berdirinya organisasi Al-Amin?, dan perkembangan organisasi
Al-Amin di Yogyakarta tahun 1988-2018?. Dengan mencoba melihat lebih jauh,
organisasi Al-Amin dalam hal kegiatan, apa yang dilakukan dari tahun ke tahun
dan perubahan apa yang di lakukan dalam menghadapi transisi perubahan zaman.
Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang atau motif berdirinya
Organisasi Al-Amin, dan Perkembangan Organisasi Al-Amin (Angkatan Muda Islam
Nusantara) di Yogyakarta Tahun 1988-2018.Teori yang digunakan adalah teori
perkembangan Ibnu Khaldun. Metode yang digunakan adalah metode penelitian
sejatah yang dilakukan dengan empat tahap pertama
heuristic yakni pengumpulan sumber baik primer maupun skunder, kedua verivikasi yakni melakukan kritik
terhadap sumber baik internal maupun eksternal sehingga data yang didapatkan
vali, ketiga interpretasi yakni
penafsiran terhadap fakta-fakta sejarah yang ditemukan dalam sumber, keempat historiografi yakni penulisan
sejarah yang disusun secara kronologis dan sistematis.
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hampir di seluruh
penjuru Indonesia bisa ditemukan komunitas-komunitas yang mempunyai ciri khas
dan eksistensinya masing-masing. Komunitas tersebut bersatu atas adanya motif
dan latar belakang yang melatar belakangi mereka untuk bersatu, baik iku karena
tujuan, dan keturunan,yang sama atau pun tujuan lainya. Seperti halnya
komunitas Arab yang ada dan berkembang di Indonesia sampai saat ini.
Orang Arab yang
ada di Indonesia sebagian besar berasal dari Hadramaut atau biasanya dikenal
dengan sebutan Hadrami yang merupakan salah satu provinsi di Yaman bagian
selatan. Keadatangan kaum Arab Hadrami ke Nusantara yaitu pada akhir abad
XVIII. Pemberhentian mereka yang pertama adalah Aceh, kemudian mereka lebih memilih pergi ke Palembang dan
Pontianak.[1]
Ada beberapa
faktor yang perlu diperhatikan dalam proses kedatangan kaum Arab Hadrami ke
Indonesia, yaitu adanya konflik internal di dalam masyarakat Yaman sendiri. Dan
tidak adanya sumber daya alam yang memadai di daerah asalnya.[2]
Sumber lain juga mengatakan bahwa masyarakat Hadramaut memiliki tradisi
berpetualang guna memperbaiki hidupnya disamping juga berdakwah.
Salah satu
pendapat yang menguatkan bahwa motivasi hijrah dan berdakwah lebih dominan
berasal dari Muhammmad Hassan al-Aydrus seorang pengajar sejarah di Universitas
Emirat Arab. Ia mengatakan bahwa tujuan hijarah syarif Hadramaut adalah menyebarkan dakwah Islamiyah.[3]
Sedangkan menurut Berg bahwa tidak mungkin kedatangan mereka itu ke Nusantara
untuk menyebarkan Islam semata-mata, karena berdagang merupakan tujuan mereka
lainya. Hal ini didukung oleh Mobini Kesheh yang mengatakan bahwa gelombang
utama awal migrasi kaum Hadrami ke Asia Tenggara terjadi pada paruh akhir abad
18.[4] Komunitas
Arab awalnya menetap di kota-kota pesisir pantai Indonesia.
Mereka
mula-mula membuat perkampungan di sekitar wilayah kota pantai. seperti di
Batavia, Cirebon, Tegal, Pekalongan Semarang, Surabaya, Bangil, Banyuwangi,
Palembang, Siak, Pontianak dan Banjarmasin.[5]
Daerah-daerah tersebut merupakan perkampungan awal yang mereka tempati.
Kota-kota yang
mereka tempati di atas merupakan kota-kota penting pada masa Hindia Belanda. Kebanyakan
mereka yang menetap mencari mata pencahariannya dengan cara berdagang dan
lain-lain. Di samping itu mereka yang berdagang juga berdakwah menyebarkan
agama Islam, fakta sejarah menyebutkan bahwa orang Arab yang datang ke
Indonesia mayoritas merupakan keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Maka
tidak heran jika mereka berdagang sambil menyebarkan agama Islam, karena mereka
merupakan keturunan dari Nabi atau biasa di panggil dengan sebutan sayyid, Habib (Laki-laik) dan Syarifah (Perempuan). Komunitas ini sekarang bisa kita jumpai di kota Yogyakrta.
Komunitas Arab
di Yogyakarta sudah melalui proses sejarah kedatangan yang panjang. Sejarah
menyebutkan bahwa komunitas Arab masuk ke Yogyakrta sekitar akhir abad ke-18.
Yang di dominasi oleh pedagang dan cendikiawan muslim, bisa dikatakan bahwa
komunitas Arab yang ada di Yogyakarta sedikit lebih muda dari komunitas yang
ada di kota-kota pesisir yang ada di Indonesia, karena kebanyakan mereka yang
masuk ke Yogyakarta berasal dari kota-kota seperti solo, pekalongan, tegal,
semarang dan lain-lain. Kini eksistensi sosial budaya mereka bisa di lihat dari
aktifitas sehari-hari.
Salah satu
eksistensi mereka bisa dilihat dari kegiatan sosisal keagamaan di Yogyakarta
dengan adanya organisasi-organisasi yang menjadi wadah mereka untuk
bersilaturahim. Menurut S.P. Hasibuan organisasi merupakan alat atau wadah
tempat melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.[6]
secara tidak langsung memperlihatkan eksistesi mereka, salah satunya adalah organisasi
Al-Amin.
Al-Amin berdiri
di Yogyakarta pada tahun 1988 M, didirikan oleh Syarifah Nur Wulan Ba’abud dan
sahabat- sahabatnya, merupakan organisasi sosial keagamaan para keturunan
komunitas Arab yang ada di Yogyakarta, al-amin sendiri merupakan singkatan dari
(Angkatan Muda Islam Nusantara), oleh karena itu anggota dari organisasi
tersebut hanya yang berusia muda atau masih menempuh pendidikan di Yogyakarta
dari SMA-Perguruan Tinggi baik itu laki-laki maupun perempuan atau biasa
disebut dengan organisasi Sayyid, habaib
dan Syarifah muda. Sekarang organisasi al-amin mempunyai visi misi, dan
program kerja yang jelas.
Mempunyai
bermacam-macam program kerja mulai dari mingguan, bulanan, dan tahunan. Sebelum
tahun 1988 perkumpulan para keturunan komunitas Arab di Yogyakarta ini sudah
ada namun belum resmi menjadi organisasi, Baru pada tahun 1988 resmi menjadi
organisasi. Awalnya organisasi ini hanya menjadi wadah silaturahmi antar
keturunan Arab yang ada di Yogyakarta saja. Seiring berjalanya waktu dan pergantian
kepemimpinan organisasi ini mengalami priode-
priode sejarah dan sempat mengalami pasang surut hingga akhirnya bangkit
lagi.
Namun sebelum
bangkit lagi seperti yang bisa dilihat sekarang, organisasi al-amin mengalami
perkembangan dan perubahan, seperti bentuk organisasi, visi, misi, kegiatan dan
lain-lain. Tidak hanya itu, organisasi al-amin juga sempat mengalami priode
kefakuman.
Berdasarkan
uraian-uraian diatas maka pokok permasalahan yang dirumuskan
dalam penelitian ini adalah untuk melihat sejarah latar belakang atau motif dari berdirinya
organisasi Al-Amin?, serta perkembangan organisasi Al-Amin di Yogyakarta tahun
1988-2018?. Dengan mencoba melihat lebih jauh, organisasi Al-Amin dalam hal
kegiatan, apa yang dilakukan dari tahun ke tahun dan perubahan apa yang di
lakukan dalam menghadapi transisi perubahan zaman.
B. Batasan dan Rumusan Masalah
Fokus penelitian ini adalah motif berdirinya dan perkembangan Organisasi
Al-Amin di Yogyakarta Tahun 1988-2018. tahun 1988 sebagai batasan awal dari
penelitian ini karena Organisasi Al-Amin awal didirikan pada tahun tersebut dan
tahun 2018 menjadi batasan terakhir karena mengalami pergantian kepemimpinan sehingga
peneliti merasa perlu untuk melihat perkembangan yang terjadi.
Berdasarkan batasan tersebut, maka peneliti mengambil rumusan
masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana latar
belakang atau motif berdirinya Organisasi Al-Amin di Yogyakarta Tahun 1988-2018?
2.
Bagaimana sejarah
perkembangan Organisasi Al-Amin di Yogyakarta Tahun 1988-2018 ?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Penelitian terhadap permasalahn ini dilakukan dengan tujuan:
1.
Untuk
menjelaskan latar belakang atau motif berdirinya Organisasi Al-Amin Yogyakrta
dari awal hingga 2018.
2.
Untuk
menjelaskan sejarah dan perkembangan Organisasi
Al-Amin Yogyakrta
Adapun kegunaan dari penlitian ini adalah
1.
Sebagai upaya
awal mengangkat penulisan sejarah lokal khususnya Organisasi Al-Amin Yogyakrta.
2.
Menambah
wawasan tentang sejarah salah satu Organisasi (komunitas keturunan Arab) yang ada di Yogyakarta serta menjadi
rujukan untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan
tentang Organisasi (komunitas keturunan Arab)
Al-Amin, Yogyakarta khusunya.
D. Tinjauan Pustaka
Menurut pengamatan peneliti sejauh ini belum ada tulisan yang mengangkat
dalam bentuk buku atau penelitian lainnya baik skripisi, tesis ataupun
disertasi yang membahas khusus tentang sejarah berdirinya Organisasi Al-Amin
Yogyakrta serta dinamika yang terjadi dalam perkembangannya. Adapun tulisan
yang di temukan hanya ulasan-ulasan singkat. Sehingga untuk mendukung tulisan
ini peneliti menggunakan beberapa literature yang terkait tentang sejarah komunitas
keturunan Arab di Yogyakarta. Agar dapat mengetahui letak perbedaan dari
penelitian yang dilakukan saat ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya,
diantaranya:
Pertama, buku Sejarah
Komunitas Bangsa Arab di Yogyakarta Abad keke XX karya Fatiyah, MA
diterbitkan di Yogyakarta pada tahun 2016. Buku tersebut mengupas tentang
sejarah datangnya keturunan Arab di Yogyakarta abad ke-20. Di kota yang
multikultural dan multietnis, keturunan Arab sebagai pendatang tetap berusaha
mempertahankan identitas kelompoknya. Secara sosial mereka dapat melebur dan
mengkombinasikan berbagai unsur budaya ke dalam kehidupan mereka.[7] Karya
ini memiliki kesamaan dengan tema yang
akan diteliti oleh peniliti yakni terkait dengan komunitas keturunan Arab di
Yogyakarta. Perbedaanya Perbedaan buku tersebut dengan
penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah pada objek penelitiannya. Buku
Fatiyah objek kajiannya adalah terkait keseluruhan komunitas Arab yang ada di Yogyakarta
yang meliputi identitas, social, dan budaya sedangkan penelitian ini pada
sejarah dan perkembangan Organisasi Keturunan Arab Muda yaitu; Al-Amin.
Kedua, tesis, yang
ditulis oleh Dewi Ulya Rifqiyati, “Dinamika Perkawinan Endogami Pada Keturunan
Arab di Yogyakarta”. Tesis ini membahas tentang pernikahan endogami di Antara
keturunan Arab di Yogyakarta yang dalam hasil penelitianya disebutkan bahwa
perkawinan keturunan Arab di Yogyakarta yang endogami mulai mengarah ke
eksogami. Kesamaan dari penelitian tersebut adalah terletak di objek
pnelitianya yang sama-sama mengunakan komunitas keturunan Arab. Berbeda dengan
penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu pada objek kajian berupa
sejarah perkembangan Organisasi Al-Amin Yogyakarta.
Ketiga, skripsi yang berjudul “Manajemen
Organisasi Rabithah Alawiyah Yogyakrta 2016. Skripsi tersebut ditulis oleh M,
Fadlil Adhim, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Jurusan Manajemen Dakwah, UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta 2017. Karya ini memiliki kesamaan dalam pembahasan
tentang Organisai keturunan Arab di Yogyakarta. Namun perbedaanya terletak
dalam objek pembahasannya serta latar belakangnya. Dalam karya tersebut lebih
berfokus pada manajemen keorganisasianya serta organisasi yang diteliti
merupakan organisasi untuk para keturunan Arab di Yogyakarta yang sudah tidak
menempuh pendidikan di Yogyakarta dan sudah menetap di Yogyakarta, sedangkan
penilitian yang dilakukan oleh peneliti adalah cenderung pada kajian historis,
untuk organisasi keturunan Arab di Yogyakarta yang masih muda dan menempuh
pendidikan di Yogyakarta dan menetap di Yogyakarta hanya untuk menempuh
pendidikan.
Dari uraian diatas
peneliti dapat menyimpulkan bahwa penulisan tentang sejarah dari Organisasi
Al-Amin Yogyakrta masih belum ada. Peneliti mengakui meski ada beberapa kesamaan terutama tentang Organisasi
keturunan Arab di Yogyakrta. Akan tetapi, keterangan yang dibahas sangatlah
berbeda terakit fokus dan tema penilitian, sehingga memberi peluang bagi
peneliti untuk dapat menuliskan sejarah Organisasi Al-Amin Yogyakrta.
E. Landasan Teori
Teori adalah penjelasan dari beberapa gejela dan berisis tentang
prinsip-prinsip yang menggambarkan hubungan yang teramati antar gejala
tersebut. Dengan kata lain, teori berusaha menggambarkan kenyataan-kenyataan.
Teori merupakan simplifikasi dan generalisasi dari gejala-gejala atau
kenyataan-kenyataan.[8]
Guna mengkaji perkembangan organisasi Al-Amin Yogyakarta, peneliti
menggunakan pendeketan sosiologis, yaitu melihat sebuah gejala dari segi aspek
sosial yang mencakup hubungan sosial, interaksi, jaringan hubungan sosial, yang
keseluruhannya mencakup ranah dimensi sosial kelakuan manusia. Segala macam
bentuk tindakan yang mencakup relasi antar individu diungkapkan secara tepat
dengan melihat dimensi sosial perlakuan orang seperti yang terwujud sebagai
gejala.[9] Melalui
pendekatan sosiologis penulis berusaha untuk mengungkapkan permasalahan penelitian
terkait perkembangan Organisasi Al-Amin Yogyakarta.
Teori yang
diganakan dalam penelitian ini adalah teori kesadaran kolektif. Masyarakat
terintegrasi karena adanya kesepakatan di anatara anggota masyarakat terhadap
nilai-nilai kemasyarakatan tertentu. Nilai-nilai kemasyarakatan oleh Durkheim
disebut dengan kesadaran kolektif (Collective
Conciousness). Kesadaran kolektif ini berada di luar individu (exterior), namun memiliki daya pemaksa
terhadap individu-individu sebagai anggota masyarakat.[10]
Dengan kata lain, kesadaran kolektif adalah suatu konsesus masyarakat yang
mengatur hubungan sosial di antara anggota masyarakat yang bersangkutan.[11] Kesadaran
kolektif tersebut bisa berwujud aturan-aturan moral, aturan-aturan agama,
aturan-aturan tentang baik dan buruk, luhur dan muliah, dan sebagaimana.
Kesadaran kolektif juga merupakan salah
satu wujud dari fakta sosial yang berkaitan dengan moralitas bersama[12]
Dalam pandangan Islam, organisasi merupakan suatu kebutuhan.
Organisasi berarti kerjasama, organisasi tidak diartikan semata-mata sebagai
wadah. Pengertian organisasi sebagai proses yang dilakukan bersama, dengan
landasan yang sama, tujuan yang sama, dan juga dengan cara yang bersama-sama.[13]
Menurut Hodge dan Anthony, teori organisasi adalah sekelompok
konsep, prinsip-prinsip, dan hipotesis yang digunakan untuk menjelaskan
komponen-komponen organisasi dan bagaimana komponen-komponen tersebut
berprilaku.[14]
Menurut Jones menyatakan bahwa teori organisasi adalah studi
tentang bagaimana organisasi dan bagaimana organisasi memengaruhi dan
dipengaruhi oleh lingkungan sekelilingnya. TO akan membantu praktisi dan
teoritis organisasi dalam menganalisis kegiatan organisasi, bagaimana
organisasi harus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
Pengetahuan tentang TO akan membantu dalam dalam menganalisis struktur dan
budaya organisas, mendiagnosis masalah, memanfaatkan proses desain organisasi
dan membuat penyesuaian-penyesuain yang akan membentuk organisasi dalam
mencapai tujuannya. Lebih lanjut Jones menyatakan bahwa bahasan TO, meliputi
tiga bahasan besar, yaitu struktur
organisasi, desain organisasi, dan budaya organisasi.[15]
Berdasarkan penjelasan di atas peneliti beranggapan bahwa kedua
teori tersebut dirasa mampu untuk membantu peneliti dalam penelitian ini. Karena
kedua teori tersebut mengidentifikasikan atas beberapa fakta yang ditemukan di
lapangan sejauh ini. Teori kesadaran kolektif mengarah kepada motif atau latar
berdirinya Organisai Al-Amin Yogyakarta, sedangkan pengunaan teori organisasi
mengarah kepada organisasi Al-Amin Yogyakarta yang sekarang sudah mencirikan
ciri-ciri sebagai suatu organisasi. Penerapan kedua teori tersebut peneliti
telah memilah dan memilih serta mempertimbangkan dengan matang bahwa kedua
teori tersebut dipilih untuk membantu penelitian ini.
F. Metode Penelitian
Penulisan sejarah adalah suatu rekonstruksi
masa lalu yang terikat pada prosedur ilmiah.[16]
Suatu penelitian dilakukan karena ingin mengetahui suatu permasalahan yang
melatar belakanginya. Permasalahan itu sendiri adalah suatu kesenjangan antara
apa yang seharusnya (das sollen)
dengan yang senyatanya (das sain).[17]
Sejarah sebagai ilmu mempunyai metode dalam
menghimpun data sampai menjadikan dalam bentuk cerita ilmiah, karena bentuk
studi dan bentuk penelitian ini bersifat sejarah, maka metode yang digunakan
adalah metode sejarah yaitu proses pengumpulan data kemudian menafsirkan
suatu gejala peristiwa atau gagasan yang timbul di masa lampau.[18]
Adapun langkah-langkah dalam metode penelitian sejarah adalah sebagai berikut:
1.
Heuristik
(pengumpulan sumber)
Heuristik adalah cara untuk
mengumpulkan data sebagai sumber sejarah. Dalam hal ini peneliti akan
mengumpulkan sumber-sumber baik lisan maupun tulisan. Sumber lisan diperoleh dari serangkaian wawancara (interview) yakni mendapatkan informasi dengan cara bertanya
langsung kepada responden atau informan. Wawancara dilakukan dengan menggunakan
dua cara yakni wawancara bebas dan terstruktur. Wawancara bebas adalah wawancara
yang dilaksanakan tanpa aturan atau kerangka-kerangka tertentu yang telah
dipersiapkan sebelumnya. Wawancara dilakukan dengan cara spontan dengan tanpa
disadari oleh informan sehingga hampir sama dengan free talk (pembicaraan biasa).[19]
Untuk menambah informasi wawancara juga dilakukan dengan perangkat desa serta
tokoh tetua desa untuk mewakili masyarakat yang tinggal disekitar kantor
sekertariat oraganisasi al-amin. Sedangkan sumber tertulis yang dikumpulkan
berupa arsip yang tidak ditertbitkan untuk umum dan hanya untuk organisasi
2.
Verifikasi.
Setelah tahapan heuristik, penulis melakukan kritik terhadap sumber untuk
mandapatkan keabsahan suatu sumber.[20]
Dalam proses ini penulis menyeleksi apakah data tersebut akurat atau tidak baik
dalam segi bentuk maupun isinya,
sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Bila sumber itu merupakan sumber
tertulis, maka perlu
diteliti dari segi fisik dan
isinya. Apabila sumber itu dari sumber lisan, maka peneliti mencari informasi
yang tidak hanya pada satu saksi, artinya sumber lisan harus didukung oleh
saksi berantai[21]. Dengan
langkah ini diharapkan dapat diperoleh data yang falid dan kredibel, yaitu penelusuran yang berdasarkan
proses-proses dalam kesaksian
3. Interpretasi
penafsiran sejarah atau disebut juga dengan analisis sejarah adalah tahap
yang dilakukan setelah semua data yang terkumpul kemudian diverifikasi.
Analisis sejarah dilakukan untuk mensintesiskan atas sejumlah fakta atau data
informasi yang diperoleh dari sumber-sumber sejarah.[22]
Untuk memudahkan pemahaman maka dari itu penulis menggunakan pendekatan
sosiologi dan teori kesadaran kolektif serta teori organisasi untuk dapat
menganalisis terkait dengan dinamika yang terjadi di Organisasi Al-Amin Yogyakrta,
serta pengaruhnya terhadap lingkungan disekitarnya dengan menafsirkan data-data
yang telah didapat yang berkaitan dengan tema penelitian ini.
4. Historiografi
Historiografi merupakan tahapan paling akhir dari seluruh proses
penelitian sejarah. Data yang telah dikumpulkan, diverifikasi, ditafsirkan dan
mencapai tahap kesimpulan, kemudian disusun secara kronologis dan sistematis
dalam bentuk laporan hasil penelitian.
G. Sistematika Pembahasan
Bagian ini adalah bentuk kerangka isi dan alur
logis penulisan karya tulis yang disertai dengan pemaparan penulis mengenai
susunan tat urutan bagian-bagian skripsi. Berikut ini adalah penjelasan
singktan mengenai isi karya tulis ini, yang dibentuk menjadi lima bab.
Bab pertama, berisi
pendahuluan yang meliputi: (1) Latar Belakang Msalah, (2) Rumusan masalah
digunakan untuk memepertegas pokok-pokok masalah, (3) Tujuan dan Kegunaan
menejelaskan letak pentingnya penelitian ini, (5) Landasan Teori sebagai acuan
teori yang selanjutnya digunakan untuk menjawab rumusan masalah usulan
penelitian yang menjadi fokus
pembahasan kajian. Bab ini berisi
latar belakang masalah, (6) Metode Penelitian dimaksudkan
untuk mengetahui cara, pendekatan, dan langkah-langkah penelitian yang
dilakukan, dan (7) Sistematika Pembahasan untuk memberikan gambaran umum
mengenai substansi penelitian secara istematis, logis, dan korelatif.
Bab kedua berisi tentang latar
belakang berdirinya Organisasi Al-Amin Yogyakarta. Bab ini mempunya fungsi memberikan gambaran umum tentang Organisasi Al-Amin
Yogyakrta.
Bab
ketiga merupakan inti tentang objek penelitian ini. Bab ini berisikan tentang
sejarah perkembangan Organisasi Al-Amin Yogyakarta, pada waktu itu, dan
biografi pendirinya serta peran beliau.
Bab
keempat merupakan lanjutan dari bab sebelumnya yakni terkait peran dan
kontribusi Organisasi Al-Amin Yogyakrta. Bab ini berisikan tentang Kontribusi Al-Amin
dalam Bidang sosial keagamaan.
Bab
kelima merupakan penutup dari penelitan ini yang berisi tentang
kesimpulan dan saran. Kesimpulan ini berfungsi sebahgai jawaban atas
permasalahan dalam penelitian ini. Sedangkan saran berisi saran-saran sebagai
bagian akhir dari skripsi.
Daftar Pustaka
Buku-buku:
Abdurahman, Dudung .Metode
Penelitian Sejarah Jakarta: Logos.
1999
--------------------------Pengantar Metode Penelitian Sejarah Yogyakarta:
Kurnia Alam Semesta. 2003.
--------------------------
Metode Penelitian Yogyakarta:
Kurnia Kalam Semesta. 2003.
Melayu, Hasibuan. Manajemen: Dasar, Pengertian dan Masalahan. Jakarta;
Bumi Aksara, 2001
Fatiyah. Sejarah Keturunan Arab
di Yogyakarta Abad XX Yogyakarta:
Magnum Pustaka Utama. 2016
Van den Berg. LWC. Hadramaut dan
Koloni Arab di Nusantara. Jakarta: INIS. 1989.
Gotschalk, Louis. Mengerti Sejarah, terj. Nugroho
Notosusanto.Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press). 1985.
Hafidhuddin Didin, Manajemen Syari’ah dalam Prakti, Yogyakarta:
LKis. 2018.
Kartodirdjo, Sartono. Pendekatan
Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum. 1992.
Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu
Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya. 1995.
Purwanto, Agus Joko. Teori
Organisasi. Banten: Universitas Terbuka, 2014.
Yatim, Badri. Historiografi Islam Jakarta: Logos. 1995
Wawancara:
-Hasil wawancara dengan Habib Hafid Al-Attas dan Kawan-kawan
tanggal 16 bulan Maret 2019.
Internet:
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................................................................
ABSTRAK........................................................................................................................................................... i
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................................................. 1
A.
Latar Belakang
masalah ........................................................................................................................... 2
B.
Batasan dan
Rumusan Masalah................................................................................................................ 6
C.
Tujuan dan
Kegunaan Penelitian.............................................................................................................. 6
D.
Tinjauan Pustaka....................................................................................................................................... 7
E.
Landasan Teori......................................................................................................................................... 9
F.
Metode
Penelitian................................................................................................................................... 12
G.
Sistematika
Pembahasan......................................................................................................................... 15
BAB II ORGANISASI AL AMIN......................................................................................................................
A.
Sejarah
Berdirinya Organisasi Al-Amin.....................................................................................................
B.
Tokoh Pendiri
Organisasi Al-Amin............................................................................................................
C.
Tujuan dan
Visi-Misi Organisasi Organisasi Al-Amin................................................................................
BAB III PERKEMBANGAN ORGANISASI AL-AMIN ..............................................................................
A.
Priode Awal
(1988-1991)...........................................................................................................................
B.
Priode
Pertengahan (1991)-(2000)..............................................................................................................
C.
Priode
Kontenporer (Sekarang) (2000-2018).............................................................................................
BAB IV PERAN ORGANISASI AL-AMIN KE MASYARAKAT...............................................................
A.
Agama.........................................................................................................................................................
1.
Kegiatan Minguan................................................................................................................................
2.
Kegiatan Bulanan.................................................................................................................................
3.
Kegiatan Tahunan.................................................................................................................................
B.
Sosial ..........................................................................................................................................................
1.
Kegiatan Minguan ...............................................................................................................................
2.
Kegiatan Bulanan ................................................................................................................................
3.
Kegiatan Tahunan ................................................................................................................................
BAB V PENUTUP...............................................................................................................................................
A.
Kesimpulan ................................................................................................................................................
B.
Saran ..........................................................................................................................................................
[1]
L.W.C. Van den Berg, Hadramaut dan Koloni
Arab di Nusantara, Jakarta: INIS, 1989), hlm.
[2]
Fatiyah, Sejarah Komunitas Arab di
Yogyakarta Pada Abad XX, cet, Ke-1, (Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama,
2016) hlm.
[3] Ibid, hlm.
[4] Ibid, hlm.
[5] Ibid, hlm.
[6]
Hasibuan, Melayu S.P, Menejemen: Dasar,
Pengertian, Dan Masalah (Jakarta; Bumi Aksara, 2001), hlm. 118.
[7]
Fatiyah, Sejarah Komunitas Arab di
Yogyakarta Pada Abad XX, cet, Ke-1, (Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama,
2016) hlm.
[8]
Agus, Joko Purwanto, Teori Organisasi, (Banten:
Universitas Terbuka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014). Hlm. 12
[9]
Sartono, Kartodirdjo, Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah
(Jakarta: Gramedia Pustaka Umum, 1992), hlm.87
[10] Zainuddin,
Malik, Rekontruksi Teori Sosial Modern, (Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press, 2012). hlm. 90.
[11] Ibid, hlm.80.
[12] Ibid, hlm.80.
[13]
Didin Hafidhuddin, Manajemen Syari’ah
dalam Prakti, hlm, 27.
[14]
Agus, Joko Purwanto, Teori Organisasi, (Banten:
Universitas Terbuka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014). Hlm. 12
[15]
Agus, Joko Purwanto, Teori Organisasi, (Banten:
Universitas Terbuka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014). Hlm. 12
[17] Dudung
Abdurahman, Pengantar Metode Penelitian
Sejarah (Yogyakarta:Kurnia Alam Semesta, 2003), hlm. 18.
[18] Luis Gotschalk, Mengerti Sejarah, terj. Nugroho
Notosusanto (Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press), 1985), hlm.
32.
[21] Ibid, hlm. 63
[22]
Badri Yatim, Historiografi Islam (Jakarta: Logos, 1995), hlm. 5
Baca Juga: Proposal lainnya

Comments
Post a Comment