Skip to main content

Peran Muhammadiyah Cabang Pakem Dalam Menangkal Kristenisasi Dan Sekularisasi Pendidikan Di Kecamatan Pakem (1965-1978)

Peran Muhammadiyah Cabang Pakem Dalam Menangkal Kristenisasi Dan Sekularisasi Pendidikan Di Kecamatan Pakem (1965-1978), smkmuhpakem.sch.id

Pakem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman, Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Kecamatan ini berada di wilayah Utara Kabupaten Sleman tepatnya di lereng Gunung Merapi.[1] Pada 1960-an kondisi geografisnya didominasi perkebunan dan persawahan. Mayoritas mata pencaharian warga adalah petani. Keadaan ekonomi yang lemah menjadi kenyataan yang terjadi di Kecamatan Pakem pada saat itu. Keadaan keagamaan Islam juga bisa dikatakan lemah, masyarakat pada umumnya mengaku beragama Islam, namun pada kenyataannya tidak melaksanakan ajaran-ajaran islam. Selain itu muncul TBC (Tachayul, Bid’ah, Churafat) di tengah masyarakat. Dua keadaan ini terakumulasi dan memberikan celah bagi misionaris untuk menjalankan “dakwah” nya. Biasanya pemberian sembako, fasilitas kesehatan, dan pendidikan menjadi kedok mereka dalam mencari pengikut Kristen di Kecamatan Pakem.[2]
Keadaan seperti di atas mengilhami sekelompok pemuda berjumlah Sembilan orang yang berlatarbelakang pendidikan dan organisasi Islam untuk  membuat wadah dakwah Islam, yaitu Muhammadiyah. Mereka yang membentuk organisasi ini rata-rata memiliki pemikiran yang maju dengan pendidikan yang tinggi pada zamannya. Mereka sebagian besar adalah aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia), dan simpatisan Muhammadiyah setelah menjadi alumni SPG (Sekolah Pendidikan Guru) Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. Tujuan utama pendirian Muhammadiyah di Pakem adalah ingin mengampayekan kehidupan keislaman yang sebenar-benarnya, karena pada saat itu di tengah masyarakat sangat kental nuansa TBC. Tujuan yang tidak kalah penting adalah untuk menangkal kegiatan kristeniasi yang ada di tengah-tengah masyarakat Pakem. Kegiatan kristenisasi ini telah membuat banyak warga Kecamatan Pakem akhirnya menjadi murtad meninggalkan agamanya.[3]
Problem terbesar umat Islam di Kecamatan Pakem saat itu sebenarnya adalah Kristenisasi. Dalam buku terjemahan berjudul  “25 Pelajaran Tentang Doktrin Kristen” karya Denver Sizemore, dalam doktrin nomor 12 membahas “Tugas Misi Gereja”. Argumen awal dalam bahasan ini mengatakan bahwa Kristen adalah satu-satunya agama yang benar, dan mereka memandang semua orang di luar Kristen tidak selamat. Misi mereka adalah “menyelamatkan” atau dalam kata lain “mengkristenkan” orang di luar Kristen,[4] dan dalam term Islam dikenal sebagai pemurtadan. Dalam menjelaskan misi Kristen di buku ini, Sizemore menukil beberapa ayat salah satunya Matius 28: 19-20[5] yang mendukung argumennya bahwa Kristen sejatinya adalah agama “dakwah”.[6] Dalam buku berjudul “Mengkristenkan Jawa” karya Muhammad Isa Anshory, jelas tertulis bahwa Kristenisasi dilakukan dengan cara pendirian sekolah, rumah sakit, klinik, dan panti asuhan.[7] Hasilnya sungguh mencengangkan, hanya dalam waktu 5 tahun dari 1965-1970, missionaris Kristen berhasil membaptis 2.000.000 masyarakat muslim di Jawa, suatu jumlah yang menurut mereka sendiri seteara dengan pencapaian missionaris selama 50 tahun di tempat lain.[8]
Sembilan orang pendiri Muhammadiyah Cabang Pakem berargumen bahwa, untuk mengubah pandangan keagamaan masyarakat yang paling tepat adalah dengan pendidikan. Pada saat itu terdapat dua sekolah milik Kristen yang beroperasi di Kecamatan Pakem, dan satu sekolah Tamansiswa yang mewakili sekolah sekuler. Mereka faham betul bahwa pendidikan sekuler akan menghasilkan alumni yang berfikiran sekuler, dan pendidikan Kristen juga banyak menyebabkan pelajar muslim akhirnya keluar dari Agama Islam. Mereka tau bahwa pendidikan akan menentukan arah berfikir alumninya, maka dari itu jika tidak diselamatkan akan menghasilkan lulusan-lulusan sekuler bahkan murtad dari Agama Islam. Dengan pemikiran yang matang akhirnya sembilan pemuda ini membentuk organisasi Muhammadiyah Cabang Pakem yang di tahun-tahun berikutnya berhasil mendirikan sekolah pertamanya.[9]
Markas atau tempat rapat pertama mereka adalah di sebuah ruangan kecil yang ada di KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Pakem pada saat itu. Di tempat itulah sejarah pendirian Muhammadiyah Cabang Pakem dimulai. Sejak awal Muhammadiyah Cabang Pakem tidak memiliki kantor pusat, mereka hanya menggunakan fasilitas rumah Pemimpin Cabang Muhammadiyah untuk menjalankan kegiatan. Setelah memiliki amal usaha, barulah pusat kegiatan dialihkan ke gedung-gedung amal usaha mereka. Sampai saat ini Muhammadiyah Cabang Pakem belum memiliki kantor pusat atau sekretariat organiasai, maka dokumen-dokumen penting selalu dipegang oleh pengurus inti dan diwariskan secara turun temurun.[10]
Sejak berdirinya di tahun 1964 hingga tahun 2018 ini amal usaha mereka sudah sangatlah banyak meliputi bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Amal Usaha dalam bidang pendidikan sampai saat ini adalah SMA Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SD Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah, TK dan PAUD Muhammadiyah. Melalui amal usaha bidang pendidikan inilah peran Muhammadiyah akan dibahas. Pergumulan dengan pendidikan Kristen dan Sekuler menjadi perhatian utama dalam penelitian ini. Kasus tersebut dirasa menarik karena sepanjang sejarah, Islam dan Kristen seperti halnya minyak dan air yang tak bisa menyatu. Dengan sejarah panjang beberapa kali perang salib dan peristiwa-peristiwa perang lainnya, membuat konflik antara kedua agama ini tak terelakkan bahkan hingga hari ini. Dengan perkembangan zaman, perang yang dahulu menggunakan pedang, saat ini beralih menjadi perang pengaruh pendidikan.
Amal usaha Muhammadiyah Pakem tidak hanya seputar bisang pendidikan, ada juga Amal Usaha dalam bidang kesehatan diwujudkan dengan didirikannya PKU (Pusat Kesehatan Umat) Muhammadiyah pada masa kepengurusan 1992-1997.[11] Amal Usaha dalam bidang sosial adalah adanya Panti Asuhan Putri Muhammadiyah, sedangkan dalam bidang ekonomi ada Bank Perkreditan Rakyat yang beroperasi di depan gedung SMK Muhammadiyah Pakem. Hingga saat ini sudah dapat dikatakan mereka telah menorehkan prestasi dalam bidang-bidang tersebut. Masyarakat telah percaya dengan amal usaha yang Muhammadiah Cabang Pakem miliki. Yang paling menonjol adalah SMK Muhammadiyah sekarang menjadi SLTA dengan murid terbanyak se Kecamatan Pakem, dan SD Muhammadiyah menjadi SD yang paling berprestasi se Kecamatan Pakem

B.  Batasan dan Rumusan Masalah
Rencana penelitian akan membahas tentang “Peran Muhammadiyah Cabang Pakem Dalam Menangkal Kristenisasi Dan Sekularisasi Pendidikan Di Kecamatan Pakem (1965-1978)”. Muhammadiyah Cabang Pakem dianggap telah berhasil menangkal misi kritenisasi yang dilakukan Gereja pada saat itu dengan mendirikan amal usaha dalam bidang pendidikan. Batasan waktu yang ditentukan oleh peneliti adalah 1965-1978, dengan alasan bahwa pada kurun waktu tersebut Muhammadiyah Cabang Pakem telah berhasil menjadi pusat pendidikan pada tingkat kecamtan dan mengalahkan dominasi pusat pendidikan lain.
Yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:
1.    Pergumulan ideologi Sekuler, Kristen, dengan Islam
2.    Pendidikan Sekuler dan Kristen di Pakem
3.    Upaya menangkal sekularisasi dan kristenisasi pendidikan

C.  Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang diajukan dalam rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Mengupas dan mengamati secara seksama ideologi yang berkembang dan saling bersinggungan bahkan berkonfrontasi di Kecamatan Pakem dan pengaruhnya dalam pendidikan
2.    Mengungkap dan menjelaskan pendidikan Sekuler dan Kristen yang ada di Kecamatan Pakem
3.    Menjelaskan usaha menangkal sekularisasi dan kristenisasi pendidikan melalui amal usaha SPG, SMP, dan STM Muhammadiyah pada kurun waktu 1965-1978.
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Memperkaya literasi tentang sejarah pendidikan Islam dan tantangan-tantangannya
2.    Menunjukkan posisi ideologi dalam lembaga pendidikan
3.    Memberikan edukasi sejarah tentang organisasi Muhammadiyah dan perannya di tengah-tengah masyarakat pakem.

D.  Tinjauan Pustaka
Tinjaun pustaka adalah bahan tertulis berupa buku, karya ilmiah, atau jurnal yang membahas tentang topik yang hendak diteliti. Tinjauan pustaka membantu peneliti untuk melihat ide-ide, pendapat, dan kritik tentang topik tersebut yang sebelumnya dianalisis dan dibangun oleh para ilmuan. Pentingnya tinjauan pustaka adalah untuk melihat, menganalisa dan menunjukkan nilai tambah penelitian ini dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Begitupun sebaliknya, penelitian yang akan dibuat bisa jadi melengkapi, memperluas, menyempurnakan, dan memperinci penelitian dari tinjauan pustaka.[12] Ada beberapa data yang ditemukan, sebagai berikut:
Petama, buku yang ditulis oleh Muhammad Isa Anshory berjudul “Mengkristenkan Jawa: Dukungan Pemerintah Kolonial Belanda Terhadap Penetrasi Misi Kristen” yang terbit pada tahun 2013 di Karanganyar. Dalam buku ini dibahas mengenai kronologi bermulanya misi Kristen di Hindia-Belanda (Jawa) pra dan pasca Snouck Hurgronje. Buku ini juga membahas aksi dan reaksi Kristen dan Islam di Indonesia, Kristen sebagai aksi dan Islam sebagai reaksi. Peneliti menjadikan buku ini sebagai acuan pola gerak kritenisasi yang ada di Pulau Jawa pada umumnya dan Yogyakrta khususnya sebagai pusat pemerintahan Hindia-Belanda pada saat itu. Perbedaan buku ini dengan penelitian yang hendak dibuat adalah, letak spesifikasi spasial di Kecamatan Pakem dan fokus di bidang pendidikan.
Kedua, buku yang ditulis Alwi Shihab berjudul “Membendung Arus: Respons Gerakan Muhammadiyah terhadap Penetrasi Misi Kristen di Indonesia” yang terbit pada tahun 1998 di Bandung. Buku ini berisi tentang alasan utama kristenisasi dilakukan di Jawa dan kebijakan-kebijakan politik Hindia-Belanda sebagai upaya kristenisasi. Buku ini juga berisi akar pemikiran Muhammadiyah sebagai Islam progresif yang menjadi respon dari kristenisasi di Jawa. Posisi buku ini sangat penting dalam rencana penelitian ini, karena kesamaan subjek, objek, dan tema bahasan. Perbedaan dan titik pentingnya penelitian ini adalah mampu menjelaskan lebih rinci kasus kristenisasi dan upaya penangkalannya di wilayah Kecamatan Pakem.
Ketiga, buku yang ditulis oleh Tanzil Tanzania berjudul “Stop Kristenisasi: Membongkar Gerakan Pemurtadan dan Mencari Solusi Menghadapinya” yang terbit pada tahun 2010 di Klaten. Ada tiga bab penting dalam buku ini yang akan dijadikan acuan dan sejalan dengan logika dasar landasan toeri dalam penelitian ini. Pertama adalah Bab III, berisi tentang usaha-usaha dalam kristenisasi dan fakta bahwa pendidikan sekuler sebenarnya adalah langkah awal kristenisasi yang dilakukan Hindia-Belanda pada saat itu. Kedua adalah Bab IV, berisi tentang usaha-usaha merusak generasi Islam. Ketiga adalah Bab V, berisi tentang sikap umat Islam. Penjelasannya adalah Bab III dan IV dengan Bab V merupakan sebuah konflik antara dua Ideologi agama Kristen dan Islam. Buku ini peneliti gunakan untuk melihat pola-pola kristenisasi secara umum.
Keempat, buku yang ditulis Muhammad Al-Naquib Al-Attas berjudul “Islam dan Sekularisme” yang terbit pada tahun 1978 di Kuala Lumpur. Buku ini berisi tentang konsep sekuler, sekularisme, dan sekularisasi. Dalam Bab V secara khusus dikupas tentang Westernisasi Pengetahuan yang pada dasarnya adalah mengarah ke Sekularisasi Pendidikan. Konsep-konsep sekularisasi pendidikan pada buku ini akan digunakan peneliti dalam membaca kasus sekularisasi pendidikan yang ada di Kecamatan Pakem.
Kelima, buku yang terbit atas nama karya Pusat Latihan Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (PLP2M) dan Dr. Amien Rais sebagai editor berjudul “Pendidikan Muhammadiah dan Perubahan Sosial”, yang terbit 1985 di Yogyakarta. Buku ini berisi tentang pendidikan Muhammadiyah dari dasar filosofis, sejarah, orientasi pendidikannya. Buku ini dijadikan sandaran dan modal peneliti untuk membaca arah dan tujuan pendidikan Muhamadiyah secara umum. Dan perbedaannya dengan penelitian ini, adalah kristenisasi tidak dibahas secara eksplisit dalam buku ini.
Keenam, buku yang ditulis Nasruddin Anshoriy berjudul “Matahari Pembaruan: Rekam Jejak KH Ahmad Dahlan” yang terbit pada 2010 si Yogyakarta. Buku ini berisi perjalanan KH Ahmad Dahlan dan sejarah Muhammadiyah. Sub BAB dalam buku ini yang berjudul “Pendidikan dan Pengajaran” yang menjelaskan gambaran komponen pendidikan Muhammadiyah terutama Guru serta Visi Misi pendidikan Muhammadiyah yang sangat berguna bagi penelitian ini.
Ketujuh, buku yang ditulis Mustafa Kemal Pasha, Chusnan Jusuf, dan A. Rosjad Sholeh berjudul “Muhammadijah Sebagai Gerakan Islam” yang terbit pada 1971 di Yogyakarta. Buku ini berisi tentang Muhammadiyah sebagai gerakan islam, mulai dari sejarah perkembangan, landasan ideal, landasan operasional, amal usaha, pengorganisasian, serta mazhab. Bagian terpenting dan sangat berkaitan dengan penelitian ini adalah BAB tentang Agama dan faham-faham non islam. Dalam BAB ini diuraikan Agama Nasrani, Paham Sekularisme, dan Komunisme. Buku ini peneliti gunakan untuk melihat seluk beluk Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dalam berbagai macam bidang khususnya pendidikan serta tantangannya.
Kedelapan, buku yang ditulis Abdul Munir Mulkhan berjudul “Pemikiran Kiyai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah: Dalam Perspektif Perubahan Sosial” yang terbit pada 1990 di Jakarta. Buku ini berisi tentang Dakwah Muhammadiyah dalam upaya memajukan kehidupan masyarakat muslim. Topik-topik intelektual, amal usaha bidang pendidikan, dan tantangan dakwah Muhammadiyah menjadi bahasan utama dalam buku ini. Ketiga topik tersebut peneliti jadikan rujukan dalam membaca arah dakwah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan.
Kesembilan, buku yang ditulis Kuntowijoyo, dkk. berjudul “Intelektualisme Muhammadiyah” yang terbit pada 1995 di Bandung. Buku ini berisi tentang wacana Muhammadiyah dalam bidang intelektual. Konsep bab tiga yang berjudul Pergulatan aspirasi kaum muda dan persoalan regenerasi peneliti jadikan acuan dalam menulis pergerakan Muhammadiyah di Pakem yang pada awalnya memang diisi sebagian besar kaum muda.
Kesepuluh, buku bunga rampai yang diedit oleh Rusli Karim berjudul “Muhammadiyah dalam Kritik dan Komentar” yang terbit pada 1986 di Jakarta. Buku ini berisi pandangan Muhammadiyah dalam berbagai aspek. Dalam bab tiga yang berjudul Sorotan terhadap amal usaha Muhammadiyah, peneliti gunakan sebagai bacaan untuk melihat sepak terjang Amal Usaha Muhammadiyah khususnya bidang pendidikan.
Pada dasarnya belum ada karya ilmiah ataupun buku yang pernah mengangkat judul yang ingin diteliti. Tunjauan-tinjauan pustaka di atas digunakan peneliti untuk meminjam konsep, akar sejarah, dan pola pikir dari Kristenisasi dan Sekularisasi pendidikan. Hal ini sangat berguna mengingat data yang peneliti temukan di lapangan sifatnya sangat acak dan tercerai-berai. Apabila data-data tersebut tidak direkatkan dengan konsep, dan pola pikir yang benar, maka akan ranculah bunyi historiografinya. Selain itu, akar sejarah juga berguna untuk membaca pola yang digunakan Kristen dan Sekularis dalam menjalankan pendidikannya. Keunggulan penelitian ini adalah sifatnya yang lebih spesifik spasial, sehingga dapat lebih fokus dalam analisanya.

E.  Landasan Teori
Pada dasarnya pendidikan adalah sarana untuk memberdayakan dan memajukan warga masyarakat dari berbagai macam situasi, maka dari itu banyak proyek yang dibicarakan pendidikan untuk mencapai kemajuan yang dituju.[13] Pertanyaannya adalah, tujuan dari pendidikan ini apakah bersifat universal atau partikular. Apakah di dalam benak semua pendidik dan lembaga pendidikan ada tujuan yang sama atau tidak. Berbicara tentang memberdayakan dan memajukan juga sebenarnya adalah sebuah kata yang bersifat multitafsir tergantung siapa yang memiliki tujuan. Maka dari itu kita perlu mengurai tujuan pendidikan terlebih dahulu agar dalam bahasan selanjutnya tidak menimbulkan pemahaman yang salah.
Berkaca dari sejarah Yunani Kuno dan Masyarakat Athena mengenai pendidikan gaya mereka, ternyata dua peradaban ini memiliki tujuan pendidikan masing-masing. Yunani kuno menginginkan pelajarnya memiliki kepribadian ksatria, sedangkan Athena mencetak pelajarnya memiliki kecerdasan akal.[14] Kalau contoh Yunani Kuno dan Athena ini mencerminkan perbedaan  tujuan pendidikan berdasarkan perbedan masa, maka kita harus mencari model tujuan antara dua pendidikan yang sezaman. Pendidikan khas Kolonial Hindia-Belanda adalah untuk menciptakan alumni yang siap untuk dijadikan bagian dari pemerintahan kolonial.[15] Di waktu dan tempat yang sama banyak fenomena haji di Hindia-Belanda mengajarkan santri dengan tujuan melawan kolonial, yang akhirnya memunculkan banyak pemberontakan di Sumatra dan Jawa.[16]
Dari pola-pola di atas kita dapat menjawab pertanyaan tentang tujuan pendidikan, ternyata sifatnya sangat partikular. Waktu, tempat, dan latar belakang politik mempengaruhi maksud dari memberdayakan dan memajukan warga masyarakat yang kita bicarakan di awal. Seperti yang diungkapkan Arif Rohman, pada umumnya pelaksanaan pendidikan erat sekali dengan nuansa subjektif. Subjektif dalam nilai, filosofi, prinsip, praktek pendidikannya, dan tentu saja tujuannya.[17] Menurul William F. O’niel perbedaan arah penyelenggaraan pendidikan disebabkan oleh perbedaan ideologi. Antara ideologi satu dan lainnya sama-sama memiliki sifat evaluatif bahkan imperatif.[18]
Katakanlah kita sepakat dengan tujuan pendidikan berdasarkan ideologi yang ada di masyarakat. Muncul sebuah pertanyaan apabila di masyarakat terdapat beberapa ideologi, dua atau tiga ideologi, maka seperti apa pergumulan mereka dalam menjalankan proses pendidikannya. Penulis akan membaca sikap Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah dalam persinggungan pendidikan dengan ideologi Kristen dan Sekuler Penelitian ini mengunakan Teori konflik dalam sosiologi pendidikan milik Nurani Soyomukti, bahwa dalam pendidikan terdapat konflik/persaingan berebut pengaruh ideologi dari masing-masing lembaga pendidikan.[19]  Dalam hal ini ideologi arti mudahnya adalah cita-cita sosial, sedangkan lembaga pendidikan yang ada adalah sarana untuk mencapai cita-cita tersebut.[20]
Analisa yang berimbang akan menghasilkan Historiografi yang berkualitas dan tidak memihak. Dalam pergumulan Ideologi Pendidikan di Kecamatan Pakem, penulis mencoba memandang ketiga ideologi tersebut dari luar. Berada di luar dan tidak memihak adalah cara yang tepat untuk memperoleh hasil yang adil. Ada dua pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan pertama adalah pendekatan Psikologi Agama yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Zakiyah Darajat, psikologi agama adalah psikologi yang bertujuan menelaah kehidupan beragama pada seseorang dan mempelajari seberapa besar keyakinan beragaman itu dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya.[21] Pendekatan ini akan digunakan dalam menelaah psikologi pengajar dari masing-masing lembaga pendidikan. Pendekatan kedua adalah pendekatan sosiologi pendidikan yang dikemukakan oleh Prof. Dr. S. Nasution, M. A., sosiologi pendidikan adalah ilmu yang berusaha mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik.[22] Pendekatan ini dijalankan dengan menanamkan sifat eksklusif, evaluatif, dan imperatif dari masing-masing Ideologi Pendidikan. Disinilah peperangan wacana dan ide terjadi, tentu yang penulis jadikan “tokoh utama” adalah Muhammadiyah dengan ideologi Islamnya, namun bukan berarti penulis berada dalam pihak tokoh utama, sejarawan haruslah objektif walau standar objektif juga bias.

F.   Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian sejarah, maka akan dijelaskan metode-metode sejarah yang digunakan dalam penelitian ini. Metode sejarah menurut Gilbert J. Carragan adalah seperangkat aturan yang sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah secara efektif, menilainya secara kritis dan mengujikan sintesis dari hasil yang dicapai dalam bentuk tulisan.[23] Jenis penelitian ini adalah kualitatif, yaitu penelitian yang analisanya terdapat pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan logika ilmiah.[24]
Judul dalam penelitian sejarah harus memiliki Subjek, Objek, keterangan waktu dan tempat. Subjek dalam penelitian sosial adalah individu atau kelompok yang dijadikan sumber data oleh peneliti[25], dalam penelitian ini subjeknya adalah Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah Cabang Pakem. Objek adalah orang, kelompok, atau benda yang dijadikan sasaran penelitian.[26] Objek dalam penelitian ini adalah upaya menangkal sekularisasi dan kristenisasi pendidikan. Lokasi penelitian adalah wilayah Kecamatan Pakem. Lebih khususnya adalah lembaga-lembaga pendidikan yang ada di sana. Alasan pemilihan lokasi karena lokasi penelitian dekat dengan kampung halaman peneliti dan lokasi ini belum memiliki catatan sejarah islam secara mendalam dan komprehensif. Alasan yang lain adalah tertariknya penulis tentang persinggungan pemikiran dan ideologi pendidikan.
Atas dasar penempatan lokasi dan tema penelitian mencakup sejarah, maka metodologi yang digunakan pun adalah metodologi sejarah. Dengan metode sejarah itulah akan dikaji keaslian sumber data sejarah, kebenaran informasi sejarah, serta bagaimana dilakukan interpretasi dan inferensi terhadap sumber data sejarah tersebut.[27] Sehingga diharapkan membuahkan hasil penelitian yang kredibel dan berimbang.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, ini adalah penelitian lapangan, maka langkah-langkah penelitian akan digunakan adalah wawancara, dokumentasi, uji validitas data, analisis data, dan historiografi. Penelitian lapangan yang bersifat sejarah dengan sumber data yang demikian, adalah penelitian yang sudah jelas bersifat kualitatif. Maka selain menggunakan metode sejarah dalam menyusun penelitian, peneliti juga menggunakan metode kualitatif dalam menganalisa data. Penggunaan metode ini didasari oleh pemahaman bahwa gejala kehidupan terdiri atas dua unsur yang berbeda, yaitu empiris dan tidak empiris. Kedua gejala ini selalu dan terus menerus memengaruhi kehidupan manusia, manusia sendiri pun terbentuk atas kedua dasar tersebut. Bahkan muncul pemahaman bahwa yang tidak empiris, atau yang rohani itulah yang sebenarnya menentukan sikap manusia. Maka dari itu peneliti menggunakan metode kualitatif.[28]
Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Heuristik (Pengumpulan data)
a.    Wawancara: wawancara adalah percakapan yang dilakukan dua pihak yaitu pewawancara (mengajukan pertanyaan) dan narasumber (memberikan jawaban) dengan maksud dan tujuan tertentu.[29] Dalam penelitian ini akan dilakukan wawancara terhadap para saksi sejarah atau orang yang berperan langsung dalam kegiatan belajar mengajar di Amal Usaha Pendidikan milik Muhammadiyah Cabang Pakem. Terkait sistem wawancara, peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur. Hal ini dikarenakan informasi masih sangat mungkin berdatangan dari orang-orang yang tidak terduga di awal. Begitu juga terkait pertanyaan, akan selalu berkembang sejalan dengan ditemukannya informasi baru yang masih relevan untuk menunjang penelitian.
b.    Dokumentasi: dokumentasi adalah kegitan mengoleksi, menyimpan, mengorganisasi, dan pemanfaatan rekaman dokumen tertentu agar informasi dalam dokumen dapat digunakan secara maksimal.[30] Dalam langkah pengumpulan data ini, peneliti akan mengumpulkan data dari kegiatan amal usaha pendidikan selama kurun waktu 1965-1978.
2.    Kritik Sumber
Setelah selesai dilakukan pengumpulan data (Heuristik), maka langkah selanjutnya adalah kritik sumber. Kritik sumber dimaksudkan untuk menyaring informasi dari informan atau sumber-sumber sejarah agar diperoleh output data yang valid dan dapat dijadikan sumber sejarah. Terdapat dua jenis kritik sumber yaitu eksternal dan internal. Kritik eksternal dimaksudkan untuk menguji keaslian suatu sumber. Sedangkan kritik internal dilakukan untuk menguji kredibilitas suatu sumber.[31]
3.    Interpretasi
Interpretasi adalah puncak dari penelitian sebelum kita masuk dalam penulisan sejarah. Heurustik dan Kritik berfungsi untuk menyeleksi sumber-sumber atau data-data sejarah sehingga didapatkan fakta-fakta atau bukti sejarah yang valid. Sedangkan dalam interpretasi berarti menafsirkan atau memberi makna pada fakta-fakta atau bukti-bukti sejarah. Interpretasi dilakukan dengan tujuan karena bukti-bukti yang berasal dari masa lampau hanyalah saksi bisu belaka. Karena fakta-fakta tersebut tidak akan berbicara sendiri mengenai apa yang disaksikannya pada masa lalu.[32] Begitu juga data yang kita peroleh dari wawancara, kadang antar satu informan dengan informan lain memberikan kesaksian yang berbeda bahkan bertolak belakang. Dalam hal inilah interpretasi berusaha menghubungkan benang merah dan mencari sebab mengapa bisa muncul dua keterangan yang berbeda.
4.    Historiografi
Historiografi atau penulisan sejarah menjadi sarana mengomunikasikan hasil-hasil penelitian yang diungkap, diuji dan diinterpretasi. Penelitian sejarah bertugas merekonstruksi sejarah masa lampau, maka rekonstruksi itu hanya akan menjadi eksis apabila hasil-hasil penelitian itu ditulis. Walaupun sejarah adalah ilmu yang berada di dalam ranah akademis dan empiris, namun seorang penulis sejarah juga tidak boleh melupakan unsur sastra, gaya bahasa, aksentuasi, dan retorika.[33]

G. Sistematika Pembahasan
Bab I adalah pendahuluan yang dibuat untuk memberikan penjelasan secara umum terkait penelitian ini. Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan dan batasan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan. Bab ini sangat dibutuhkan untuk memaparkan mengapa penelitian ini dilakukan, cara yang ditempuh untuk melakukan penelitian, dan hal-hal yang menyangkut tentang metodologi untuk diterapkan di bab-bab selanjutnya.
Bab II berisi tentang kondisi masyarakat Kecamatan Pakem dari segi politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan sebelum didirikannya Muhammadiyah Cabang Pakem. Selanjutnya adalah sejarah berdiri dan keadaan awal Muhammadiyah Cabang Pakem. Bab ini berguna untuk dijadikan pijakan awal untuk memetakan masalah yang ada di Kecamatan Pakem dan kekuatan yang dimiliki Muhammadiyah di Pakem. Karena dengan gambaran umum Kecamatan pakem dalam segala bidang, kita dapat menjelaskan lebih lanjut tentang Sekularisasi, Kristenisasi, dan Pendidikan Muhammadiyah dalam menangkal 2 hal tersebut.
Bab III berisi tentang tantangan pendidikaan sekuler dan Kristen yang ada di Kecamatan pakem, mulai dari latar belakang ideoligi, visi misi, materi pelajaran, dan ancaman. Dalam bab ini penjelasan rinci tentang ancaman yang dihadapi oleh umat islam di Pakem pada umumnya dan Muhammadiyah Cabang Pakem khususnya dijelaskan. Penjelasan dalam bab ini menjadi acuan Amal Usaha Muhammadiyah bidang Pendidikan dalam menangkal Kristenisasi dan Sekularisasi pendidikan yang akan dijelaskan pada bab selanjutnya.
Bab IV, berisi tentang aktivitas Amal Usaha Muhammadiyah Cabang Paekm dalam bidang pendidikan mulai dari misi dakwah Muhammadiyah, lembaga pendidikan, dan materi pelajaran. Selain itu aktivitas tiga sekolah yang didirikan oleh Muhammadiyah Cabang Pakem dalam kurun 1965-1978 juga dijelaskan secara mendalam di bab ini.
Bab V adalah penutup yang berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan dibuat untuk menjawab rumusan masalah dan saran untuk penelitian selanjutnya yang lebih mendalam.



DAFTAR PUSTAKA
A.  Buku
Anshoriy, Nasruddin. 2010. Matahari Pembaruan: Rekam Jejak KH Ahmad Dahlan. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher.

Anshory, Muhammad Isa. 2013. Mengkristenkan Jawa: Dukukngan Pemerintah Kolonial Belanda Terhadap Penetrasi Misi Kristen. Karanganyar: Lir Ilir.

Azwar, Saifuddin. 1999. Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelaajar.

Daliman, A.. 2015. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Herdiansyah, Haris. 2015. Wawancara, Observasi, dan Focus Groups. Depok: Rajawali.

Jalaluddin. 2007. Psikologi Agama. Jakarta: Rajawali.

Karim, M. Rusli. 1986. Muhammadiyah Salam Kritik dan Komentar. Jakarta: Rajawali.

Kuntowijoyo (ed.). 1995. Intelektualisme Muhammadiyah Menyongsong Era Baru. Bnadung: Mizan.

Muhammad, Afif. 2013. Agama Konflik Sosial: Studi Pengalaman Indonesia. Bandung: Marja.

Mulkhan, Abdul Munir. 1990. Pemikiran Kiyai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah Dalam Perspektif Perubahan Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Pasha, Mustafa Kemal, dkk.. 1971. Muhammadijah Sebagai Gerakana Islam. Yogyakarta: Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Purwono. 2010. Dokumentasi. Yogyakarta: Ghraha Ilmu.

Pusat Latihan Penelitian dan Pengembangan Masyarakat. 1985. Pendidikan Muhammadiyah dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Penerbitan PLP2M.

Raco. 2010. Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya. Jakarta: Grasindo.

Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rohman, Arif. 2009. Politik Ideologi Pendidikan. Yogyakarta: LaksBang Mediatama.

S., Basri M.. 2006. Metodologi Penelitian Sejarah: Pendekatan, Teori dan Praktik. Jakarta: Restu Agung.

Sedarmayanti, dan Syarifuddin Hidayat. 2011. Metodologi Penelitian. Bandung: Mandar Maju.

Shihab, Alwi. 1998. Membendung Arus: Respons Gerakan Muhaammadiyah terhadap Penetrasi Misi Kristen di Indonesia. Bandung: Mizan.

Sizemore, Denver. 2008. 25 Pelajaran Tentang Doktrin Kristen, terj. LATM/GKJI. Yogyakarta: YAKIN.

Soemardjan, Selo. 2009. Perubahan Sosial di Yogyakarta. Yogyakarta: Komunitas Bambu.

Soyomukti, Nurani. 2016. Pengantar Sosiologi. Sleman: Ar-Ruzz Media.

Steenbrink, Karel A.. 1984.  Beberapa Aspek Tentang Islam Di Indonesia Abad Ke-19. Jakarta: Bulan Bintang.

Tanzania, Tanzil. 2010. Stop Kristenisasi: Membongkar Gerakan Pemurtadan dan Mencari Solusi Menghadapinya. Klaten: Al-Fajr Media.

B.  Website
Anonim, “Subjek Penelitian: Pengertian dan Contohnya”, http://sosiologis.com/subjek-penelitian, Diakses pada tanggal 18/11/2018, pukul 21:38 WIB.

Anonim, “Sleman”, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pakem,_Sleman. Diakses pada tanggal 13/10/18, pukul 21:14 WIB.

C.  Wawancara
Wawancara dengan Ngatidjo Subekti selaku pendiri Muhammadiyah Cabang Pakem, di Gambiran, Pakembinangun, Pakem, pada tanggal 11/10/18

Wawancara dengan Suharno selaku ketua Pengurus Cabang Muhammadiyah Pakem 1992-1997, di Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, pada tanggal 11/10/2018




Rencana Daftar Isi

HALAMAN JUDUL ...............................................................................................
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ...........................................................
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................
HALAMAN MOTTO .............................................................................................
HALAMAN ERSEMBAHAN ................................................................................
HALAMAN ABSTRAK .........................................................................................
HALAMAN KATA PENGANTAR .......................................................................
HALAMAN DAFTAR ISI ......................................................................................
HALAMAN TRANSLITERASI ............................................................................
HALAMAN DAFTAR TABEL .............................................................................
HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................
BAB I        : PENDAHULUAN ..............................................................................
A.    Latar Belakang Masalah ....................................................................
B.     Rumusan Masalah .............................................................................
C.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian .......................................................
D.    Tinjauan Pustaka ...............................................................................
E.     Landasan Teori ..................................................................................
F.      Metode Penelitian ..............................................................................
G.    Sistematika Pembahasan ...................................................................
BAB II       : KONDISI MASYARAKAT DAN SEJARAH BERDIRINYA MUHAMMADIYAH CABANG PAKEM ............................................................
A.    Latar Belakang Masyarakat ...............................................................
1.    Bidang Politik ...............................................................................
2.    Bidang Ekonomi ...........................................................................
3.    Bidang Pendidikan ........................................................................
4.    Bidang Keagamaan .......................................................................
B.     Sejarah Berdirinya Muhammadiyah Cabang Pakem.........................
1.    Latar Belakang Sembilan Pendiri .................................................
2.    Alasan dan Rapat Rencana Pendirian ...........................................
3.    Proses Pendirian ...........................................................................
4.    Kondisi dan Tantangan Awal Kepengurusan ...............................
BAB III     : TANTANGAN PENDIDIKAN SEKULER DAN KRISTEN ........
A.    Benturan Ideologi Sekuler, Kristen, dengan Islam ............................
1.    Sejarah benturan Ideologi .............................................................
2.    Term internal penguat masing-masing ideologi ...........................
B.     Pendidikan Sekuler dan Kristen ........................................................
1.    Misi sekuler dan Kristen yang sejalan ..........................................
2.    Lembaga pendidikan .....................................................................
3.    Materi pelajaran ............................................................................
BAB IV     : UPAYA MUHAMADIYAH MENANGKAL SEKULARISAASI DAN KRISTENISASI DALAM BIDANG PENDIDIKAN .................................
A.    Misi dakwah Muhammadiyah ...........................................................
B.     Lembaga pendidikan .........................................................................
C.     Materi pelajaran .................................................................................
BAB V       : PENUTUP ...........................................................................................
A.    Kesimpulan ........................................................................................
B.     Saran ..................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN .....................................................................................
CURRICULUM VITAE .........................................................................................

Baca Juga Refrensih Proposal Lainnya


[1] Anonim, “Sleman”, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pakem,_Sleman. Diakses pada tanggal 13/10/18, pukul 21:14 WIB.
[2] Wawancara dengan Ngatidjo Subekti selaku pendiri Muhammadiyah Cabang Pakem, di Gambiran, Pakembinangun, Pakem, pada tanggal 11/10/18
[3] Ibid.
[4] Denver Sizemore, 25 Pelajaran Tentang Doktrin Kristen, terj. LATM/GKJI (Yogyakarta: YAKIN, 2008), hlm. 191.
[5] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka ke dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (28:20), dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah , Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Perjanjian baru Alkitab Digital, Injil Matius pasal 28 ayat 19-20)
[6] Denver Sizemore, 25 Pelajaran Tentang Doktrin Kristen, terj. LATM/GKJI (Yogyakarta: YAKIN, 2008), hlm. 191.
[7] Muhammad Isa Anshory, Mengkristenkan Jawa (Karanganyar: Lir Ilir, 2013), hlm. 161.
[8] Afif Muhammad, Agama Konflik Sosial: Studi Pengalaman Indonesia (Bandung: Marja, 2013), hlm. 110.
[9] Wawancara dengan Ngatidjo Subekti selaku pendiri Muhammadiyah Cabang Pakem, di Gambiran, Pakembinangun, Pakem, pada tanggal 11/10/18
[10] Wawancara dengan Suharno selaku ketua Pengurus Cabang Muhammadiyah Pakem 1992-1997, di Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, pada tanggal 11/10/2018
[11] Ibid.
[12] Raco, Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya (Jakarta: Grasindo, 2010), hlm. 104.
[13] Nurani Soyomukti, Pengantar Sosiologi (Sleman: Ar-Ruzz Media, 2016), hlm. 459.
[14] Arif Rohman, Politik Ideologi Pendidikan (Yogyakarta: LaksBang Mediatama, 2009), hlm. 1-2.
[15] Selo Soemardjan, Perubahan Sosial di Yogyakarta (Yogyakarta: Komunitas Bambu, 2009), hlm. 407-408.
[16] Karel A. Steenbrink, Beberapa Aspek Tentang Islam Di Indonesia Abad Ke-19 (Jakarta: Bulan Bintang, 1984).
[17] Rohman, Politik Ideologi Pendidikan, hlm. 69.
[18] Ibid., hlm. 70.
[19] Soyomukti, Pengantar Sosiologi, hlm. 459.
[20] Rohman, Politik Ideologi Pendidikan, hlm. 6.
[21] Jalaluddin, Psikologi Agama (Jakarta: Rajawali Pers, 2007), hlm. 14-15.
[22] Soyomukti, Pengantar Sosiologi, hlm. 460.
[23] Basri M. S., Metodologi Penelitian Sejarah: Pendekatan, Teori dan Praktik (Jakarta: Restu Agung, 2006), hlm. 34.
[24] Saifuddin Azwar, Metode penelitian (Yogyakarta: Pustaka Pelaajar, 1999), hlm. 5.
[25] Anonim, “Subjek Penelitian: Pengertian dan Contohnya”, diakses dari http://sosiologis.com/subjek-penelitian, pada 18 November 2018, pukul 21:38 WIB.
[26] Sedarmayanti, dan Syarifuddin Hidayat, Metodologi Penelitian (Bandung: Mandar Maju, 2011), hlm. 121.
[27] A. Daliman, Metode Penelitian Sejarah (Yogyakarta: Ombak, 2015), hlm. 5.
[28] Nyoman Kutha Ratna, Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010),  hlm. 89-90.
[29] Haris Herdiansyah, Wawancara, Observasi, dan Focus Groups (Depok: Rajawali Press, 2015), hlm. 29.
[30] Purwono, Dokumentasi (Yogyakarta: Ghraha Ilmu, 2010), hlm. 5-6.
[31] A. Daliman, Metode, hlm. 5.
[32] Ibid., hlm. 81.
[33] Ibid., hlm. 99.

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Pembacaan Barzanji ( Mabbarsanji) di Kalangan Masyarakat Bugis Kelurahan Unjung Kabupaten Soppeng (Studi Living Hadis)

Tradisi Pembacaan Barzanji ( Mabbarsanji) di Kalangan Masyarakat Bugis Kelurahan Unjung Kabupaten Soppeng (Studi Living Hadis), blogspot.com A. LatarBelakang   Agama yang merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat, yang menjadi kercayaan dan juga menjadi bagian dari kebudayaan yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Aspek religious pada pola keberagaman setiap pemeluk agama akan menimbulkan respon untuk melakukan ajaran itu dan   sebisa mungkin membumikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam agama Islam al-Qur’an memiliki kedudukan tertinggi sebagai pedoman hidup, yang mengatur seluruh aspek kehidupan baik hubungan sosial maupun antara hamba dengan TuhanNya. Umat Islam meyakini bahwa Muhammad saw sebagai Rasul terakhir yang dijadiakan pedoman dalam kehidupan sehari-hari (perbuatan, perkataan, maupun penetapan Nabi sebagai pedoman kedua setelah al-Qur’an) yang di sebut Hadis. Namun, adanya pergeseran pand...

Penyerangan Pasukan Sultan Agung ke Batavia 1628-1629

Penyerangan Pasukan Sultan Agung ke Batavia 1628-1629, https://www.an-najah.ne ABSTRAK PENYERANGAN PASUKAN SULTAN AGUNG KE BATAVIA TAHUN 1628-1629 Sultan Agung atau yang mempunyai nama asli yaitu Raden Mas Jatmika, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Mas Rangsang adalah Raja ketiga Mataram, pengganti  Panembahan Hanyakrawati atau yang masyhur dengan nama Panembahan Seda Ing Krapyak yang meninggal pada saat berburu kijang di hutan Krapyak.Pada saat berkuasa di Mataram, Sultan Agung mempunyai beberapa keinginan diantaranya yaitu menyatukan seluruh Jawa dibawah kekuasaan mataram dan mengusir Kompeni (VOC). Pada tahun 1614 menyerang Surabaya,Setelah ditaklukannya Surabaya, Sultan Agung Memutuskan penyerangan ke Batavia. Dalam penyerangan ke Batavia Sultan Agung selalu gagal dalam menaklukan batavia walaupun sudah menyerang dua kali yaitu tahun 1628 dan 1629. Dalam penelitian ini tercantum rumusan masalah yaitu Bagaimana latar belakang penyerangan pasukan...

Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Turki (Sulaimaniyah) di Sleman Yogyakarta (2007-2018 M)

Ponpes Sulaimaniyah, uiccijogja.org SEJARAH PERKEMBANGANPONDOK PESANTREN TURKI (PONDOK PESANTREN SULAIMANIYAH) DI SLEMAN YOGYAKARTA(2007-2018) M Abstrak Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam nonformal dan tertua yang lahir di Indonesia. Terdapat ribuan pondok pesantren yang ada di Indonesia, baik pondok modern ataupun tradisonal. Salah satu pondok modern yaitu Pondok Pesantren Sulaimaiyah di Sleman Yogyakarta. Pondok Pesantren Sulaimaiyah merupakan cabang dari IFA ( Internasional Fraternity Asosiation ) atau Yayasan Persaudaraan Internasional di Turki. Hal ini menarik untuk diteliti mengingat pondok pesantren merupakan lembaga yang lahir di Indonesia, sedangkan pondok pesantren Sulaimaniyah berasal dari Turki. Karena merupakan cabang dari pondok pesantren Turki maka memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari pondok-pondok yang ada di Indonesia pada umumnya. Adapun perbedaannya terletak pada sistem pengajaran yamg mendapat kontrol dari pusat di ...