Peran Muhammadiyah Cabang Pakem Dalam Menangkal Kristenisasi Dan Sekularisasi Pendidikan Di Kecamatan Pakem (1965-1978)
![]() |
| Peran Muhammadiyah Cabang Pakem Dalam Menangkal Kristenisasi Dan Sekularisasi Pendidikan Di Kecamatan Pakem (1965-1978), smkmuhpakem.sch.id |
Pakem adalah
sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman, Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).
Kecamatan ini berada di wilayah Utara Kabupaten Sleman tepatnya di lereng
Gunung Merapi.[1]
Pada 1960-an kondisi geografisnya didominasi
perkebunan dan persawahan. Mayoritas
mata pencaharian warga adalah petani. Keadaan ekonomi yang lemah menjadi
kenyataan yang terjadi di Kecamatan Pakem pada saat itu. Keadaan keagamaan
Islam juga bisa dikatakan lemah, masyarakat pada umumnya mengaku beragama
Islam, namun pada kenyataannya tidak melaksanakan ajaran-ajaran islam. Selain
itu muncul TBC (Tachayul, Bid’ah, Churafat) di tengah masyarakat. Dua keadaan
ini terakumulasi dan memberikan celah bagi misionaris untuk menjalankan
“dakwah” nya. Biasanya pemberian sembako, fasilitas kesehatan, dan pendidikan
menjadi kedok mereka dalam mencari pengikut Kristen di Kecamatan Pakem.[2]
Keadaan seperti
di atas mengilhami sekelompok pemuda berjumlah Sembilan orang yang berlatarbelakang pendidikan dan organisasi Islam untuk membuat wadah dakwah Islam, yaitu Muhammadiyah. Mereka yang
membentuk organisasi ini rata-rata memiliki pemikiran yang maju dengan
pendidikan yang tinggi pada zamannya. Mereka sebagian besar adalah aktivis PII
(Pelajar Islam Indonesia), dan simpatisan Muhammadiyah setelah menjadi alumni
SPG (Sekolah Pendidikan Guru) Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. Tujuan utama
pendirian Muhammadiyah di Pakem adalah ingin mengampayekan kehidupan keislaman
yang sebenar-benarnya, karena pada saat itu di tengah masyarakat sangat kental
nuansa TBC. Tujuan yang tidak kalah penting adalah untuk menangkal kegiatan
kristeniasi yang ada di tengah-tengah masyarakat Pakem. Kegiatan kristenisasi
ini telah membuat banyak warga Kecamatan Pakem akhirnya menjadi murtad meninggalkan
agamanya.[3]
Problem
terbesar umat Islam di Kecamatan Pakem saat itu sebenarnya adalah Kristenisasi.
Dalam buku terjemahan berjudul “25
Pelajaran Tentang Doktrin Kristen” karya Denver Sizemore, dalam doktrin nomor
12 membahas “Tugas Misi Gereja”. Argumen awal dalam bahasan ini mengatakan
bahwa Kristen adalah satu-satunya agama yang benar, dan mereka memandang semua
orang di luar Kristen tidak selamat. Misi mereka adalah “menyelamatkan” atau
dalam kata lain “mengkristenkan” orang di luar Kristen,[4] dan
dalam term Islam dikenal
sebagai pemurtadan. Dalam menjelaskan misi Kristen di buku ini, Sizemore menukil
beberapa ayat salah satunya Matius 28: 19-20[5] yang
mendukung argumennya bahwa Kristen sejatinya adalah agama “dakwah”.[6] Dalam
buku berjudul “Mengkristenkan Jawa” karya Muhammad Isa Anshory, jelas tertulis
bahwa Kristenisasi dilakukan dengan cara pendirian sekolah, rumah sakit,
klinik, dan panti asuhan.[7] Hasilnya
sungguh mencengangkan, hanya dalam waktu 5 tahun dari 1965-1970, missionaris
Kristen berhasil membaptis 2.000.000 masyarakat muslim di Jawa, suatu jumlah
yang menurut mereka sendiri seteara dengan pencapaian missionaris selama 50
tahun di tempat lain.[8]
Sembilan orang
pendiri Muhammadiyah Cabang Pakem berargumen bahwa, untuk mengubah pandangan
keagamaan masyarakat yang paling tepat adalah dengan pendidikan. Pada saat itu
terdapat dua sekolah milik Kristen yang beroperasi di Kecamatan Pakem, dan satu
sekolah Tamansiswa yang mewakili sekolah sekuler. Mereka faham betul bahwa
pendidikan sekuler akan menghasilkan alumni yang berfikiran sekuler, dan
pendidikan Kristen juga banyak menyebabkan pelajar muslim akhirnya keluar dari
Agama Islam. Mereka tau bahwa pendidikan akan menentukan arah berfikir alumninya,
maka dari itu jika tidak diselamatkan akan menghasilkan lulusan-lulusan sekuler
bahkan murtad dari Agama Islam. Dengan pemikiran yang matang akhirnya sembilan
pemuda ini membentuk organisasi Muhammadiyah Cabang Pakem yang di tahun-tahun
berikutnya berhasil mendirikan sekolah pertamanya.[9]
Markas atau
tempat rapat pertama mereka adalah di sebuah ruangan kecil yang ada di KUA
(Kantor Urusan Agama) Kecamatan Pakem pada saat itu. Di tempat itulah sejarah
pendirian Muhammadiyah Cabang Pakem dimulai. Sejak awal Muhammadiyah Cabang
Pakem tidak memiliki kantor pusat, mereka hanya menggunakan fasilitas rumah
Pemimpin Cabang Muhammadiyah untuk menjalankan kegiatan. Setelah memiliki amal
usaha, barulah pusat kegiatan dialihkan ke gedung-gedung amal usaha mereka.
Sampai saat ini Muhammadiyah Cabang Pakem belum memiliki kantor pusat atau
sekretariat organiasai, maka dokumen-dokumen penting selalu dipegang oleh
pengurus inti dan diwariskan secara turun temurun.[10]
Sejak
berdirinya di tahun 1964 hingga tahun 2018 ini amal usaha mereka sudah
sangatlah banyak meliputi bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Amal Usaha dalam bidang pendidikan sampai saat ini adalah SMA Muhammadiyah, SMP
Muhammadiyah, SD Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah, TK dan PAUD Muhammadiyah.
Melalui amal usaha bidang pendidikan inilah peran Muhammadiyah akan dibahas.
Pergumulan dengan pendidikan Kristen dan Sekuler menjadi perhatian utama dalam
penelitian ini. Kasus tersebut dirasa menarik karena sepanjang sejarah, Islam
dan Kristen seperti halnya minyak dan air yang tak bisa menyatu. Dengan sejarah
panjang beberapa kali perang salib dan peristiwa-peristiwa perang lainnya,
membuat konflik antara kedua agama ini tak terelakkan bahkan hingga hari ini.
Dengan perkembangan zaman, perang yang dahulu menggunakan pedang, saat ini
beralih menjadi perang pengaruh pendidikan.
Amal usaha
Muhammadiyah Pakem tidak hanya seputar bisang pendidikan, ada juga Amal Usaha
dalam bidang kesehatan diwujudkan dengan didirikannya PKU (Pusat Kesehatan
Umat) Muhammadiyah pada masa kepengurusan 1992-1997.[11] Amal
Usaha dalam bidang sosial adalah adanya Panti Asuhan Putri Muhammadiyah,
sedangkan dalam bidang ekonomi ada Bank Perkreditan Rakyat yang beroperasi di
depan gedung SMK Muhammadiyah Pakem. Hingga saat ini sudah dapat dikatakan
mereka telah menorehkan prestasi dalam bidang-bidang tersebut. Masyarakat telah
percaya dengan amal usaha yang Muhammadiah Cabang Pakem miliki. Yang paling
menonjol adalah SMK Muhammadiyah sekarang menjadi SLTA dengan murid terbanyak
se Kecamatan Pakem, dan SD Muhammadiyah menjadi SD yang paling berprestasi se
Kecamatan Pakem
B.
Batasan
dan Rumusan Masalah
Rencana penelitian akan membahas tentang “Peran Muhammadiyah Cabang
Pakem Dalam Menangkal Kristenisasi Dan Sekularisasi Pendidikan Di Kecamatan
Pakem (1965-1978)”. Muhammadiyah Cabang Pakem dianggap telah berhasil menangkal
misi kritenisasi yang dilakukan Gereja pada saat itu dengan mendirikan amal usaha
dalam bidang pendidikan. Batasan waktu yang ditentukan oleh peneliti adalah
1965-1978, dengan alasan bahwa pada kurun waktu tersebut Muhammadiyah Cabang
Pakem telah berhasil menjadi pusat pendidikan pada tingkat kecamtan dan
mengalahkan dominasi pusat pendidikan lain.
Yang akan
dibahas dalam penelitian ini adalah:
1.
Pergumulan ideologi Sekuler, Kristen, dengan Islam
2.
Pendidikan Sekuler dan Kristen di Pakem
3.
Upaya menangkal sekularisasi dan kristenisasi
pendidikan
C.
Tujuan
dan Kegunaan Penelitian
Berdasarkan
permasalahan yang diajukan dalam rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1.
Mengupas
dan mengamati secara seksama ideologi yang berkembang dan saling bersinggungan
bahkan berkonfrontasi di Kecamatan Pakem dan pengaruhnya dalam pendidikan
2.
Mengungkap
dan menjelaskan pendidikan Sekuler dan Kristen yang ada di Kecamatan Pakem
3.
Menjelaskan
usaha menangkal sekularisasi dan kristenisasi pendidikan melalui amal usaha
SPG, SMP, dan STM Muhammadiyah pada kurun waktu 1965-1978.
Adapun kegunaan
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Memperkaya
literasi tentang sejarah pendidikan Islam dan tantangan-tantangannya
2.
Menunjukkan
posisi ideologi dalam lembaga pendidikan
3.
Memberikan
edukasi sejarah tentang organisasi Muhammadiyah dan perannya di tengah-tengah
masyarakat pakem.
D.
Tinjauan
Pustaka
Tinjaun pustaka adalah bahan tertulis berupa buku, karya ilmiah, atau
jurnal yang membahas tentang topik yang hendak diteliti. Tinjauan pustaka membantu
peneliti untuk melihat ide-ide, pendapat, dan kritik tentang topik tersebut yang
sebelumnya dianalisis dan dibangun oleh para ilmuan. Pentingnya tinjauan
pustaka adalah untuk melihat,
menganalisa dan menunjukkan nilai tambah penelitian ini dibandingkan dengan
penelitian-penelitian sebelumnya. Begitupun sebaliknya, penelitian yang akan
dibuat bisa jadi melengkapi, memperluas, menyempurnakan, dan memperinci
penelitian dari tinjauan pustaka.[12] Ada
beberapa data yang ditemukan, sebagai berikut:
Petama, buku yang ditulis oleh Muhammad Isa Anshory berjudul
“Mengkristenkan Jawa: Dukungan Pemerintah Kolonial Belanda Terhadap
Penetrasi Misi Kristen” yang terbit pada tahun 2013 di Karanganyar. Dalam
buku ini dibahas mengenai kronologi bermulanya misi Kristen di Hindia-Belanda
(Jawa) pra dan pasca Snouck Hurgronje. Buku ini juga membahas aksi dan reaksi
Kristen dan Islam di Indonesia, Kristen sebagai aksi dan Islam sebagai reaksi.
Peneliti menjadikan buku ini sebagai acuan pola gerak kritenisasi yang ada di
Pulau Jawa pada umumnya dan Yogyakrta khususnya sebagai pusat pemerintahan
Hindia-Belanda pada saat itu. Perbedaan buku ini dengan penelitian yang hendak
dibuat adalah, letak spesifikasi spasial di Kecamatan Pakem dan fokus di bidang
pendidikan.
Kedua, buku yang ditulis Alwi Shihab berjudul “Membendung
Arus: Respons Gerakan Muhammadiyah terhadap Penetrasi Misi Kristen di Indonesia”
yang terbit pada tahun 1998 di Bandung. Buku ini berisi tentang alasan utama
kristenisasi dilakukan di Jawa dan kebijakan-kebijakan politik Hindia-Belanda
sebagai upaya kristenisasi. Buku ini juga berisi akar pemikiran Muhammadiyah
sebagai Islam progresif yang menjadi respon dari kristenisasi di Jawa. Posisi
buku ini sangat penting dalam rencana penelitian ini, karena kesamaan subjek,
objek, dan tema bahasan. Perbedaan dan titik pentingnya penelitian ini adalah
mampu menjelaskan lebih rinci kasus kristenisasi dan upaya penangkalannya di
wilayah Kecamatan Pakem.
Ketiga, buku yang ditulis oleh Tanzil Tanzania berjudul “Stop
Kristenisasi: Membongkar Gerakan Pemurtadan dan Mencari Solusi Menghadapinya”
yang terbit pada tahun 2010 di Klaten. Ada tiga bab penting dalam buku ini yang
akan dijadikan acuan dan sejalan dengan logika dasar landasan toeri dalam
penelitian ini. Pertama adalah Bab III, berisi tentang usaha-usaha dalam
kristenisasi dan fakta bahwa pendidikan sekuler sebenarnya adalah langkah awal
kristenisasi yang dilakukan Hindia-Belanda pada saat itu. Kedua adalah Bab IV,
berisi tentang usaha-usaha merusak generasi Islam. Ketiga adalah Bab V, berisi
tentang sikap umat Islam. Penjelasannya adalah Bab III dan IV dengan Bab V
merupakan sebuah konflik antara dua Ideologi agama Kristen dan Islam. Buku
ini peneliti gunakan untuk melihat pola-pola kristenisasi secara umum.
Keempat, buku yang ditulis Muhammad Al-Naquib Al-Attas
berjudul “Islam dan Sekularisme” yang terbit pada tahun 1978 di Kuala
Lumpur. Buku ini berisi tentang konsep sekuler, sekularisme, dan sekularisasi.
Dalam Bab V secara khusus dikupas tentang Westernisasi Pengetahuan yang pada
dasarnya adalah mengarah ke Sekularisasi Pendidikan. Konsep-konsep sekularisasi
pendidikan pada buku ini akan digunakan peneliti dalam membaca kasus sekularisasi
pendidikan yang ada di Kecamatan Pakem.
Kelima, buku yang terbit atas nama karya Pusat
Latihan Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (PLP2M) dan Dr. Amien Rais
sebagai editor berjudul “Pendidikan Muhammadiah dan Perubahan Sosial”,
yang terbit 1985 di Yogyakarta. Buku ini berisi tentang pendidikan Muhammadiyah
dari dasar filosofis, sejarah, orientasi pendidikannya.
Buku ini dijadikan sandaran dan modal peneliti untuk membaca arah dan tujuan
pendidikan Muhamadiyah secara umum. Dan perbedaannya dengan penelitian ini,
adalah kristenisasi tidak dibahas secara eksplisit dalam buku ini.
Keenam, buku yang ditulis Nasruddin Anshoriy berjudul “Matahari
Pembaruan: Rekam Jejak KH Ahmad Dahlan” yang terbit pada 2010 si
Yogyakarta. Buku ini berisi perjalanan KH Ahmad Dahlan dan sejarah
Muhammadiyah. Sub BAB dalam buku ini yang berjudul “Pendidikan dan Pengajaran”
yang menjelaskan gambaran komponen pendidikan Muhammadiyah terutama Guru serta
Visi Misi pendidikan Muhammadiyah yang sangat berguna bagi penelitian ini.
Ketujuh, buku yang ditulis Mustafa Kemal Pasha, Chusnan
Jusuf, dan A. Rosjad Sholeh berjudul “Muhammadijah Sebagai Gerakan Islam”
yang terbit pada 1971 di Yogyakarta. Buku ini berisi tentang Muhammadiyah
sebagai gerakan islam, mulai dari sejarah perkembangan, landasan ideal,
landasan operasional, amal usaha, pengorganisasian, serta mazhab. Bagian terpenting dan sangat berkaitan dengan penelitian
ini adalah BAB tentang Agama dan faham-faham non islam. Dalam BAB ini diuraikan
Agama Nasrani, Paham Sekularisme, dan Komunisme. Buku ini peneliti gunakan
untuk melihat seluk beluk Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dalam berbagai
macam bidang khususnya pendidikan serta tantangannya.
Kedelapan, buku yang ditulis Abdul Munir Mulkhan berjudul “Pemikiran
Kiyai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah: Dalam Perspektif Perubahan Sosial” yang
terbit pada 1990 di Jakarta. Buku ini berisi tentang Dakwah Muhammadiyah dalam
upaya memajukan kehidupan masyarakat muslim. Topik-topik intelektual, amal
usaha bidang pendidikan, dan tantangan dakwah Muhammadiyah menjadi bahasan
utama dalam buku ini. Ketiga topik tersebut peneliti jadikan rujukan dalam
membaca arah dakwah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan.
Kesembilan, buku yang ditulis Kuntowijoyo, dkk. berjudul “Intelektualisme
Muhammadiyah” yang terbit pada 1995 di Bandung. Buku ini berisi tentang
wacana Muhammadiyah dalam bidang
intelektual. Konsep bab tiga yang
berjudul Pergulatan aspirasi kaum muda dan persoalan regenerasi peneliti
jadikan acuan dalam menulis pergerakan Muhammadiyah di Pakem yang pada awalnya
memang diisi sebagian besar kaum muda.
Kesepuluh, buku
bunga rampai yang diedit oleh Rusli Karim berjudul “Muhammadiyah dalam
Kritik dan Komentar” yang terbit pada 1986 di Jakarta. Buku ini berisi
pandangan Muhammadiyah dalam berbagai aspek. Dalam bab
tiga yang berjudul Sorotan terhadap amal usaha Muhammadiyah, peneliti gunakan
sebagai bacaan untuk melihat sepak terjang Amal Usaha Muhammadiyah khususnya
bidang pendidikan.
Pada dasarnya belum ada karya ilmiah ataupun buku yang pernah
mengangkat judul yang ingin diteliti. Tunjauan-tinjauan pustaka di atas
digunakan peneliti untuk meminjam konsep, akar sejarah, dan pola pikir dari
Kristenisasi dan Sekularisasi pendidikan. Hal ini sangat berguna mengingat data
yang peneliti temukan di lapangan sifatnya sangat acak dan tercerai-berai.
Apabila data-data tersebut tidak direkatkan dengan konsep, dan pola pikir yang
benar, maka akan ranculah bunyi historiografinya. Selain itu, akar sejarah juga
berguna untuk membaca pola yang digunakan Kristen dan Sekularis dalam
menjalankan pendidikannya. Keunggulan penelitian ini adalah sifatnya yang lebih
spesifik spasial, sehingga dapat lebih fokus dalam analisanya.
E.
Landasan
Teori
Pada dasarnya pendidikan adalah sarana untuk memberdayakan dan
memajukan warga masyarakat dari berbagai macam situasi, maka dari itu banyak
proyek yang dibicarakan pendidikan untuk mencapai kemajuan yang dituju.[13]
Pertanyaannya adalah, tujuan dari pendidikan ini apakah bersifat universal atau
partikular. Apakah di dalam benak semua pendidik dan lembaga pendidikan ada
tujuan yang sama atau tidak. Berbicara tentang memberdayakan dan memajukan juga
sebenarnya adalah sebuah kata yang bersifat multitafsir tergantung siapa yang
memiliki tujuan. Maka dari itu kita perlu mengurai tujuan pendidikan terlebih
dahulu agar dalam bahasan selanjutnya tidak menimbulkan pemahaman yang salah.
Berkaca dari sejarah Yunani Kuno dan Masyarakat Athena mengenai
pendidikan gaya mereka, ternyata dua peradaban ini memiliki tujuan pendidikan
masing-masing. Yunani kuno menginginkan pelajarnya memiliki kepribadian
ksatria, sedangkan Athena mencetak pelajarnya memiliki kecerdasan akal.[14] Kalau contoh
Yunani Kuno dan Athena ini mencerminkan perbedaan tujuan pendidikan berdasarkan perbedan masa,
maka kita harus mencari model tujuan antara dua pendidikan yang sezaman.
Pendidikan khas Kolonial Hindia-Belanda adalah untuk menciptakan alumni yang
siap untuk dijadikan bagian dari pemerintahan kolonial.[15] Di
waktu dan tempat yang sama banyak fenomena haji di Hindia-Belanda mengajarkan
santri dengan tujuan melawan kolonial, yang akhirnya memunculkan banyak
pemberontakan di Sumatra dan Jawa.[16]
Dari pola-pola di atas kita dapat menjawab pertanyaan tentang
tujuan pendidikan, ternyata sifatnya sangat partikular. Waktu, tempat, dan
latar belakang politik mempengaruhi maksud dari memberdayakan dan memajukan
warga masyarakat yang kita bicarakan di awal. Seperti yang diungkapkan Arif
Rohman, pada umumnya pelaksanaan pendidikan erat sekali dengan nuansa
subjektif. Subjektif dalam nilai, filosofi, prinsip, praktek pendidikannya, dan
tentu saja tujuannya.[17] Menurul
William F. O’niel perbedaan arah penyelenggaraan pendidikan disebabkan oleh
perbedaan ideologi. Antara ideologi satu dan lainnya sama-sama memiliki sifat evaluatif
bahkan imperatif.[18]
Katakanlah kita sepakat dengan tujuan pendidikan berdasarkan
ideologi yang ada di masyarakat. Muncul sebuah pertanyaan apabila di masyarakat
terdapat beberapa ideologi, dua atau tiga ideologi, maka seperti apa pergumulan
mereka dalam menjalankan proses pendidikannya. Penulis akan membaca sikap Amal
Usaha Pendidikan Muhammadiyah dalam persinggungan pendidikan dengan ideologi
Kristen dan Sekuler Penelitian ini mengunakan Teori konflik dalam sosiologi pendidikan milik Nurani Soyomukti, bahwa dalam
pendidikan terdapat konflik/persaingan berebut pengaruh ideologi dari
masing-masing lembaga pendidikan.[19]
Dalam hal ini ideologi arti
mudahnya adalah cita-cita sosial, sedangkan lembaga pendidikan yang ada adalah
sarana untuk mencapai cita-cita tersebut.[20]
Analisa yang berimbang akan menghasilkan Historiografi yang
berkualitas dan tidak memihak. Dalam pergumulan Ideologi Pendidikan di
Kecamatan Pakem, penulis mencoba memandang ketiga ideologi tersebut dari luar.
Berada di luar dan tidak memihak adalah cara yang tepat untuk memperoleh hasil
yang adil. Ada dua pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan
pertama adalah pendekatan Psikologi Agama yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Zakiyah
Darajat, psikologi agama adalah psikologi yang bertujuan menelaah kehidupan
beragama pada seseorang dan mempelajari seberapa besar keyakinan beragaman itu
dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya.[21]
Pendekatan ini akan digunakan dalam menelaah psikologi pengajar dari
masing-masing lembaga pendidikan. Pendekatan
kedua adalah pendekatan sosiologi pendidikan yang dikemukakan oleh Prof. Dr. S.
Nasution, M. A., sosiologi pendidikan adalah ilmu yang berusaha mengetahui
cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian
individu agar lebih baik.[22]
Pendekatan ini dijalankan dengan menanamkan sifat eksklusif, evaluatif, dan
imperatif dari masing-masing Ideologi Pendidikan. Disinilah peperangan wacana
dan ide terjadi, tentu yang penulis jadikan “tokoh utama” adalah Muhammadiyah
dengan ideologi Islamnya, namun bukan berarti penulis berada dalam pihak tokoh
utama, sejarawan haruslah objektif walau standar objektif juga bias.
F.
Metode
Penelitian
Penelitian ini
adalah penelitian sejarah, maka akan dijelaskan metode-metode sejarah yang
digunakan dalam penelitian ini. Metode sejarah menurut Gilbert J. Carragan
adalah seperangkat aturan yang sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber
sejarah secara efektif, menilainya secara kritis dan mengujikan sintesis dari
hasil yang dicapai dalam bentuk tulisan.[23] Jenis
penelitian ini adalah kualitatif, yaitu penelitian yang analisanya terdapat
pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap
dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan logika ilmiah.[24]
Judul dalam
penelitian sejarah harus memiliki Subjek, Objek, keterangan waktu dan tempat. Subjek
dalam penelitian sosial adalah individu atau kelompok yang dijadikan sumber
data oleh peneliti[25], dalam
penelitian ini subjeknya adalah Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah Cabang
Pakem. Objek adalah orang, kelompok, atau benda yang dijadikan sasaran
penelitian.[26]
Objek dalam penelitian ini adalah upaya menangkal sekularisasi dan kristenisasi
pendidikan. Lokasi penelitian adalah wilayah Kecamatan Pakem. Lebih khususnya
adalah lembaga-lembaga pendidikan yang ada di sana. Alasan pemilihan lokasi karena
lokasi penelitian dekat dengan kampung halaman peneliti dan lokasi ini belum memiliki
catatan sejarah islam secara mendalam dan komprehensif. Alasan yang lain adalah
tertariknya penulis tentang persinggungan pemikiran dan ideologi pendidikan.
Atas dasar
penempatan lokasi dan tema penelitian mencakup sejarah, maka metodologi yang
digunakan pun adalah metodologi sejarah. Dengan metode sejarah itulah akan
dikaji keaslian sumber data sejarah, kebenaran informasi sejarah, serta
bagaimana dilakukan interpretasi dan inferensi terhadap sumber data sejarah
tersebut.[27]
Sehingga diharapkan membuahkan hasil penelitian yang kredibel dan berimbang.
Seperti yang
telah dijelaskan di atas, ini adalah penelitian lapangan, maka langkah-langkah
penelitian akan digunakan adalah wawancara, dokumentasi, uji validitas data,
analisis data, dan historiografi. Penelitian lapangan yang bersifat sejarah
dengan sumber data yang demikian, adalah penelitian yang sudah jelas bersifat
kualitatif. Maka selain menggunakan metode sejarah dalam menyusun penelitian,
peneliti juga menggunakan metode kualitatif dalam menganalisa data. Penggunaan
metode ini didasari oleh pemahaman bahwa gejala kehidupan terdiri atas dua
unsur yang berbeda, yaitu empiris dan tidak empiris. Kedua gejala ini selalu
dan terus menerus memengaruhi kehidupan manusia, manusia sendiri pun terbentuk
atas kedua dasar tersebut. Bahkan muncul pemahaman bahwa yang tidak empiris,
atau yang rohani itulah yang sebenarnya menentukan sikap manusia. Maka dari itu
peneliti menggunakan metode kualitatif.[28]
Adapun
langkah-langkah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Heuristik
(Pengumpulan data)
a.
Wawancara:
wawancara adalah percakapan yang dilakukan dua pihak yaitu pewawancara
(mengajukan pertanyaan) dan narasumber (memberikan jawaban) dengan maksud dan
tujuan tertentu.[29]
Dalam penelitian ini akan dilakukan wawancara terhadap para saksi sejarah atau
orang yang berperan langsung dalam kegiatan belajar mengajar di Amal Usaha
Pendidikan milik Muhammadiyah Cabang Pakem. Terkait sistem wawancara, peneliti
menggunakan wawancara tidak terstruktur. Hal ini dikarenakan informasi masih
sangat mungkin berdatangan dari orang-orang yang tidak terduga di awal. Begitu
juga terkait pertanyaan, akan selalu berkembang sejalan dengan ditemukannya
informasi baru yang masih relevan untuk menunjang penelitian.
b.
Dokumentasi:
dokumentasi adalah kegitan mengoleksi, menyimpan, mengorganisasi, dan
pemanfaatan rekaman dokumen tertentu agar informasi dalam dokumen dapat
digunakan secara maksimal.[30] Dalam
langkah pengumpulan data ini, peneliti akan mengumpulkan data dari kegiatan
amal usaha pendidikan selama kurun waktu 1965-1978.
2.
Kritik
Sumber
Setelah selesai
dilakukan pengumpulan data (Heuristik), maka langkah selanjutnya adalah kritik
sumber. Kritik sumber dimaksudkan untuk menyaring informasi dari informan atau
sumber-sumber sejarah agar diperoleh output data yang valid dan dapat dijadikan
sumber sejarah. Terdapat dua jenis kritik sumber yaitu eksternal dan internal.
Kritik eksternal dimaksudkan untuk menguji keaslian suatu sumber. Sedangkan
kritik internal dilakukan untuk menguji kredibilitas suatu sumber.[31]
3.
Interpretasi
Interpretasi
adalah puncak dari penelitian sebelum kita masuk dalam penulisan sejarah.
Heurustik dan Kritik berfungsi untuk menyeleksi sumber-sumber atau data-data
sejarah sehingga didapatkan fakta-fakta atau bukti sejarah yang valid.
Sedangkan dalam interpretasi berarti menafsirkan atau memberi makna pada
fakta-fakta atau bukti-bukti sejarah. Interpretasi dilakukan dengan tujuan karena
bukti-bukti yang berasal dari masa lampau hanyalah saksi bisu belaka. Karena
fakta-fakta tersebut tidak akan berbicara sendiri mengenai apa yang
disaksikannya pada masa lalu.[32] Begitu
juga data yang kita peroleh dari wawancara, kadang antar satu informan dengan
informan lain memberikan kesaksian yang berbeda bahkan bertolak belakang. Dalam
hal inilah interpretasi berusaha menghubungkan benang merah dan mencari sebab
mengapa bisa muncul dua keterangan yang berbeda.
4.
Historiografi
Historiografi
atau penulisan sejarah menjadi sarana mengomunikasikan hasil-hasil penelitian
yang diungkap, diuji dan diinterpretasi. Penelitian sejarah bertugas
merekonstruksi sejarah masa lampau, maka rekonstruksi itu hanya akan menjadi
eksis apabila hasil-hasil penelitian itu ditulis. Walaupun sejarah adalah ilmu
yang berada di dalam ranah akademis dan empiris, namun seorang penulis sejarah
juga tidak boleh melupakan unsur sastra, gaya bahasa, aksentuasi, dan retorika.[33]
G.
Sistematika
Pembahasan
Bab I adalah pendahuluan
yang dibuat untuk memberikan penjelasan secara umum terkait penelitian ini. Bab
ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan dan batasan masalah, tujuan
dan kegunaan penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori, metode penelitian, dan
sistematika pembahasan. Bab ini sangat dibutuhkan untuk memaparkan mengapa
penelitian ini dilakukan, cara yang ditempuh untuk melakukan penelitian, dan
hal-hal yang menyangkut tentang metodologi untuk diterapkan di bab-bab
selanjutnya.
Bab II berisi tentang kondisi masyarakat Kecamatan Pakem dari segi
politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan sebelum didirikannya Muhammadiyah
Cabang Pakem. Selanjutnya adalah sejarah berdiri dan keadaan awal Muhammadiyah
Cabang Pakem. Bab ini berguna untuk dijadikan pijakan awal untuk memetakan
masalah yang ada di Kecamatan Pakem dan kekuatan yang dimiliki Muhammadiyah di
Pakem. Karena dengan gambaran umum Kecamatan pakem dalam segala bidang, kita
dapat menjelaskan lebih lanjut tentang Sekularisasi, Kristenisasi, dan Pendidikan
Muhammadiyah dalam menangkal 2 hal tersebut.
Bab III berisi tentang tantangan pendidikaan sekuler dan Kristen
yang ada di Kecamatan pakem, mulai dari latar belakang ideoligi, visi misi,
materi pelajaran, dan ancaman. Dalam bab ini
penjelasan rinci tentang ancaman yang dihadapi oleh umat islam di Pakem pada
umumnya dan Muhammadiyah Cabang Pakem khususnya dijelaskan. Penjelasan dalam bab ini menjadi acuan Amal Usaha Muhammadiyah
bidang Pendidikan dalam menangkal Kristenisasi dan Sekularisasi pendidikan yang
akan dijelaskan pada bab selanjutnya.
Bab IV, berisi tentang aktivitas Amal Usaha Muhammadiyah Cabang
Paekm dalam bidang pendidikan mulai dari misi dakwah Muhammadiyah, lembaga
pendidikan, dan materi pelajaran. Selain itu aktivitas tiga sekolah yang
didirikan oleh Muhammadiyah Cabang Pakem dalam kurun 1965-1978 juga dijelaskan
secara mendalam di bab ini.
Bab V adalah penutup yang berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan
dibuat untuk menjawab rumusan masalah
dan saran untuk penelitian selanjutnya yang lebih mendalam.
DAFTAR PUSTAKA
A.
Buku
Anshoriy, Nasruddin. 2010. Matahari Pembaruan: Rekam Jejak KH
Ahmad Dahlan. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher.
Anshory, Muhammad Isa. 2013. Mengkristenkan Jawa: Dukukngan
Pemerintah Kolonial Belanda Terhadap Penetrasi Misi Kristen. Karanganyar:
Lir Ilir.
Azwar, Saifuddin. 1999. Metode penelitian. Yogyakarta:
Pustaka Pelaajar.
Daliman, A.. 2015. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta:
Ombak.
Herdiansyah, Haris. 2015. Wawancara, Observasi, dan Focus
Groups. Depok: Rajawali.
Jalaluddin. 2007. Psikologi Agama. Jakarta: Rajawali.
Karim, M. Rusli. 1986. Muhammadiyah Salam Kritik dan Komentar. Jakarta:
Rajawali.
Kuntowijoyo (ed.). 1995. Intelektualisme Muhammadiyah
Menyongsong Era Baru. Bnadung: Mizan.
Muhammad, Afif. 2013. Agama Konflik Sosial: Studi Pengalaman
Indonesia. Bandung: Marja.
Mulkhan, Abdul Munir. 1990. Pemikiran Kiyai Haji Ahmad Dahlan
dan Muhammadiyah Dalam Perspektif Perubahan Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Pasha, Mustafa Kemal, dkk.. 1971. Muhammadijah Sebagai Gerakana
Islam. Yogyakarta: Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Purwono. 2010. Dokumentasi. Yogyakarta: Ghraha Ilmu.
Pusat Latihan Penelitian dan Pengembangan Masyarakat. 1985. Pendidikan
Muhammadiyah dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Penerbitan PLP2M.
Raco. 2010. Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik
dan Keunggulannya. Jakarta: Grasindo.
Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Metodologi Penelitian. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Rohman, Arif. 2009. Politik Ideologi Pendidikan. Yogyakarta:
LaksBang Mediatama.
S., Basri M.. 2006. Metodologi Penelitian Sejarah: Pendekatan,
Teori dan Praktik. Jakarta: Restu Agung.
Sedarmayanti, dan Syarifuddin Hidayat. 2011. Metodologi Penelitian.
Bandung: Mandar Maju.
Shihab, Alwi. 1998. Membendung Arus: Respons Gerakan
Muhaammadiyah terhadap Penetrasi Misi Kristen di Indonesia. Bandung: Mizan.
Sizemore, Denver. 2008. 25 Pelajaran Tentang Doktrin Kristen, terj.
LATM/GKJI. Yogyakarta: YAKIN.
Soemardjan, Selo. 2009. Perubahan Sosial di Yogyakarta. Yogyakarta:
Komunitas Bambu.
Soyomukti, Nurani. 2016. Pengantar Sosiologi. Sleman:
Ar-Ruzz Media.
Steenbrink, Karel A.. 1984. Beberapa
Aspek Tentang Islam Di Indonesia Abad Ke-19. Jakarta: Bulan Bintang.
Tanzania, Tanzil. 2010. Stop Kristenisasi: Membongkar Gerakan
Pemurtadan dan Mencari Solusi Menghadapinya. Klaten: Al-Fajr Media.
B.
Website
Anonim, “Subjek Penelitian: Pengertian dan Contohnya”, http://sosiologis.com/subjek-penelitian, Diakses pada tanggal 18/11/2018, pukul 21:38 WIB.
Anonim,
“Sleman”, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pakem,_Sleman. Diakses pada tanggal 13/10/18, pukul 21:14 WIB.
C.
Wawancara
Wawancara
dengan Ngatidjo Subekti selaku pendiri Muhammadiyah Cabang Pakem, di Gambiran,
Pakembinangun, Pakem, pada tanggal 11/10/18
Wawancara dengan Suharno selaku ketua Pengurus Cabang Muhammadiyah Pakem
1992-1997, di Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, pada tanggal 11/10/2018
Rencana Daftar Isi
HALAMAN JUDUL ...............................................................................................
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ...........................................................
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................
HALAMAN MOTTO .............................................................................................
HALAMAN ERSEMBAHAN ................................................................................
HALAMAN ABSTRAK .........................................................................................
HALAMAN KATA PENGANTAR .......................................................................
HALAMAN DAFTAR ISI ......................................................................................
HALAMAN TRANSLITERASI ............................................................................
HALAMAN DAFTAR TABEL .............................................................................
HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................
BAB I : PENDAHULUAN ..............................................................................
A.
Latar
Belakang Masalah ....................................................................
B.
Rumusan
Masalah .............................................................................
C.
Tujuan
dan Kegunaan Penelitian .......................................................
D.
Tinjauan
Pustaka ...............................................................................
E.
Landasan
Teori ..................................................................................
F.
Metode
Penelitian ..............................................................................
G.
Sistematika
Pembahasan ...................................................................
BAB II : KONDISI
MASYARAKAT DAN SEJARAH BERDIRINYA MUHAMMADIYAH CABANG PAKEM ............................................................
A.
Latar
Belakang Masyarakat ...............................................................
1.
Bidang
Politik ...............................................................................
2.
Bidang
Ekonomi ...........................................................................
3.
Bidang
Pendidikan ........................................................................
4.
Bidang
Keagamaan .......................................................................
B.
Sejarah
Berdirinya Muhammadiyah Cabang Pakem.........................
1.
Latar
Belakang Sembilan Pendiri .................................................
2.
Alasan
dan Rapat Rencana Pendirian ...........................................
3.
Proses
Pendirian ...........................................................................
4.
Kondisi
dan Tantangan Awal Kepengurusan ...............................
BAB III : TANTANGAN
PENDIDIKAN SEKULER DAN KRISTEN ........
A.
Benturan
Ideologi Sekuler, Kristen, dengan Islam ............................
1.
Sejarah
benturan Ideologi .............................................................
2.
Term
internal penguat masing-masing ideologi ...........................
B.
Pendidikan
Sekuler dan Kristen ........................................................
1.
Misi
sekuler dan Kristen yang sejalan ..........................................
2.
Lembaga
pendidikan .....................................................................
3.
Materi
pelajaran
............................................................................
BAB IV : UPAYA MUHAMADIYAH
MENANGKAL SEKULARISAASI DAN KRISTENISASI DALAM BIDANG PENDIDIKAN .................................
A.
Misi
dakwah Muhammadiyah ...........................................................
B.
Lembaga
pendidikan .........................................................................
C.
Materi
pelajaran .................................................................................
BAB V : PENUTUP ...........................................................................................
A.
Kesimpulan
........................................................................................
B.
Saran
..................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN .....................................................................................
CURRICULUM VITAE .........................................................................................
Baca Juga Refrensih Proposal Lainnya
[1] Anonim, “Sleman”,
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pakem,_Sleman. Diakses pada tanggal 13/10/18, pukul 21:14 WIB.
[2] Wawancara dengan Ngatidjo Subekti selaku pendiri
Muhammadiyah Cabang Pakem, di Gambiran, Pakembinangun, Pakem, pada tanggal
11/10/18
[4] Denver Sizemore, 25
Pelajaran Tentang Doktrin Kristen, terj. LATM/GKJI (Yogyakarta:
YAKIN, 2008), hlm. 191.
[5] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku
dan baptislah mereka ke dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (28:20), dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan
ketahuilah , Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman
(Perjanjian baru Alkitab Digital, Injil Matius pasal 28 ayat 19-20)
[6] Denver Sizemore, 25
Pelajaran Tentang Doktrin Kristen, terj. LATM/GKJI (Yogyakarta:
YAKIN, 2008), hlm. 191.
[8] Afif Muhammad, Agama Konflik Sosial: Studi
Pengalaman Indonesia (Bandung: Marja, 2013), hlm. 110.
[9] Wawancara dengan Ngatidjo Subekti selaku pendiri
Muhammadiyah Cabang Pakem, di Gambiran, Pakembinangun, Pakem, pada tanggal
11/10/18
[10] Wawancara dengan Suharno selaku ketua Pengurus Cabang
Muhammadiyah Pakem 1992-1997, di Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, pada tanggal
11/10/2018
[12] Raco, Metode Penelitian Kualitatif: Jenis,
Karakteristik dan Keunggulannya (Jakarta: Grasindo, 2010), hlm. 104.
[15] Selo Soemardjan, Perubahan Sosial di Yogyakarta (Yogyakarta:
Komunitas Bambu, 2009), hlm. 407-408.
[16] Karel A. Steenbrink, Beberapa Aspek Tentang Islam
Di Indonesia Abad Ke-19 (Jakarta: Bulan Bintang, 1984).
[23] Basri M. S., Metodologi Penelitian Sejarah:
Pendekatan, Teori dan Praktik (Jakarta: Restu Agung, 2006), hlm. 34.
[25] Anonim, “Subjek Penelitian: Pengertian dan Contohnya”,
diakses dari http://sosiologis.com/subjek-penelitian, pada 18 November 2018, pukul 21:38 WIB.
[26] Sedarmayanti, dan Syarifuddin Hidayat, Metodologi
Penelitian (Bandung: Mandar Maju, 2011), hlm. 121.
[28] Nyoman Kutha Ratna, Metodologi Penelitian (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2010), hlm.
89-90.
[29] Haris Herdiansyah, Wawancara, Observasi, dan Focus
Groups (Depok: Rajawali Press, 2015), hlm. 29.

Comments
Post a Comment